Berlatar di Hokkaido yang dingin, perburuan emas suku Ainu berlanjut dengan intensitas tinggi. Musim kedua ini menyajikan aksi bertahan hidup yang brutal dan penuh strategi di tengah alam liar, sambil mengungkap konspirasi kelam yang tersimpan rapi.
Sugimoto sang prajurit abadi terus melangkah demi janji masa lalunya. Dia bekerja sama dengan Asirpa, gadis Ainu yang tangguh dan cerdas, untuk mengumpulkan potongan kulit tato yang menjadi peta harta karun misterius yang sangat berharga.
Hubungan mereka yang unik diuji oleh berbagai ancaman dari faksi lain. Hijikata, sosok legendaris yang licik, turut terjun dalam pertarungan mematikan ini dengan ambisi pribadinya sendiri, membawa konflik internal yang semakin kompleks dan tak terduga.
Di sisi lain, Ogata si penembak jitu yang dingin terus membayangi mereka dengan motif yang abu-abu. Persaingan antar kelompok pemburu emas ini memicu ketegangan psikologis, di mana loyalitas bisa berubah sewaktu-waktu demi ambisi emas yang menggoda.
Ketegangan memuncak saat mereka menghadapi musuh di lingkungan ekstrem. Tema kesetiaan, nilai kemanusiaan, serta sisi gelap sejarah Jepang beradu dalam perjalanan panjang yang menantang maut, memaksa tiap individu untuk bertahan atau hancur di tengah salju.
Dunia lari estafet jarak jauh yang penuh keringat menjadi panggung utama drama olahraga ini. Sepuluh mahasiswa dari berbagai latar belakang terpaksa bersatu demi ambisi gila menaklukkan Hakone Ekiden, ajang lari maraton paling bergengsi di Jepang.
Pertemuan tak terduga antara mantan pelari elit Kakeru Kurahara dan mahasiswa tingkat empat Haiji Kiyose memicu segalanya. Haiji dengan gigih memaksa rekan satu asrama yang tidak berpengalaman untuk mulai berlatih keras demi impian tersebut.
Hubungan mereka penuh ketegangan karena Kakeru yang tertutup sering berkonflik dengan teman-teman barunya. Sifat keras kepala dan masa lalu Kakeru yang kelam menjadi hambatan utama dalam membangun kerja sama tim yang solid untuk menghadapi kerasnya latihan fisik.
Anggota lain seperti si kembar Joji dan Jota, serta veteran Akane harus berjuang melawan rasa ragu. Mereka yang awalnya enggan, perlahan mulai menemukan alasan pribadi untuk terus berlari di bawah bimbingan Haiji yang sangat ambisius.
Menghadapi tekanan publik dan keterbatasan kemampuan, mereka harus melampaui batas diri sendiri. Apakah sekelompok pelari amatir ini mampu menyatukan tekad dan ritme langkah untuk mencapai garis finis di tengah kuatnya hembusan angin yang menantang jiwa?
Hidup di pesisir pantai Izu menjanjikan impian masa muda yang ceria bagi mahasiswa baru. Namun, realitanya justru berubah menjadi komedi kacau penuh pesta alkohol dan aksi konyol saat sekelompok pria bergabung dengan klub menyelam bernama Peek a Boo.
Iori Kitahara datang ke kota ini berharap kehidupan kampus yang ideal. Malang, ia justru terseret ke dalam lingkaran setan para senior yang terobsesi dengan pesta minuman keras setiap hari, menghancurkan ekspektasi hidup tenang yang ia dambakan.
Hubungan Iori dengan sepupunya, Chisa Kotegawa, semakin rumit karena sang gadis sangat membenci gaya hidup hura-hura tersebut. Gadis pendiam ini adalah penyelam berbakat yang selalu merasa malu memiliki kerabat yang berkelakuan seperti berandalan mabuk.
Dinamika juga diperparah oleh Kohei Imamura, teman satu nasib yang aneh dan terobsesi dengan budaya otaku. Bersama-sama, mereka berdua sering menjadi korban kejahilan para senior yang egois, terjebak dalam masalah demi masalah yang konyol namun seru.
Di balik tawa dan kekacauan, mereka perlahan belajar tentang arti persahabatan sejati dan indahnya dunia bawah laut. Meskipun sering terlibat konflik absurd, kebersamaan mereka membawa petualangan tak terlupakan dalam menyongsong kedewasaan yang unik.