Dunia Edo yang damai terusik oleh munculnya pedang terkutuk bernama Benizakura. Senjata mekanis haus darah ini mulai memakan korban di jalanan, memicu kekacauan besar yang mengancam ketertiban kota. Pertarungan epik pun tak terelakkan di tengah ancaman kegelapan.
Gintoki Sakata, sang samurai malas dengan masa lalu kelam, harus turun tangan saat pedang legendaris itu melukai rekannya. Jiwanya yang tajam kembali terasah demi melindungi apa yang penting, bahkan jika ia harus berhadapan dengan musuh dari masa lalunya.
Konflik memanas ketika Kotaro Katsura, kawan lama yang kini menjadi buronan, tiba-tiba menghilang misterius. Ketegangan meningkat karena Shinsuke Takasugi, sosok antagonis karismatik, mulai melancarkan rencana jahat untuk menghancurkan tatanan dunia saat ini.
Sementara itu, Shinpachi Shimura dan Kagura berjuang sekuat tenaga menyusup ke sarang musuh. Loyalitas mereka diuji dalam aksi yang penuh ketegangan, memperlihatkan betapa kuatnya ikatan pertemanan mereka meski nyawa menjadi taruhan di setiap sudut.
Pertemuan tragis tak terelakkan saat masa lalu dan masa kini beradu dalam api peperangan. Ambisi besar melawan prinsip hidup yang teguh menjadi inti drama ini, membuktikan bahwa seorang samurai sejati tak akan pernah mundur meski dunia mencoba meruntuhkan mereka.
Dunia Edo kini dikuasai oleh alien bernama Amanto, memaksa para samurai untuk meletakkan pedang mereka. Namun, di balik kedamaian palsu ini, sebuah ancaman misterius muncul. Sebuah pedang iblis yang haus darah bernama Benizakura mulai menebar teror di seluruh kota.
Gintoki Sakata, seorang samurai malas yang menjalankan bisnis serabutan, mendapati dirinya terseret dalam kekacauan ini. Ia harus menghadapi konspirasi besar yang melibatkan masa lalunya dan nasib rekan-rekan seperjuangannya di tengah dunia yang makin kacau.
Sahabat lamanya, Kotaro Katsura, tiba-tiba menghilang setelah diserang oleh sosok misterius. Hal ini memicu Shinpachi Shimura dan Kagura untuk ikut bergerak, menunjukkan loyalitas mereka yang tak tergoyahkan kepada sang bos Yorozuya tersebut.
Ketegangan memuncak saat Shinsuke Takasugi muncul sebagai dalang yang ingin menghancurkan tatanan dunia. Ia menggunakan pedang iblis itu untuk membalaskan dendam masa lalu, memaksa rivalnya untuk berhadapan langsung dalam pertarungan hidup dan mati yang epik.
Apakah ikatan persahabatan mereka mampu bertahan di tengah pertumpahan darah ini? Di antara tawa dan aksi intens, mereka harus memutuskan apakah akan terus memegang prinsip bushido atau menyerah pada kehancuran yang dirancang oleh musuh bebuyutan mereka sendiri.