Dunia sekolah yang tenang tiba-tiba berubah saat latihan paduan suara dimulai. Di tengah persiapan festival, benih cinta perlahan tumbuh di antara dua remaja yang memiliki kepribadian sangat kontras, menghadirkan kisah romansa remaja yang sangat jujur.
Rihito Sajou adalah siswa teladan yang pendiam dan serius dalam studinya. Ia merasa canggung saat harus berinteraksi dengan teman sekelasnya, terutama ketika ia kesulitan menyanyikan bagian lagu yang cukup sulit dalam paduan suara kelas tersebut.
Di sisi lain, Hikaru Kusakabe adalah anak band yang populer, berjiwa bebas, dan sangat santai. Melihat Rihito yang kesulitan, Hikaru memutuskan untuk menawarkan bantuan. Pertemuan tak terduga ini justru memicu getaran asmara yang tak terduga.
Hubungan mereka berkembang dari sekadar teman sekelas menjadi sesuatu yang lebih dalam. Meski begitu, perbedaan gaya hidup dan ketakutan akan penilaian orang lain membuat keduanya harus bergelut dengan kebimbangan perasaan yang mulai tumbuh di hati mereka.
Akankah mereka berani menghadapi dunia luar demi perasaan tulus yang kini menetap? Di antara alunan musik dan masa muda yang singkat, mereka belajar bahwa mencintai seseorang berarti menerima segala ketakutan dan keberanian untuk tetap terus bersama.
Musim dingin yang dingin menyelimuti kota, membawa kegelapan yang kian mendekati akhir dunia. Para anggota S.E.E.S menyadari bahwa perjuangan mereka selama ini mengarah pada takdir yang tak terelakkan. Kini, bayang-bayang kehancuran global terasa begitu nyata.
Makoto Yuki harus bergulat dengan beban berat di pundaknya setelah mengetahui kebenaran pahit tentang misinya. Kehilangan teman-teman yang berharga perlahan mengikis semangatnya, membuat ia merenungkan kembali arti kehidupan yang selama ini ia jalani.
Hubungan erat antara Aigis dan Makoto menjadi jangkar emosional di tengah kekacauan. Sang android mulai merasakan gejolak kemanusiaan saat ia berupaya melindungi pemuda itu, sementara ikatan persahabatan kelompok tersebut diuji oleh rasa takut akan kematian.
Yukari Takeba dan rekan lainnya berjuang menekan keraguan diri di tengah ancaman entitas yang maha dahsyat. Mereka harus memutuskan apakah akan terus bertarung melawan takdir yang sudah ditentukan atau menyerah pada keputusasaan yang kian menghantui.
Puncak konflik menyajikan pilihan sulit di antara batas hidup dan mati. Tema tentang menerima kefanaan menjadi kunci utama saat dunia berada di ambang keruntuhan. Akankah cahaya harapan mampu menembus malam panjang ini sebelum segalanya benar-benar berakhir?