Ishiyama High adalah sekolah penuh berandalan kejam yang tidak punya aturan. Suasana mencekam mendadak berubah drastis saat seorang pemuda tangguh tak sengaja menemukan bayi misterius di sungai. Bayi itu adalah titah kehancuran bagi seluruh umat manusia.
Tatsumi Oga adalah berandalan terkuat yang justru terpilih menjadi pengasuh bayi iblis tersebut. Dia terjebak dalam situasi konyol di mana dia harus merawat anak itu sambil menghadapi tantangan dari geng sekolah yang ingin merebut takhtanya.
Bayi bernama Beelzebub ini sangat agresif dan selalu memicu masalah besar. Karena tidak bisa dipisahkan lebih dari beberapa meter, Oga terpaksa membawa bayi ini ke mana pun, bahkan saat terlibat perkelahian brutal di lingkungan sekolah yang liar.
Kehadiran pengasuh iblis bernama Hildegard menambah kompleksitas masalah. Dia menuntut Oga untuk melatih bayi itu menjadi raja iblis masa depan. Hubungan canggung antara manusia sangar dan pelayan iblis yang dingin ini menciptakan kekacauan lucu.
Kini, Oga harus menyeimbangkan kehidupan sekolahnya yang keras dengan tanggung jawab sebagai orang tua dari sang calon penghancur dunia. Pertempuran sengit pun tak terelakkan saat kekuatan supranatural mulai bercampur dengan baku hantam khas berandalan.
Jepang tahun 1955 menjadi saksi suram nasib tujuh remaja yang dikirim ke Reformatori Shio. Di balik jeruji besi yang dingin, mereka harus menghadapi brutalnya siksaan fisik dan mental dari sipir kejam yang membuat hidup terasa seperti di neraka.
Kisah ini berpusat pada Mario Minakami, seorang petarung tangguh yang pantang menyerah. Bersama enam rekannya, ia berjuang bertahan hidup di bawah tekanan, membangun ikatan persaudaraan yang tak tergoyahkan meski dunia luar terus menghujani mereka.
Kehadiran Rokurouta Sakuragi menjadi cahaya bagi kelompok itu. Sebagai kakak tertua, ia memberikan kekuatan dan bimbingan bagi yang lain agar tidak kehilangan jati diri. Namun, ancaman dari dokter sadis Gisuke Sasaki terus membayangi mereka.
Konflik memuncak saat ambisi jahat penguasa penjara mulai menguji loyalitas antar kawan. Setiap karakter harus berhadapan dengan trauma masa lalu dan rasa sakit, sembari berusaha keras menjaga janji untuk kembali ke masyarakat dengan kepala tetap tegak.
Drama psikologis ini menyoroti arti harapan di tengah keputusasaan. Melalui perjuangan berat, mereka membuktikan bahwa meski berada di dasar jurang kehancuran, api persahabatan dapat mengubah nasib dan masa depan yang gelap menjadi sebuah kemenangan moral.
Selamat datang di sekolah paling sangar di Jepang, sebuah tempat di mana para muridnya bukanlah pelajar biasa melainkan kumpulan berandalan dengan reputasi mengerikan. Atmosfer tegang dan kekerasan jalanan menjadi makanan sehari-hari di sini.
Takashi Kamiyama justru hadir sebagai anomali di antara gerombolan berandalan tersebut. Dengan wajah yang terlihat sangat polos dan sopan, ia berusaha bertahan hidup di lingkungan penuh intimidasi, meski seringkali terjebak situasi absurd.
Persahabatan unik terjalin antara dirinya dengan Shinjiro Hayashida yang punya gaya rambut unik, serta Akira Maeda yang sering kesal karena selalu dianggap sebagai ketua berandalan padahal ia hanyalah murid yang sangat biasa saja.
Konflik kian memuncak saat kehadiran Freddie Mercury, seorang siswa misterius yang sangat mirip legenda musik, serta Gorilla yang entah bagaimana diterima menjadi murid di sekolah ini tanpa ada satu orang pun yang merasa keberatan.
Ketidakmungkinan menjadi norma saat para karakter ini berusaha menavigasi dinamika sekolah yang kacau. Komedi surealis menjadi tema utama, menunjukkan bahwa di Cromartie, akal sehat adalah hal terakhir yang perlu kamu bawa saat melangkah masuk.
Dunia pendidikan yang kaku kini mendapatkan tantangan tak terduga lewat kehadiran seorang pria eksentrik. Genre komedi satir ini menyoroti kehidupan sekolah menengah yang penuh tekanan, di mana aturan ketat sering kali membungkam potensi sejati para siswa.
Sosok Eikichi Onizuka, seorang mantan anggota geng motor yang disegani, memutuskan banting setir menjadi guru demi mencari jodoh. Gaya mengajarnya yang sangat nyeleneh dan penuh aksi fisik membuat banyak pihak sekolah merasa sangat cemas.
Ia ditempatkan di kelas 3-4 yang terkenal nakal karena sering membuat guru mereka mengundurkan diri. Salah satu muridnya yang paling cerdas, Azusa Fuyutsuki, perlahan mencoba memahami metode uniknya dalam menangani masalah psikologis remaja.
Hubungan mereka penuh dengan gesekan karena perbedaan prinsip yang ekstrem. Namun, kehadiran sang guru justru menjadi katalisator bagi murid-murid yang merasa terasingkan, karena ia lebih mementingkan kedekatan emosional daripada nilai akademik yang membosankan.
Konflik memuncak saat ia harus berhadapan dengan sistem sekolah yang korup dan manipulatif. Tema tentang perubahan hidup dan keberanian untuk mendobrak batasan sosial menjadi inti cerita yang menyentuh, sangat kocak, sekaligus memberikan pelajaran berharga.