Berlatar Yokohama tahun 1963, kisah drama remaja ini membawa kita ke masa penuh perubahan menjelang Olimpiade Tokyo. Di tengah semangat pembangunan, sebuah gedung klub sekolah tua yang bersejarah terancam dibongkar, memicu perdebatan sengit.
Umi Matsuzaki adalah siswi rajin yang mengelola rumah kos di atas bukit sembari mengibarkan sinyal bendera setiap pagi. Rutinitas tenang gadis ini mendadak terusik ketika ia bertemu dengan sosok laki-laki misterius yang penuh rasa ingin tahu.
Shun Kazama, seorang aktivis klub jurnalisme sekolah, muncul dalam kehidupan Umi dengan karisma yang kuat. Mereka pun mulai bekerja sama demi menyelamatkan gedung Quartier Latin yang ikonik dari rencana penggusuran yang dingin oleh pihak sekolah.
Kedekatan mereka tidak hanya soal perjuangan menyelamatkan warisan sejarah, melainkan juga tentang rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Benang merah takdir seolah sengaja menjalin hubungan mereka dalam sebuah situasi yang sangat rumit dan penuh teka-teki.
Perjuangan remaja untuk mempertahankan tradisi di tengah modernisasi menjadi fokus utama film ini. Melalui emosi yang jujur dan latar yang memukau, mereka harus menghadapi keraguan diri sekaligus mencari kebenaran tentang asal-usul keluarga yang tersembunyi.