Dunia arcade tahun 90-an kembali memanggil lewat suguhan nostalgia penuh warna yang menggugah emosi. Kelanjutan kisah romansa unik ini mengeksplorasi gejolak batin para remaja saat mereka harus berhadapan dengan kenyataan pahit serta tanggung jawab masa depan.
Haruo Yaguchi kini berdiri di persimpangan jalan, mencoba menyeimbangkan hasrat mendalamnya terhadap game dengan tuntutan pendidikan. Ia merasa cemas apakah keahliannya di dunia digital mampu membawa arti nyata bagi kehidupan aslinya yang kian rumit.
Di sisi lain, Akira Ono masih menjadi sosok misterius yang terjebak dalam ekspektasi keluarga yang sangat mengekang. Meski terpisah oleh jarak dan status sosial, ketertarikan mereka terhadap permainan arcade menjadi jembatan emosional yang sangat kuat.
Kehadiran Koharu Hidaka semakin memperkeruh situasi di antara mereka bertiga. Konflik perasaan yang terpendam pun mulai muncul ke permukaan, menciptakan dilema cinta segitiga yang tak terelakkan di tengah serunya kompetisi sengit di ruang permainan.
Ketiganya kini harus menentukan pilihan sulit sebelum waktu terus berlalu meninggalkan masa muda. Persaingan bukan lagi soal meraih skor tertinggi di mesin game, melainkan perjuangan tulus untuk mempertahankan ikatan hati yang kian sulit untuk ditebak.
Akademi Shuchiin adalah tempat berkumpulnya para elite masa depan. Di tengah gemerlap prestasi, muncul sebuah persaingan cinta yang absurd. Ini bukan tentang menyatakan perasaan dengan tulus, melainkan tentang siapa yang bisa menjebak lawannya lebih dulu.
Siswa jenius Kaguya Shinomiya merupakan wakil ketua OSIS yang kaya raya dan dingin. Ia terjebak dalam rasa suka terhadap sang ketua, namun harga dirinya yang tinggi melarangnya untuk mengaku. Baginya, cinta adalah kelemahan yang harus ditaklukkan.
Di sisi lain, ada Miyuki Shirogane, seorang pekerja keras yang menduduki posisi puncak berkat ketekunannya. Meski saling mencintai, mereka berdua terlalu gengsi. Keduanya saling memutar otak untuk merancang strategi agar pihak lawan menyatakan cinta duluan.
Pertarungan psikologis ini makin seru berkat intervensi sekretaris polos bernama Chika Fujiwara. Kehadirannya sering kali merusak rencana canggih kedua tokoh utama, menciptakan kekacauan lucu di ruang OSIS yang seharusnya tenang dan sangat serius.
Setiap hari di sekolah menjadi ajang perang taktik yang menguras emosi serta logika. Apakah mereka akan terus terjebak dalam ego masing-masing? Inilah drama komedi romantis tentang dua insan jenius yang justru menjadi bodoh saat berurusan dengan cinta.