Berlatar di Hokkaido pasca perang Rusia-Jepang, petualangan berdarah ini memadukan aksi bertahan hidup dengan misteri harta karun emas yang legendaris. Suasana dingin nan kejam menyelimuti pencarian penuh bahaya yang melibatkan konspirasi besar dan sejarah kelam.
Saichi Sugimoto, mantan tentara yang dijuluki si Abadi, harus berburu emas demi menepati janji pada sahabatnya. Ia kemudian bertemu dengan Asirpa, gadis Ainu yang tangguh dan ahli melacak, yang memiliki motif pribadi untuk mengungkap pembunuhan ayahnya.
Keduanya menjalin aliansi unik di tengah hutan belantara, saling mengandalkan untuk menghadapi tantangan alam dan musuh brutal. Mereka harus mengumpulkan potongan peta tato yang terukir di tubuh narapidana penjara Abashiri demi mencapai tumpukan emas yang tersembunyi.
Konflik memuncak saat Toshizo Hijikata, sosok legendaris yang kembali bangkit, memimpin faksi saingan untuk merebut kekayaan tersebut. Perebutan kekuasaan ini menciptakan dinamika penuh intrik yang memaksa mereka terlibat dalam pertumpahan darah yang tidak terelakkan.
Perjalanan ini bukan sekadar tentang emas, melainkan perjuangan jati diri, budaya, dan moralitas di tengah kekacauan. Kesetiaan diuji, sementara rahasia masa lalu perlahan terungkap dalam balutan aksi yang menegangkan dan kehangatan kuliner khas yang tak terduga.
Di sebuah dunia futuristik yang sunyi, kehidupan manusia telah punah. Sebagai gantinya, lahir makhluk abadi berwujud batu permata yang rapuh. Mereka harus berjuang melindungi diri dari serangan penghuni bulan yang ingin memanen tubuh mereka sebagai perhiasan.
Phosphophyllite adalah permata termuda yang sangat lemah dan tidak berguna dalam pertempuran. Dengan tubuh yang mudah retak, ia merasa putus asa karena tidak memiliki peran berarti selain hanya menjadi beban bagi rekan-rekannya yang lain di pulau itu.
Ia mendambakan sosok kuat seperti Cinnabar, permata kesepian yang terasing karena racun tubuhnya. Meskipun berbeda nasib, mereka berbagi kesedihan mendalam atas keterbatasan fisik yang membuat mereka sering merasa terbuang dan tidak berharga di mata kelompok.
Seiring waktu, berbagai kehilangan mengubah kepribadian mereka secara drastis. Pertemuan dengan mentor bijak bernama Adamantine justru memicu banyak pertanyaan tak terjawab tentang eksistensi, pengorbanan, dan rahasia kelam di balik sejarah dunia mereka.
Evolusi emosional ini perlahan mengungkap sisi kelam dari keabadian. Saat konflik dengan musuh kian intens, mereka dipaksa menghadapi trauma serta perubahan jati diri yang menyakitkan, mempertanyakan arti hidup bagi mahluk yang sejatinya tak bisa mati.
Dunia perlahan sekarat karena krisis energi magis yang memburuk, memaksa umat manusia berada di ambang kepunahan. Di tengah kehancuran ini, sebuah konspirasi kelam terungkap, melibatkan pengorbanan seorang gadis demi keselamatan seluruh dunia yang kini kian mencekam.
Shirou Emiya menjalani kehidupan penuh tekanan sebagai pelindung, mencoba menyeimbangkan kewajibannya dengan rasa sayangnya. Ia harus membuat pilihan yang mustahil ketika dihadapkan pada takdir kejam yang menimpa adiknya, sosok paling berharga baginya.
Hubungan mereka diuji saat Miyu Edelfelt disekap oleh organisasi rahasia yang mengincar kekuatannya sebagai cawan suci. Sang kakak bersumpah akan melakukan apa pun untuk menyelamatkannya, meski harus melawan dunia yang dingin dan memusuhi keberadaan mereka.
Konflik batin membara dalam diri Shirou saat ia menentang ketetapan takdir demi kemanusiaan sang adik tercinta. Ia menolak membiarkan Miyu menjadi alat bagi mereka yang haus akan kekuatan, memicu pertarungan dramatis penuh air mata dan pengorbanan yang sangat besar.
Semuanya bermuara pada janji suci di tengah badai salju yang dingin menusuk tulang. Apakah tekad kuat seorang kakak mampu mengubah arah nasib yang sudah tertulis, ataukah mereka justru terjebak dalam lingkaran keputusasaan yang tidak akan pernah menemui akhirnya?