Pas tahun ajaran udah mau kelar, ujian akhir pun tiba di Akademi Sihir Rigarden. Biarpun dia satu-satunya murid yang kagak punya bakat sihir sama sekali, Will Serfort tetep ambis buat dapet nilai sempurna di semua mata pelajaran. Target dia cuma satu: biar bisa naik ke Menara Penyihir dan kumpul lagi sama teman masa kecilnya yang udah jadi penyihir elite, Elfaria Albis Serfort. Sialnya, kerja keras Will langsung hancur berantakan gara-gara dia sengaja digagalin di ujian paling terakhir yang penilaiannya super tidak adil, bikin dia otomatis diskualifikasi buat masuk ke Menara.
Di waktu yang bersamaan, Elfaria dan para Magia Vander—lima penyihir paling OP di dunia—lagi sibuk ngelakuin ritual tahunan buat ngelindungin dunia dari ancaman makhluk langit (Celestial Hosts). Masalahnya, ritual ini bikin energi sihir para Magia Vander terkuras habis buat sementara waktu. Di momen kritis itulah, segerombolan besar pasukan monster mendadak muncul dan ngebantai para penyihir serta warga sipil secara brutal.
Parahnya lagi, para penyihir di akademi sama sekali gak bisa berkutik karena monster-monster itu bawa senjata khusus yang bisa nge-batalin segala jenis sihir (magic nullification). Pas semua orang udah pasrah dan putus asa, Will bareng keahlian pedangnya yang udah level dewa langsung maju ke garis depan. Tanpa modal sihir sedikit pun, Will justru jadi satu-satunya kunci dan harapan terakhir buat nge-carry umat manusia dan menghentikan invasi tersebut!
I Made Friends with the Second Prettiest Girl in My Class
12 Episode 5
Sinopsis
Kenalin, gua Maehara Maki, cowok SMA yang punya masalah sosial dan susah banget buat nyari temen selama sekolah. Tapi, hidup gua yang suram itu mendadak berubah 180 derajat pas sesosok cewek bernama Asanagi masuk ke dalam kehidupan gua. Meskipun di kalangan cowok-cowok kelas dia diam-diam dapet julukan sebagai "cewek nomor dua paling cakep di kelas", dia malah milih buat ngabisin hari Jumatnya bareng gua dibanding main sama sahabatnya, Amami, yang megang gelar cewek nomor satu paling cantik di kelas.
Pas main di rumah gua, semua imej jaim Asanagi langsung hilang total. Kita berdua bakal mabar game, maraton film, baca manga, sampai mukbang makanan sampah kayak pizza, burger, plus minum cola sambil rebahan tanpa beban. Kalau dilihat orang luar sih kelakuan kita berdua emang keliatan agak berantakan dan mageran banget, tapi buat gua dan Asanagi, momen rahasia ini adalah waktu paling berharga yang kita punya.
Gak ada yang tahu soal hubungan ini selain kita berdua. Di sekolah kita pura-pura gak kenal, tapi pas hari Jumat tiba, rumah gua langsung berubah jadi markas rahasia tempat tumbuhnya benih-benih cinta yang bikin gemas. Kisah persahabatan rahasia yang lama-lama bikin baper ini pun dimulai!
Persaingan bisbol SMA Jepang memanas di musim panas yang menentukan ini. Turnamen Koshien menjadi mimpi besar bagi setiap tim yang berambisi menguasai panggung nasional. Fokus tertuju pada tekad bulat untuk melampaui batas demi kejayaan tim sekolah.
Eijun Sawamura terus berjuang memantapkan posisi sebagai ace sejati. Bersama Kazuya Miyuki yang kini memimpin sebagai kapten, mereka membangun kerjasama emosional yang intens demi membawa tim Seidou melangkah jauh dalam turnamen yang brutal.
Konflik muncul saat para pemain harus menghadapi tekanan mental serta ekspektasi tinggi dari senior. Satoru Furuya juga bersaing ketat untuk merebut perhatian, menciptakan rivalitas sehat namun menegangkan di dalam rotasi pemain utama tim Seidou.
Hubungan antar karakter diuji oleh taktik lawan yang makin cerdik. Setiap lemparan adalah pertaruhan harga diri, di mana strategi matang menjadi kunci utama agar bisa bertahan hidup di tengah pertarungan sengit melawan para monster di lapangan bisbol.
Puncak drama ini menyoroti ambisi besar dan pengorbanan masa muda. Semangat membara, air mata kekalahan, dan rasa percaya antar rekan satu tim menyatu dalam sebuah perjalanan panjang menuju keabadian di atas lapangan hijau yang sangat penuh tantangan.
Kelas Misfit (Kelas Abnormal) kembali menghadapi cobaan paling berat sepanjang sejarah mereka di sekolah iblis Babyls. Biar posisi mereka nggak ditendang dan bisa tetep mempertahankan ruang kelas eksklusif "Royal One", semua murid di kelas ini wajib banget naik ke Peringkat 4 (Dalet). Kesempatan terakhir mereka buat ngebuktiin diri cuma ada di Festival Musik, sebuah kompetisi bergengsi nan ekstrem di mana Iruma dan kawan-kawan berencana buat nampilin sebuah pertunjukan epik berjudul "Lilith's Carpet".
Festival Musik ini sendiri bukan sekadar pentas seni biasa, melainkan medan pertempuran sengit antar 6 kelas yang bakal saling adu mekanik lewat suara, nyanyian, dan tarian buat memamerkan kekuatan iblis sekaligus bakat musikalitas mereka. Demi bisa menang, Kelas Misfit harus ngelewatin sesi latihan yang super kacau dan melelahkan. Mereka bahkan sampai nekat minta bantuan dan bimbingan langsung dari mantan hakim agung yang terkenal killer dan menakutkan, Amduscias Poro!
Kunci kemenangan mereka kali ini ada pada kekompakan. Makanya, Iruma berusaha keras buat menyatukan seluruh 13 anggota Kelas Misfit tanpa terkecuali—termasuk ngajak Purson Soi, si murid pendiam yang saking tipis hawa keberadaannya sampai sering banget dilupain sama orang-orang. Dengan formasi lengkap, trio Iruma, asistennya yang setia, dan seluruh anak kelas Abnormal siap nge-goncang panggung festival musik iblis ini!
Meskipun statusnya sekarang udah jadi mahasiswa dengan masa depan yang cerah dan terjamin, Natsuki Haibara masih sering banget galau nyeselin masa-masa SMA-nya dulu. Pas SMA, Haibara ini adalah cowok yang kuper, insekyur, punya kecemasan sosial, plus berbadan gemuk. Semua usahanya buat sok asik dan nyari temen pas zaman itu berakhir gagal total dan zonk. Sampai suatu malam, Haibara berdoa khusyuk banget pengen dapet kesempatan buat ngulang masa remajanya—dan ajaibnya, pas bangun besok pagi, dia beneran time travel balik ke masa lalu sebelum hari pertama masuk SMA!
Gak mau nyia-nyiain kesempatan emas ini, Haibara langsung gerak cepat memanfaatkan waktu satu bulan sebelum masuk sekolah buat diet ketat dan olahraga biar badannya jadi proporsional. Pas hari pertama sekolah tiba, transformasi fisiknya sukses bikin impresi pertama yang bagus banget, sampai-sampai dia bisa langsung temenan sama sirkel anak-anak populer, termasuk Hikari Hoshimiya—cewek yang jadi cinta monyetnya dulu. Pas ketemu lagi, Haibara sadar kalau perasaannya ke Hoshimiya ternyata gak berubah sama sekali, makanya dia langsung pasang target baru di kehidupan keduanya ini: harus bisa jadian sama Hoshimiya!
Sambil asyik menikmati waktu main bareng Hoshimiya dan temen-temen barunya, Haibara juga mulai ngebakar lagi semangat masa mudanya dengan ikutan klub basket dan bahkan dapet kerjaan sampingan di kafe lokal. Tapi, punya sirkel pertemanan baru ternyata juga bawa drama dan masalah baru yang belum pernah dia hadapi di lini masa sebelumnya. Haibara pun harus putar otak buat nyelesaiin segala rintangan itu demi bisa menikmati masa remaja indahnya secara maksimal!
Dari luar, anak SMA bernama Koyuki "Koyun" Hikawa kelihatan kayak cewek yang dingin, galak, dan susah banget buat dideketin sama murid-murid lain. Padahal aslinya ngenes banget, Koyun itu cuma cewek insekyur yang hobi overthinking gara-gara punya pengalaman buruk bin canggung pas zaman SMP dulu. Tapi, takdirnya mulai berubah pas dia gak sengaja kenalan sama dua cowok di sekolahnya, yaitu Minato Amamiya dan Youta Hino.
Sama kayak temen deket Koyun yang bernama Miki Azumi, dua cowok baru ini sama sekali gak takut buat nyamperin Koyun. Mereka bisa ngelihat sifat asli Koyun yang sebenernya baik banget di balik tampang "seramnya" itu. Meskipun Koyun mulai enjoy main bareng sirkel barunya ini, dia diam-diam malah perang batin; dia bimbang antara menikmati kebahagiaan barunya atau nahan diri karena takut bakal terlalu bergantung dan baper sama orang lain.
Di sisi lain, ternyata setiap orang di sirkel pertemanan mereka ini juga punya beban pikiran dan masalahnya masing-masing yang dipendam sendiri. Tapi seiring berjalannya waktu, lewat momen-momen seru khas masa SMA yang mereka laluin bareng, Koyun dan teman-temannya pelan-pelan mulai keluar dari zona nyaman mereka demi bisa menikmati masa muda dengan maksimal!
Sejak detik pertama si cowok kuper nan suram bernama Okuto Nakamura ngelihat Aiki Hirose di upacara penerimaan siswa baru, dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama! Bukannya muluk-muluk pengen langsung pacaran, impian terbesar Nakamura sebenarnya super simpel: dia cuma pengen bisa kenalan dan jadi sahabat deketnya Hirose. Sialnya, Nakamura ini pemalu banget, walhasil setiap kali dia nyoba buat ngajak ngobrol si cowok populer itu, ujung-ujungnya selalu berakhir jadi bencana total yang bikin malu setengah mati.
Tapi perjuangan Nakamura nggak sia-sia amat. Setelah lewat berbagai aksi kocak, dia akhirnya berhasil juga menarik perhatian Hirose dan bikin cowok itu "terkesan"—meskipun kesannya agak salah kaprah dan nggak sesuai sama yang Nakamura mau. Untungnya, karena tahun ajaran baru aja dimulai, Nakamura ngerasa masih punya banyak waktu buat memperbaiki keadaan dan bikin strategi PDKT yang lebih mulus.
Masalah utamanya sekarang bukan ada di Hirose yang susah dideketin, melainkan ada di dalam otak Nakamura sendiri! Yup, musuh terbesar cowok malang ini adalah sifatnya yang kagetan dan hobi berdelusi tingkat tinggi yang sering bikin situasi normal malah ngerembet jadi makin semrawut. Yuk, temenin Nakamura berjuang ngelawan delusinya sendiri demi bisa makin deket sama pujaan hatinya!
Classroom of the Elite 4th Season: Second Year, First Semester
16 Episode 8
Sinopsis
Begitu Kiyotaka Ayanokouji dan anak-anak Kelas D resmi naik ke kelas dua di SMA Advanced Nurturing, mereka langsung disambut sama ujian spesial baru yang ribet. Kali ini, setiap murid kelas dua diwajibkan buat bikin tim berpasangan sama anak kelas satu buat ngerjain ujian tertulis. Kelihatannya sih simpel, tapi poin gabungan mereka harus mencapai target tertentu kalau nggak mau kena penalti super berat alias dikeluarkan dari sekolah!
Alhasil, semua orang langsung rebutan nyari adek kelas yang pinter akademik. Di tengah kesibukan Kelas D nyari partner ideal, Ayanokouji juga lagi ngadepin ancaman yang taruhannya nyawa. Fasilitas rahasia tempat dia dibesarkan dulu, White Room, ternyata diam-diam udah ngirim satu anak jenius lagi buat masuk ke sekolah itu.
Misi si anak baru ini cuma satu: bikin Ayanokouji didepak dari sekolah secepatnya. Melihat situasi yang makin genting, Ayanokouji pun mulai nyusun rencana-rencana masterminds-nya lagi di balik layar. Kali ini, dia harus ekstra waspada karena musuh yang datang bukan cuma dari rival kelas lamanya, tapi juga dari musuh baru yang siap menusuk dari belakang!