Dunia idola sekolah kembali bersinar di SMA Putri Yuigaoka yang baru saja berdiri. Di tengah hiruk-pikuk sekolah elit, impian besar mulai tumbuh untuk meraih kejayaan melalui musik. Ambisi tulus ini menjadi pemicu bagi sekelompok siswi untuk berani tampil beda.
Kanon Shibuya adalah gadis berbakat dengan suara emas, namun ia dihantui oleh rasa gugup luar biasa saat harus tampil di depan umum. Pertemuannya dengan Tang Keke, siswi antusias asal Shanghai, membuka jalan bagi mereka untuk membentuk grup idola.
Hubungan mereka kian berwarna dengan hadirnya Chisato Arashi, sahabat masa kecil yang suportif, serta Sumire Heanna yang ambisius. Dinamika unik antar anggota sering memicu perdebatan kecil yang menguji kekompakan mereka dalam latihan yang melelahkan.
Di sisi lain, Ren Hazuki muncul dengan sikap dingin dan penolakan keras terhadap kegiatan idola karena alasan pribadi yang mendalam. Ketegangan ini menjadi tantangan besar bagi grup, memaksa mereka mencari cara untuk menyatukan visi di tengah perbedaan prinsip.
Perjalanan mereka bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan pembuktian diri melawan keraguan. Dengan dukungan satu sama lain, mereka berjuang keras mengatasi trauma dan ego demi menciptakan melodi indah yang mampu menyentuh hati para pendengarnya di panggung megah.
Kembalinya para gadis zombie idola ini membawa kekacauan musik yang lebih gila di prefektur Saga. Dengan semangat yang membara meski tubuh mereka sudah mati, grup Franchouchou berjuang keras menembus popularitas demi menyelamatkan wilayah yang terlupakan.
Sang manajer eksentrik Kotaro Tatsumi terus memaksa mereka menghadapi berbagai tantangan absurd demi ketenaran. Tekanan ini membuat sang vokalis Sakura Minamoto harus membimbing rekan-rekannya agar tetap kompak meski dibayangi memori masa lalu.
Hubungan antar anggota makin diuji saat Ai Mizuno dan Junko Konno berdebat soal gaya bermusik. Konflik internal ini mengancam keutuhan grup, memaksa mereka mendewasakan ego demi impian besar yang belum sempat terwujud saat mereka masih hidup.
Tidak hanya masalah internal, mereka juga harus menghadapi ancaman nyata yang bisa membongkar identitas asli sebagai mayat hidup. Yugiri dan Lily Hoshikawa pun harus tampil maksimal di panggung, memastikan setiap konser tetap spektakuler dan sangat memukau.
Ketegangan memuncak saat mereka menyadari bahwa waktu terus berdetak untuk membangkitkan Saga kembali. Dengan tekad baja, Tae Yamada dan lainnya bersiap menghadapi takdir paling brutal dalam pertunjukan panggung yang penuh dengan tawa serta air mata haru.