Dunia hiburan dikejutkan kembali oleh aksi grup idol legendaris Franchouchou yang kini merambah ke layar lebar. Saga yang tenang kini berubah menjadi panggung megah, di mana para mayat hidup ini berusaha menaklukan panggung musik nasional lewat kekuatan magis zombi yang unik.
Sakura Minamoto sang penggerak utama harus memimpin rekan-rekannya melewati tantangan emosional yang belum pernah ada sebelumnya. Bersama Kotaro Tatsumi yang ambisius, mereka mencoba menggabungkan ambisi pribadi dengan tanggung jawab sebagai ikon kebangkitan daerah.
Ketegangan meningkat saat Saki Nikaido merasa posisinya terancam oleh kemunculan rival dari masa lalu yang misterius. Persaingan ini memicu perdebatan internal yang mengguncang kekompakan grup, terutama bagi Ai Mizuno yang mulai meragukan masa depan karier mereka yang tidak biasa.
Junko Konno berusaha menengahi konflik dengan ketenangan khasnya, sementara Yugiri memberikan kebijaksanaan tajam di tengah kekacauan. Hubungan persaudaraan mereka diuji saat tekanan publik mulai menuntut kualitas lebih dari sekadar pertunjukan mayat hidup yang menghibur.
Di balik gemerlap lampu panggung, Lily Hoshikawa dan Tae Yamada menyimpan rahasia besar yang bisa mengubah takdir selamanya. Mereka harus berpacu dengan waktu sebelum identitas asli mereka terbongkar dan impian besar Franchouchou hancur lebur oleh kenyataan yang pahit.
Musim ketiga ini membawa Liella! ke babak baru yang lebih menantang di sekolah musik Yuigaoka. Dengan kedatangan anggota baru, dinamika grup idol sekolah ini pun berubah drastis. Mereka kini harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan impian besar mereka.
Kanon Shibuya memimpin rekan-rekannya dengan penuh dedikasi meski tekanan kompetisi semakin berat. Hubungannya dengan Keke Tang menjadi poros kekuatan emosional, di mana mereka berusaha menyatukan visi di tengah ambisi yang terkadang berbeda.
Kehadiran Chisato Arashi memberikan keseimbangan yang sangat dibutuhkan dalam grup. Dia terus menjadi penyemangat saat Sumire Heanna merasa tertekan oleh ekspektasi publik yang kian tinggi, menciptakan bumbu persaingan sehat di antara para anggota grup.
Ren Hazuki kini lebih terbuka, memimpin pengembangan musikalitas mereka dengan gaya yang anggun. Namun, tantangan muncul saat Kinako Sakurakoji dan anggota junior lainnya mulai menuntut ruang untuk menunjukkan potensi unik mereka di atas panggung.
Konflik batin dan ego mulai mewarnai perjalanan mereka menuju kompetisi puncak Love Live. Akankah mereka mampu mengatasi keraguan diri dan tetap bersatu sebagai satu harmoni indah saat menghadapi panggung terbesar yang pernah ada dalam karier bermusik mereka?