Suasana klub musik ringan kini terasa sedikit berbeda saat masa kelulusan mulai membayangi langkah mereka. Drama musikal penuh tawa dan haru ini menyuguhkan sisi lain dari keseharian para siswi yang berusaha menyusun rencana masa depan yang paling berkesan.
Yui Hirasawa yang ceria harus belajar lebih serius demi ujian, sementara Mio Akiyama mulai meragukan kemampuan dirinya untuk melangkah lebih jauh. Ketegangan kecil muncul saat mereka sadar bahwa waktu kebersamaan di ruang klub segera berakhir.
Di tengah persiapan, Ritsu Tainaka mencoba mencairkan suasana dengan ide-ide gila yang justru memicu perdebatan seru. Kedekatan mereka diuji oleh ambisi pribadi, namun kasih sayang antar sahabat tetap menjadi jangkar utama dalam setiap perselisihan mereka.
Tsumugi Kotobuki pun berusaha memberikan dukungan moral lewat kebaikan hatinya, meski ia sendiri menyimpan kegelisahan tentang perubahan hidup yang menanti. Mereka harus memutuskan apakah akan tetap bertahan pada impian bersama atau mulai melangkah sendiri.
Konflik batin akan memuncak ketika mereka harus menghadapi kenyataan bahwa masa muda takkan terulang. Harmoni nada dan air mata menjadi saksi bisu perjuangan mereka dalam mempertahankan ikatan persahabatan yang tulus sebelum tirai sekolah ditutup selamanya.
Musim kedua ini kembali membawa kisah romansa sekolah yang manis dan penuh emosi. Setelah berhasil membangun persahabatan, kini tantangan baru hadir saat hubungan asmara harus mulai dirajut dengan jujur di antara ketidakpastian perasaan yang mendalam.
Sawako Kuronuma, gadis pemalu yang dulu dijauhi, kini mencoba membuka diri. Namun, dia harus berjuang lebih keras untuk memahami bahasa cinta yang rumit, terutama ketika seseorang dari masa lalu mulai menguji kesabaran dan keyakinan hatinya.
Di sisi lain, Shouta Kazehaya yang ceria mulai merasa gelisah. Kehadiran orang baru dan ketidaktahuan Sawako membuatnya sulit menyampaikan isi hati yang sebenarnya, menciptakan jarak yang tidak terduga di antara mereka berdua di sekolah.
Konflik batin pun memuncak saat Kento Miura hadir memberikan perhatian yang berbeda. Kehadirannya memicu kecemburuan sekaligus keraguan yang membuat suasana sekolah menjadi lebih dramatis, memaksa semua pihak untuk berani menghadapi perasaan mereka.
Ketulusan menjadi kunci utama dalam perjalanan emosional ini. Akankah setiap kata yang tertahan mampu tersampaikan sebelum waktu berlalu? Segalanya bergantung pada keberanian mereka untuk jujur demi mencapai kebahagiaan yang selama ini dinantikan bersama.
Ishiyama High adalah sekolah penuh berandalan kejam yang tidak punya aturan. Suasana mencekam mendadak berubah drastis saat seorang pemuda tangguh tak sengaja menemukan bayi misterius di sungai. Bayi itu adalah titah kehancuran bagi seluruh umat manusia.
Tatsumi Oga adalah berandalan terkuat yang justru terpilih menjadi pengasuh bayi iblis tersebut. Dia terjebak dalam situasi konyol di mana dia harus merawat anak itu sambil menghadapi tantangan dari geng sekolah yang ingin merebut takhtanya.
Bayi bernama Beelzebub ini sangat agresif dan selalu memicu masalah besar. Karena tidak bisa dipisahkan lebih dari beberapa meter, Oga terpaksa membawa bayi ini ke mana pun, bahkan saat terlibat perkelahian brutal di lingkungan sekolah yang liar.
Kehadiran pengasuh iblis bernama Hildegard menambah kompleksitas masalah. Dia menuntut Oga untuk melatih bayi itu menjadi raja iblis masa depan. Hubungan canggung antara manusia sangar dan pelayan iblis yang dingin ini menciptakan kekacauan lucu.
Kini, Oga harus menyeimbangkan kehidupan sekolahnya yang keras dengan tanggung jawab sebagai orang tua dari sang calon penghancur dunia. Pertempuran sengit pun tak terelakkan saat kekuatan supranatural mulai bercampur dengan baku hantam khas berandalan.