Tiba-tiba, tiga puluh ribu pemain game daring Elder Tale terjebak dalam dunia virtual yang kini terasa nyata. Tanpa tombol keluar, mereka terdampar di tengah kekacauan, ketidakpastian, dan hukum dunia game yang kini menjadi kenyataan pahit bagi setiap orang.
Di balik kekacauan itu, muncul Shiroe, seorang ahli strategi jenius yang lebih suka bermain solo. Ia terpaksa turun tangan untuk membangun tatanan baru, mencoba memahami rahasia di balik fenomena aneh yang mengubah hidup jutaan orang selamanya.
Ia ditemani oleh Naotsugu, seorang petarung setia dengan selera humor konyol, serta Akatsuki, seorang pembunuh bayaran yang sangat memuja Shiroe. Bersama, mereka membentuk tim unik demi mencari jalan pulang dari dunia penuh teka-teki berbahaya ini.
Konflik mulai memanas ketika para pemain harus berhadapan dengan penduduk asli dunia tersebut, NPC yang kini memiliki kesadaran. Hubungan diplomasi yang rumit menjadi ujian berat bagi Shiroe untuk menyatukan kekuatan demi kelangsungan hidup di zona perang.
Saat politik dan kekuasaan mulai mendominasi, mereka harus berjuang mempertahankan kemanusiaan di tengah sistem yang dingin. Fokus utama adalah strategi cerdas untuk menaklukkan tantangan demi mengungkap kebenaran di balik dunia Elder Tale yang sangat misterius.
Dua pria asing tiba-tiba terbangun di sebuah bar misterius yang sunyi tanpa ingatan akan masa lalu mereka. Atmosfer mencekam langsung menyelimuti ruangan saat mereka dipaksa memainkan permainan biliar demi mempertaruhkan nyawa demi tujuan yang kabur.
Seorang pria tua yang tenang dan pemuda yang tampak gugup dipaksa saling berhadapan. Decim, sang bartender dingin yang mengawasi permainan, memicu ketegangan di antara mereka agar sisi gelap dari kepribadian masing-masing mulai muncul ke permukaan.
Takashi, pria tua yang bijaksana, mencoba memahami situasi meski dihantui rasa takut. Sementara itu, Machiko yang awalnya terlihat sopan justru menunjukkan sifat aslinya saat tekanan permainan biliar mulai menyiksa batin mereka berdua.
Permainan biliar ini bukan sekadar hiburan biasa, melainkan ujian moral yang kejam. Hubungan mereka yang awalnya asing berubah menjadi kompetisi penuh kecurigaan, di mana setiap pukulan bola membawa konsekuensi fisik yang mengerikan bagi tubuh mereka sendiri.
Saat bola terakhir akan disodok, rahasia kelam masa lalu mulai terungkap. Pertarungan psikologis ini memaksa mereka berhadapan dengan dosa terdalam, mempertanyakan apakah nyawa memang layak dipertaruhkan hanya demi sebuah kemenangan dalam permainan yang sangat fatal.