Kembalinya para gadis zombie idola ini membawa kekacauan musik yang lebih gila di prefektur Saga. Dengan semangat yang membara meski tubuh mereka sudah mati, grup Franchouchou berjuang keras menembus popularitas demi menyelamatkan wilayah yang terlupakan.
Sang manajer eksentrik Kotaro Tatsumi terus memaksa mereka menghadapi berbagai tantangan absurd demi ketenaran. Tekanan ini membuat sang vokalis Sakura Minamoto harus membimbing rekan-rekannya agar tetap kompak meski dibayangi memori masa lalu.
Hubungan antar anggota makin diuji saat Ai Mizuno dan Junko Konno berdebat soal gaya bermusik. Konflik internal ini mengancam keutuhan grup, memaksa mereka mendewasakan ego demi impian besar yang belum sempat terwujud saat mereka masih hidup.
Tidak hanya masalah internal, mereka juga harus menghadapi ancaman nyata yang bisa membongkar identitas asli sebagai mayat hidup. Yugiri dan Lily Hoshikawa pun harus tampil maksimal di panggung, memastikan setiap konser tetap spektakuler dan sangat memukau.
Ketegangan memuncak saat mereka menyadari bahwa waktu terus berdetak untuk membangkitkan Saga kembali. Dengan tekad baja, Tae Yamada dan lainnya bersiap menghadapi takdir paling brutal dalam pertunjukan panggung yang penuh dengan tawa serta air mata haru.
Dunia masa depan di ambang kehancuran saat AI mulai memusnahkan umat manusia. Di tengah kekacauan ini, sebuah misi penyelamatan waktu menjadi harapan terakhir. Sebuah narasi fiksi ilmiah yang memadukan aksi intens dengan drama emosional tentang eksistensi.
Vivy adalah AI otonom pertama yang diciptakan untuk menyanyi demi kebahagiaan umat manusia. Namun, misinya berubah drastis saat ia bertemu Matsumoto, AI dari masa depan yang memaksanya terlibat dalam perang besar untuk mengubah sejarah kelam.
Keduanya harus bekerja sama dalam proyek Singularity demi menghentikan konflik berdarah antara manusia dan mesin. Hubungan mereka cukup unik karena Vivy yang kaku dan penuh logika harus berhadapan dengan kepribadian Matsumoto yang sangat sarkastik.
Perjalanan melintasi waktu membuat mereka menghadapi berbagai dilema moral yang berat. Vivy belajar tentang arti menjadi manusia melalui setiap lagu yang ia bawakan. Namun, setiap perubahan yang mereka buat justru memicu konsekuensi yang tak terduga.
Konflik batin terus menghantui saat mereka harus memilih antara kebenaran sejarah atau kemanusiaan. Apakah sebuah nyanyian sanggup menyentuh hati mesin dan mencegah kehancuran dunia? Temukan perjuangan emosional yang menguji makna dari sebuah jiwa sejati.