Malam musim semi yang sunyi berubah menjadi mimpi buruk bagi Koyomi Araragi setelah ia bertemu dengan seorang gadis misterius. Insiden berdarah yang mengerikan pun terjadi, menyeret sang pemuda SMA ke dalam sisi gelap dunia supranatural yang mencekam.
Sang gadis, Kiss-shot Acerola-orion Heart-under-blade, adalah vampir legendaris dengan kekuatan mengerikan. Dalam keadaan sekarat dan kehilangan anggota tubuh, ia memohon bantuan Koyomi Araragi untuk memulihkan nyawanya yang terkuras habis.
Demi menyelamatkan nyawa makhluk yang ia takuti sekaligus dikasihani, Koyomi Araragi akhirnya membuat pilihan fatal. Ia mengorbankan kemanusiaannya sendiri demi menjadi pelayan vampir itu, terikat dalam kontrak darah yang akan mengubah takdir hidupnya.
Di tengah kekacauan ini, muncul sosok Meme Oshino, seorang spesialis aneh yang kehadirannya menambah lapisan misteri. Ia menjadi mediator sekaligus penuntun bagi Koyomi Araragi yang kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit sebagai seorang penghuni malam.
Perburuan nyawa pun dimulai saat musuh-musuh kuat datang memburu sisa kekuatan sang vampir. Apakah Koyomi Araragi sanggup memenangkan pertaruhan nyawa ini, atau justru ia akan kehilangan sisa jiwanya selamanya di bawah bayang-bayang haus darah tersebut?
Dunia kompetisi renang SMP yang penuh ambisi menjadi panggung utama dalam drama olahraga ini. Berfokus pada fase transisi kehidupan remaja, film ini mengeksplorasi perjuangan mencari jati diri di tengah arus tekanan sekolah dan dinamika persahabatan yang kian kompleks.
Haruka Nanase yang pendiam kini mencoba menyesuaikan diri di bangku SMP. Ia mulai menjalin hubungan intens dengan Makoto Tachibana, sahabat setianya yang selalu berusaha memahami keinginan terpendam Haruka meski mereka memiliki gaya berenang berbeda.
Kehadiran Asahi Shiina yang energik dan Ikuya Kirishima yang perfeksionis membawa warna baru dalam tim renang mereka. Gesekan kepribadian di antara keempatnya sering memicu konflik kecil yang menguji kerja sama serta kekompakan dalam sebuah estafet.
Haruka harus belajar menerima bahwa berenang bukan sekadar soal perasaan pribadi, melainkan tentang sinkronisasi dengan rekan satu tim. Tantangan emosional muncul saat mereka mencoba menyelaraskan ritme individu menjadi harmoni yang kuat demi mencapai target bersama.
Di balik gemerlap air kolam, mereka berupaya mendobrak batasan diri dan ego masing-masing. Pertemanan yang tumbuh di masa remaja ini menjadi fondasi bagi masa depan mereka, menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah derasnya kompetisi yang penuh gejolak.