Kalau bicara soal rivalitas paling legendaris di dunia anime, sudah pasti Rikiishi Tooru orangnya. Dia bukan sekadar petinju biasa, tapi sosok yang sangat disiplin, punya aura elit, dan jadi tembok raksasa yang harus dilewati sama Joe Yabuki. Dari awal kemunculannya, Rikiishi sudah kelihatan banget beda kelasnya, baik dari segi teknik maupun mental petarung yang dingin tapi berwibawa.
Obsesi Rikiishi buat tanding ulang sama Joe itu gila banget, sampai-sampai dia rela diet ketat demi turun ke kelas berat yang nggak masuk akal buat badannya. Dia bener-bener nahan lapar dan haus demi bisa berhadapan sama Joe dalam kondisi puncak. Buat dia, tinju itu bukan cuma soal menang-kalahan, tapi tentang kehormatan dan pembuktian diri sebagai petarung sejati yang nggak mau kompromi sama keadaan.
Momen klimaks pertarungan mereka bener-bener ikonik dan bikin siapa pun yang nonton pasti nyesek. Rikiishi nggak cuma jadi musuh bebuyutan, tapi juga sosok yang bikin Joe tumbuh jadi petinju yang lebih dewasa. Sampai akhir hayatnya di atas ring, dia tetap jadi petinju yang paling dihormati, dan bayang-bayangnya bakal terus nempel di perjalanan karier Joe selamanya.