Kalau ngomongin Yoko Shiraki, pasti langsung kepikiran sosok perempuan elegan yang dandanannya selalu berkelas. Dia ini anak dari pemilik sasana tinju ternama, jadi hidupnya memang serba berkecukupan. Tapi, alih-alih cuma jadi sosialita, dia punya ketertarikan yang dalam banget sama dunia tinju, sampai akhirnya dia ketemu sama Joe Yabuki, petinju jalanan yang hidupnya keras banget.
Hubungan mereka berdua ini jujur bikin gregetan banget. Awalnya, Yoko cuma ngeliat Joe sebagai petinju liar yang harus dijinakkan, tapi lama-lama perasaan mereka jadi campur aduk. Yoko tuh sebenarnya peduli banget sama kondisi kesehatan Joe yang makin hari makin parah karena efek samping dari pertarungan brutal di ring, tapi dia juga sadar kalau Joe nggak bakal bisa berhenti tinju begitu saja.
Di sepanjang cerita, Yoko ini sosok yang sebenarnya kesepian di balik topeng dinginnya. Dia selalu berusaha ngatur segalanya biar Joe aman, tapi ya namanya juga Joe, dia punya prinsip hidup sendiri. Bisa dibilang, Yoko adalah saksi kunci sekaligus orang yang paling paham gimana perjalanan emosional dan tragis yang dilalui Joe sampai di akhir hayatnya sebagai petinju sejati.