Sejak kecil, Akane Ousaki seneng banget nonton ayahnya, Tooru, latihan dan manggung rakugo—seni komedi panggung tradisional Jepang yang modalkan cerita lisan. Di dunia rakugo, para senimannya dibagi jadi tiga tingkatan, di mana gelar tertinggi bernama shinuchi cuma dikasih buat mereka yang bener-bener jago setelah lolos ujian promosi yang susahnya minta ampun. Pas ayahnya maju ujian, Akane ngeliat sendiri betapa pecah dan kerennya penampilan sang ayah di depan penonton. Sialnya, Isshou Arakawa selaku juri utama yang terkenal kejam tetep nge-gagalir ayah Akane, yang bikin ayahnya terpukul sampai terpaksa pensiun dini dari dunia rakugo.
Nggak terima ayahnya digituin, Akane diam-diam langsung rajin latihan rakugo sendiri selama bertahun-tahun demi bales dendam. Pas udah duduk di bangku akhir SMA, Akane gak sengaja dapet kesempatan buat manggung di depan penonton berkat bantuan Shiguma Arakawa, yang dulunya merupakan guru dari ayahnya sendiri. Penampilan Akane yang kelewat epik malam itu sukses bikin semua orang melongo dan ngerasa merinding.
Melihat potensi dewa di dalam diri gadis ini, Shiguma langsung ngangkat Akane jadi murid resmi barunya. Dengan bimbingan mentor barunya ini, Akane resmi memulai langkah pertamanya di dunia hiburan tradisional buat ngejar gelar shinuchi demi nebus impian ayahnya yang sempat dihancurin dulu. Perjuangan Akane buat naklukin panggung rakugo pun dimulai!
Dinginnya es di arena skating menjadi saksi bisu perjuangan penuh peluh. Season kedua ini membawa tensi kompetisi ke level lebih tinggi, di mana impian masa kecil yang sempat terkubur kini mulai membeku dan menuntut keberanian besar untuk segera mencairkan takdir.
Tsukasa Akeuragi kini berhadapan dengan tekanan sebagai pelatih yang harus membimbing bakat mentah di tengah kerasnya dunia profesional. Dia harus menjaga api semangat di mata siswanya agar tidak padam meski badai kritik mulai menghantam perjalanan karier.
Bakat luar biasa milik Inori Yuitsuka terus berkembang pesat, namun keraguan diri tetap menjadi bayang-bayang kelam. Hubungan guru dan murid ini diuji saat mereka dipaksa menghadapi lawan tangguh yang memiliki ambisi obsesif serta teknik skating yang nyaris sempurna.
Di balik gemerlap lampu arena, rivalitas muncul dari sosok Hikaru Karasuma yang penuh percaya diri. Kehadirannya menciptakan gesekan emosional yang memaksa setiap atlet untuk mengevaluasi kembali makna kemenangan sejati di luar sekadar angka di papan skor.
Menuju babak kualifikasi nasional yang sangat krusial, mereka harus menyatukan langkah demi menggapai podium tertinggi. Persahabatan, obsesi, dan pengorbanan menjadi elemen utama dalam perjalanan emosional yang akan menentukan siapa yang layak menyandang gelar juara.
Dunia seluncur indah adalah panggung megah penuh ambisi yang dingin, di mana impian sering kali kandas oleh kerasnya realita kompetisi. Atlet yang gagal mengejar mimpi masa kecil kini terjebak dalam keputusasaan, mencari makna hidup baru di atas lapisan es tipis.
Tsukasa Akeurashiki adalah mantan atlet yang kehilangan arah setelah kariernya memudar. Takdir mempertemukannya dengan seorang gadis cilik yang ditolak oleh lingkungannya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi keduanya untuk mengejar medali emas.
Gadis itu adalah Inori Yuitsuka, sosok pantang menyerah meski dianggap tidak memiliki bakat alami. Dengan tekad yang membara, ia merangkul bimbingan sang pelatih untuk melawan stigma. Keduanya berjuang keras menantang batasan fisik demi sebuah pengakuan dunia.
Konflik batin dan tekanan mental menjadi tantangan utama yang harus mereka taklukkan bersama. Setiap gerakan di atas es bukan sekadar teknik, melainkan cerminan luka lama dan harapan masa depan yang belum terwujud. Mereka belajar saling menguatkan dalam tiap sesi latihan.
Apakah mereka mampu melampaui batas kemampuan manusia demi meraih puncak tertinggi? Perjalanan menuju kejayaan ini menguji ketangguhan mental serta ikatan emosional antara pelatih dan murid, dalam balutan drama kompetitif yang sangat mengharukan serta penuh gairah.
Setelah kompetisi ansambel beres, anak-anak klub konsert band SMA Kitauji langsung masang target paling tinggi: bawa pulang medali emas di kompetisi nasional! Buat Kumiko Oumae yang sekarang udah kelas tiga dan menjabat jadi ketua klub, ini adalah kesempatan terakhir dia dan teman-teman seangkatannya sebelum lulus sekolah. Campur aduk antara semangat dan panik, Kumiko terus kepikiran apakah dia beneran mampu memimpin rombongan band yang isinya banyak kepala ini sampai ke puncak.
Di tengah kegalauannya mengatur klub, Kumiko mendadak ketemu sama murid pindahan baru bernama Mayu Kuroe. Cewek satu ini punya kepribadian yang kalem banget, ramah, dan yang paling bikin deg-degan: main instrumen euphonium-nya jago luar biasa! Usut punya usut, Mayu ini mantan anggota band SMA Seira, sekolah elit yang udah langganan masuk nasional. Biarpun Mayu aslinya baik, Kumiko tetep gak bisa bohong kalau dia ngerasa ada perasaan aneh yang mengganjal tiap kali interaksi sama saingan barunya ini.
Begitu para anggota baru mulai berdatangan dan strategi latihan mulai digas, tensi di dalam klub pun otomatis makin memanas. Demi bisa menembus panggung nasional dan ngerebut medali emas, anak-anak Kitauji dipaksa buat belajar apa arti pengorbanan dan kerja keras yang sesungguhnya. Kompetisi musik yang penuh drama dan air mata ini pun dimulai!