Dunia pasca-perang kembali mencekam dalam balutan fiksi ilmiah yang kelam. Di tengah ketidakstabilan Federasi Bumi yang korup, organisasi teroris bernama Mafty muncul sebagai harapan sekaligus ancaman untuk menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas oleh elite penguasa.
Hathaway Noa terjebak dalam pusaran konflik politik yang rumit ini. Sebagai sosok yang dihantui masa lalu, ia berupaya menutupi identitas aslinya. Namun, takdir justru membawanya bertemu dengan orang-orang yang mengubah pandangannya tentang perdamaian.
Pertemuan tak terduga dengan Gigi Andalucia, gadis misterius dengan intuisi tajam, memaksa Hathaway menghadapi sisi emosional yang selama ini ia tekan. Ketegangan di antara mereka menciptakan dinamika rumit yang menguji loyalitas dan prinsip hidup sang protagonis.
Di sisi lain, perwira Federasi yang gigih, Kenneth Sleg, mencium gelagat mencurigakan di sekitarnya. Perburuan pun dimulai, mengubah situasi menjadi permainan kucing dan tikus yang mematikan, di mana musuh mungkin saja adalah seseorang yang kita kenal dekat.
Kini, Hathaway harus memilih antara nurani atau tanggung jawab besar yang dipikulnya. Di tengah dentuman peperangan robot raksasa, setiap keputusan menjadi taruhan nyawa, mengguncang fondasi dunia yang rapuh menuju babak baru yang penuh dengan kebencian dan harapan.
Republik San Magnolia mengklaim perang mereka melawan Kekaisaran Giad tak memakan korban jiwa berkat teknologi drone otomatis. Namun, di balik propaganda itu, ada distrik ke-86 yang dihuni manusia yang dianggap bukan manusia demi mengoperasikan mesin perang.
Lena adalah seorang perwira muda yang jujur namun naif, ditugaskan memimpin skuadron elit dari distrik terlarang tersebut. Ia mulai menyadari kebenaran kelam di balik perang ini melalui komunikasi radio jarak jauh dengan pasukannya setiap hari.
Di garis depan, Shin memimpin skuadron Spearhead dengan ketenangan yang dingin. Sebagai sosok veteran yang dijuluki si Penuai, ia memikul beban hidup rekan-rekannya sementara harus menghadapi kenyataan pahit bahwa nyawa mereka hanyalah alat buang.
Hubungan antara keduanya tumbuh melalui suara di radio, melintasi batas diskriminasi yang mematikan. Mereka terjebak dalam dilema moral di mana sang komandan ingin menyelamatkan mereka, namun sang prajurit sudah terbiasa menanti ajal di medan laga.
Di tengah dentuman meriam dan kematian yang mengintai, mereka berjuang menentang sistem yang memandang sebelah mata eksistensi mereka. Akankah idealisme mampu menembus tembok kebencian, atau justru hancur lebur ditelan mesin perang yang kejam ini?
Dunia pasca-apokaliptik kini menjadi reruntuhan yang sunyi setelah peristiwa besar terjadi. Di tengah kehancuran ini, para penyintas berusaha bertahan hidup sambil dibayangi oleh sisa-sisa teknologi misterius yang pernah mengubah wajah bumi secara permanen selamanya.
Shinji Ikari masih terjebak dalam trauma mendalam dan keputusasaan yang melumpuhkan jiwanya. Ia terus dihantui oleh kenangan pahit atas tanggung jawab besar yang dipikulnya sebagai pilot, sementara lingkungan sekitarnya terus menuntut tindakan nyata.
Hubungan kompleks antara Asuka Langley Shikinami dan Rei Ayanami mencapai titik didih baru. Mereka berjuang menghadapi identitas diri yang kian kabur, terperangkap dalam siklus perang tak berujung melawan musuh yang sulit sekali untuk ditaklukkan.
Gendo Ikari tetap teguh menjalankan rencana rahasia yang mengancam realitas umat manusia. Sosok ayah yang dingin ini menjadi antagonis utama bagi anaknya, memicu konflik psikologis rumit yang menguji batas kewarasan dan ikatan darah di antara mereka.
Pertarungan epik pun tak terelakkan saat seluruh misteri masa lalu mulai tersingkap di depan mata. Para pilot harus membuat pilihan sulit guna menentukan takdir dunia, membawa pesan mendalam tentang harapan, penerimaan diri, serta pemulihan luka batin.