Dunia musik indie yang penuh emosi kembali hadir menyapa lewat alunan melodi yang memikat. Fokus cerita kini bergeser pada dinamika persahabatan yang rumit di tengah ambisi besar untuk meraih panggung impian dalam sebuah kompetisi musik yang sangat prestisius.
Hiiragi Kashima, yang merasa kehilangan arah setelah ditinggal pergi sahabatnya, berusaha keras untuk bangkit. Ia mengajak Shizusumi Yagi untuk kembali merajut mimpi di band mereka, sembari menyimpan perasaan yang terus saja mengganjal.
Hubungan mereka yang canggung dan penuh teka-teki menjadi inti drama ini. Di sisi lain, Ritsuka Uenoyama dan Mafuyu Sato mencoba menyeimbangkan kehidupan pribadi mereka dengan tuntutan profesionalisme band Given yang semakin berkembang pesat.
Tekanan untuk tampil sempurna di depan publik mulai menguji kesetiaan dan kejujuran hati masing-masing anggota. Luka masa lalu yang belum sepenuhnya tertutup kini perlahan terbuka kembali, memaksa mereka menghadapi kenyataan pahit demi mencapai sebuah harmoni.
Akankah mereka mampu mengatasi keraguan diri dan konflik batin yang menyiksa itu? Film ini mengeksplorasi perjuangan musisi muda dalam menemukan jati diri di balik dentuman lagu, saat setiap nada yang dimainkan adalah cerminan dari perasaan yang tak terucap.
Dunia musik yang penuh melodi melankolis menjadi panggung utama perjalanan emosional yang mendalam. Kehidupan remaja yang tampak tenang seketika berubah drastis saat takdir mempertemukan mereka melalui dentuman gitar dan lirik lagu yang menyimpan rahasia.
Ritsuka Uenoyama adalah seorang gitaris berbakat yang mulai kehilangan gairahnya terhadap musik. Namun, semangatnya tiba-tiba terbakar kembali setelah mendengar senandung misterius dari sosok penyendiri yang memegang gitar rusak di sudut sekolah.
Pemilik suara emas itu adalah Mafuyu Sato, remaja tertutup dengan masa lalu yang kelam. Pertemuan tidak terduga ini memicu ketertarikan intens, memaksa mereka untuk menghadapi gejolak batin dan rasa sakit yang selama ini mereka pendam dalam diam.
Di sisi lain, ikatan ini juga melibatkan Akihiko Kaji dan Haruki Nakayama yang turut merasakan getaran emosi di antara mereka. Dinamika band yang terbentuk bukan sekadar tentang harmoni nada, melainkan perjuangan jujur mengungkapkan perasaan hati.
Melalui setiap petikan senar, mereka mencoba menyuarakan jeritan jiwa yang sulit terucap lewat kata-kata. Drama ini menggali lebih dalam tentang proses penyembuhan, cinta yang tumbuh perlahan, serta keberanian untuk melepas trauma masa lalu yang pahit.