Dunia musik indie yang keras kembali memanggil, membawa kita ke dalam perjalanan emosional penuh nada dan air mata. Di balik gemerlap panggung, persaingan sengit dan ego para musisi muda akan diuji lewat melodi yang jujur dan perjuangan meraih mimpi besar.
Nina Iseri adalah gadis putus sekolah yang nekat merantau ke Tokyo. Ia bertemu Momoka Kawaragi, mantan musisi yang hampir menyerah pada kerasnya industri musik. Keduanya pun memutuskan untuk mengguncang dunia dengan lagu ciptaan mereka sendiri.
Hubungan mereka kian rumit ketika anggota lain seperti Subaru Awa, Tomo Ebizuka, dan Rupa bergabung dalam band. Perbedaan kepribadian yang tajam sering memicu debat panas, memaksa mereka mendewasa di bawah tekanan jadwal latihan yang sangat padat.
Konflik internal muncul saat trauma masa lalu mulai menghantui, membuat setiap nada yang dimainkan terasa penuh dengan dendam sekaligus harapan. Mereka harus belajar saling percaya agar harmoni band tidak pecah di tengah ekspektasi tinggi audiens yang menuntut.
Puncak perjuangan mereka semakin dekat saat panggung festival impian menanti di depan mata. Akankah suara mereka mampu menyentuh hati banyak orang, atau justru hancur karena ego pribadi yang sulit diredam dalam perjalanan panjang menuju pengakuan dunia?
Dunia akademi elit yang penuh dengan aturan ketat dan etiket kelas atas tiba-tiba terguncang oleh dentuman musik rock yang liar. Genre musik yang dianggap tabu bagi para bangsawan ini menjadi pusat perhatian saat semangat pemberontakan mulai membara.
Suzuran Ririsa adalah gadis kaya dengan reputasi sempurna yang menyembunyikan sisi liarnya. Ia terobsesi dengan gitar listrik, sebuah hobi yang sangat kontras dengan statusnya sebagai calon pemimpin keluarga terpandang yang harus tampil anggun.
Kehidupan gandanya terancam ketika ia bertemu Hibiki, seorang gadis berbakat yang membawa jiwa rock sejati ke lingkungan sekolah. Mereka pun membentuk band rahasia, mencoba menyeimbangkan kewajiban aristokrat dengan hasrat musik yang begitu menggebu.
Konflik muncul saat tekanan sosial dari rekan sesama bangsawan mulai mencium gelagat aneh mereka. Keduanya harus berjuang keras mempertahankan integritas diri di tengah ekspektasi tinggi yang mencekik, sambil memastikan aksi panggung mereka tetap tak terdeteksi.
Akankah mereka mampu mendobrak batasan kaku kaum elit demi menyuarakan jati diri melalui distorsi gitar yang memekakkan telinga? Pertarungan antara tradisi kuno dan kebebasan musik pun dimulai, menguji sejauh mana mereka berani melanggar norma demi sebuah mimpi.