Dunia ini dihuni oleh makhluk purba tak kasatmata yang disebut Mushi, eksistensi yang melampaui logika manusia dan alam semesta. Mereka bukanlah dewa maupun roh jahat, melainkan bentuk kehidupan paling dasar yang sering memicu fenomena medis tak terjelaskan.
Seorang pengelana misterius bernama Ginko mendedikasikan hidupnya untuk meneliti makhluk ini. Dengan mata kirinya yang hilang dan rambut putih yang mencolok, ia menjadi jembatan antara dunia manusia yang rapuh dengan misteri alam yang penuh ancaman.
Ginko sering berinteraksi dengan penduduk desa yang menderita akibat interaksi tak disengaja dengan Mushi. Ia tidak membasmi mereka, melainkan berusaha mencari titik tengah agar manusia bisa hidup berdampingan meski harus menanggung beban penderitaan.
Ketegangan muncul saat ia bertemu dengan orang-orang yang kehilangan ingatan atau identitas karena pengaruh makhluk tersebut. Setiap kasus membawa refleksi mendalam tentang arti kehilangan, memori, dan bagaimana manusia beradaptasi di tengah keajaiban dunia.
Perjalanan ini menuntun sang protagonis menyusuri lembah dan hutan terpencil, mengungkap rahasia terdalam tentang keberadaan makhluk itu. Di sini, batas antara kenyataan dan mitos semakin kabur, menuntut kebijaksanaan untuk memahami takdir yang sulit dipahami.
Suatu hari di antah-berantah, seisi desa mendadak berhenti beraktivitas di siang bolong demi nonton fenomena langka: gerhana matahari total. Katanya, gerhana ini sakti banget sampai bisa bikin orang awam mendadak bisa ngelihat Mushi (makhluk gaib supranatural). Pas semua orang lagi takjub natap langit, para ahli Mushi justru lagi ketar-ketir nyiapin mental buat ngadepin efek sampingnya. Berbekal ramalan dari Tanyuu Karibusa si pencatat terkutuk, ahli Mushi andalan kita, Ginko, langsung meluncur ke sebuah desa petani yang apesnya bakal jadi pusat masalah.
Bener aja, persis setelah gerhana matahari selesai, mendadak muncul awan hitam pekat bin aneh yang ngebentang di langit dan nutupin matahari lagi. Suasana desa pun langsung balik gelap gulita kayak malam hari. Ginko langsung curiga kalau ini adalah ulah dari Mushi pembawa kegelapan yang bernama Hihami. Gak pakai lama, Ginko langsung putar otak nyari cara buat ngusir awan gaib itu demi menyelamatkan warga desa dari kegelapan abadi.
Tapi pas lagi nyari solusi, Ginko malah nemu plot twist yang bikin geleng-geleng kepala. Ternyata, gak semua warga desa pengen matahari balik bersinar terang! Beberapa dari mereka justru ngerasa nyaman dan punya alasan pribadi buat tetep tinggal di dalam kegelapan tersebut. Di sinilah Ginko harus bertindak bijak buat nyelesaiin masalah alam sekaligus dilema emosional para warga sebelum semuanya terlambat!
Sebuah mahakarya fantasi yang memadukan keindahan seni lukis tradisional dengan drama emosional mendalam. Kisah dimulai ketika seorang penebang bambu menemukan gadis mungil bercahaya di dalam batang bambu, yang kemudian tumbuh dengan sangat ajaib dan cepat.
Gadis itu tumbuh menjadi sosok jelita bernama Kaguya yang memikat hati siapa pun di sekitarnya. Ayahnya, seorang pria sederhana yang sangat menyayanginya, berambisi memberikan kehidupan mewah dan terhormat layaknya seorang putri bangsawan sejati.
Demi mewujudkan mimpinya, sang ayah memboyong keluarganya pindah ke ibu kota yang megah. Di sana, gadis ini harus belajar tata krama kaku yang mengekang kebebasannya, jauh dari suasana alam desa yang selama ini ia cintai dan menjadi pelarian jiwanya.
Konflik batin pun memuncak ketika ia dipaksa menghadapi lamaran para pria bangsawan angkuh yang hanya memuja kecantikannya semata. Ia merasa terasing di tengah kemewahan istana, merindukan kehangatan masa kecil dan sosok teman masa kecilnya, Sutemaru.
Penderitaan emosional ini mempertanyakan makna kebahagiaan dan kebebasan yang sesungguhnya di tengah ekspektasi sosial yang menindas. Sang putri harus menentukan takdirnya sendiri saat rahasia asal-usulnya mulai membayangi hubungan dengan orang tuanya.
Berlatar Jepang era 1920-an yang penuh gejolak, film ini menyajikan drama sejarah yang emosional dan puitis. Kisah ini mengikuti perjuangan untuk menggapai mimpi di tengah kehancuran ekonomi, gempa bumi besar, hingga bayang-bayang perang dunia yang kian mencekam.
Sejak kecil, Jiro Horikoshi terobsesi pada keindahan pesawat terbang meski penglihatannya terbatas. Ia bertekad menjadi insinyur hebat di tengah zaman yang tidak menentu. Ambisinya membawanya pada tantangan teknis yang berat serta tuntutan ekspektasi industri.
Di tengah tekanan karier, ia bertemu dengan Nahoko Satomi, sosok wanita yang memikat hatinya lewat momen tak terduga. Hubungan mereka tumbuh dengan penuh ketulusan, namun dibayangi oleh kondisi kesehatan yang sangat rapuh dan sulit untuk disembuhkan segera.
Bagi sang insinyur, merancang mesin terbang adalah wujud cinta pada keindahan, sementara bagi sang kekasih, hidup adalah perjuangan untuk tetap bernapas. Keduanya berusaha merajut kebahagiaan di tengah konflik batin antara mengejar obsesi pribadi dan tanggung jawab sosial.
Seberapa jauh seseorang sanggup mengorbankan segalanya demi mewujudkan impian terbesar dalam hidup? Di tengah badai angin perubahan yang kencang, mereka harus memilih antara kejayaan karier yang gemilang atau kehadiran orang tersayang yang kian memudar setiap harinya.