Petualangan musik skala besar dimulai saat grup rock populer bersiap menaklukkan panggung internasional di Guam. Suasana ceria pulau tropis ini menjadi latar sempurna bagi perjalanan epik yang penuh dengan energi, tawa, dan tantangan baru bagi kelima gadis ini.
Vokalis energik Kasumi Toyama memimpin rekan-rekannya dengan semangat membara. Hubungan mereka diuji saat harus beradaptasi dengan lingkungan asing, sementara perbedaan kepribadian di antara personel mulai memberikan dinamika yang sangat unik.
Gitaris yang perfeksionis Tae Hanazono berusaha menjaga ritme tetap stabil di tengah keramaian. Namun, tuntutan profesionalisme di luar negeri membuat mereka menyadari bahwa ikatan persahabatan yang kuat adalah kunci utama bertahan di industri musik.
Basis pemalu Rimi Ushigome serta drummer tangguh Saya Yamabuki memberikan dukungan emosional yang vital. Mereka harus menghadapi rasa gugup yang memuncak sebelum tampil di festival besar, sambil mencoba tetap jujur pada gaya musik mereka sendiri.
Kibor yang cerdas Arisa Ichigaya menjadi penengah saat konflik internal muncul karena tekanan tinggi. Menjelang penampilan puncak, mereka harus membuktikan bahwa mimpi besar tidak hanya soal popularitas, melainkan tentang harmoni dan rasa saling percaya.
Dunia musik yang penuh melodi emosional kembali memanggil lewat perspektif yang belum terjamah. Melalui sisi lain perjalanan grup band Given, kisah ini menggali lebih dalam sisi personal para anggotanya saat mereka berjuang menyeimbangkan mimpi dan kenyataan.
Sorotan tertuju pada Ritsuka Uenoyama, gitaris jenius yang kini harus menghadapi kebimbangan batin. Meski bakatnya diakui banyak orang, tekanan untuk terus berkarya di bawah bayang-bayang ekspektasi masa depan mulai menguji semangat membara dirinya.
Di sampingnya, Mafuyu Sato hadir sebagai pusat dari segala kegelisahan yang ada. Hubungan mereka yang unik dan penuh kata-kata yang tak terucap menjadi benang merah yang mengikat emosi setiap karakter dalam narasi penuh dengan melodi melankolis ini.
Tidak ketinggalan, Haruki Nakayama dan Akihiko Kaji turut memainkan peran vital dalam menjaga harmoni tim. Mereka harus menghadapi gejolak perasaan pribadi yang rumit, sembari berusaha memastikan keutuhan band di tengah badai pendewasaan diri.
Ketika melodi mulai tercipta dari kejujuran rasa, batasan antara panggung dan kehidupan nyata perlahan memudar. Akankah ikatan yang mereka bangun mampu bertahan saat ambisi pribadi dan ketakutan akan kehilangan mulai membayangi setiap nada yang mereka mainkan?