Turnamen penyisihan musim semi akhirnya mencapai tahap krusial yang mendebarkan. SMA Karasuno harus membuktikan tajinya di lapangan voli untuk menumbangkan lawan-lawan tangguh yang siap menghalangi langkah mereka menuju kejayaan tingkat nasional yang bergengsi.
Sorotan utama tertuju pada persaingan sengit dengan Aoba Johsai. Sang setter jenius Toru Oikawa hadir sebagai tembok besar bagi Shoyo Hinata yang sedang berjuang keras mengasah insting dan kemampuan fisiknya demi melampaui batas diri.
Dinamika antara Oikawa dan mantan juniornya, Tobio Kageyama, menambah tensi drama yang kental. Trauma masa lalu dan ambisi untuk pembuktian diri menjadi bensin utama yang memanaskan atmosfer pertandingan di balik jaringan net yang sangat tipis itu.
Di sisi lain, Kei Tsukishima harus menghadapi tantangan mental saat ia berhadapan dengan lawan yang jauh lebih berpengalaman. Kepercayaan diri serta cara pandangnya terhadap olahraga voli mulai diuji melalui rentetan serangan yang tak henti-hentinya.
Pertarungan ini bukan sekadar tentang skor akhir, melainkan benturan idealisme antara talenta alami dan kerja keras tanpa henti. Apakah Karasuno mampu mematahkan dominasi musuh bebuyutan mereka atau justru harus terkubur oleh strategi matang sang kapten lawan?
Dunia perlahan sekarat karena krisis energi magis yang memburuk, memaksa umat manusia berada di ambang kepunahan. Di tengah kehancuran ini, sebuah konspirasi kelam terungkap, melibatkan pengorbanan seorang gadis demi keselamatan seluruh dunia yang kini kian mencekam.
Shirou Emiya menjalani kehidupan penuh tekanan sebagai pelindung, mencoba menyeimbangkan kewajibannya dengan rasa sayangnya. Ia harus membuat pilihan yang mustahil ketika dihadapkan pada takdir kejam yang menimpa adiknya, sosok paling berharga baginya.
Hubungan mereka diuji saat Miyu Edelfelt disekap oleh organisasi rahasia yang mengincar kekuatannya sebagai cawan suci. Sang kakak bersumpah akan melakukan apa pun untuk menyelamatkannya, meski harus melawan dunia yang dingin dan memusuhi keberadaan mereka.
Konflik batin membara dalam diri Shirou saat ia menentang ketetapan takdir demi kemanusiaan sang adik tercinta. Ia menolak membiarkan Miyu menjadi alat bagi mereka yang haus akan kekuatan, memicu pertarungan dramatis penuh air mata dan pengorbanan yang sangat besar.
Semuanya bermuara pada janji suci di tengah badai salju yang dingin menusuk tulang. Apakah tekad kuat seorang kakak mampu mengubah arah nasib yang sudah tertulis, ataukah mereka justru terjebak dalam lingkaran keputusasaan yang tidak akan pernah menemui akhirnya?