Musim dingin perlahan menyapa, membawa hawa dingin yang kontras dengan kehangatan romansa remaja sekolah. Anime bergenre slice-of-life ini berfokus pada transisi emosional yang mendebarkan saat masa-masa SMA mulai memasuki babak akhir yang sangat dinanti.
Sasaki akhirnya mendekati masa kelulusannya, memicu kegelisahan di hati karena waktu kebersamaan dengan pujaan hatinya akan segera berkurang. Rasa cemas akan perpisahan membuat setiap momen berharga terasa jauh lebih bermakna dari biasanya.
Sementara itu, Miyano mulai menyadari betapa dalam perasaannya terhadap sang senior. Ia berjuang keras untuk jujur pada diri sendiri dan menghadapi ketakutan akan perubahan besar yang akan segera terjadi dalam hubungan spesial mereka yang sangat manis.
Kedekatan mereka diuji oleh kenyataan bahwa jalan hidup akan segera berbeda. Keraguan mulai muncul saat mereka harus memikirkan masa depan masing-masing, namun keinginan untuk tetap bersama tetap menjadi pendorong utama dalam dinamika hubungan yang sedang tumbuh.
Ketegangan memuncak saat mereka harus menentukan arah hubungan sebelum perpisahan nyata di depan mata. Film ini menggali esensi cinta, keberanian dalam mengungkapkan perasaan, serta bagaimana mereka menghargai setiap detik sebelum melangkah ke masa dewasa.
Dunia sekolah yang tenang tiba-tiba berubah saat sebuah insiden kecil memicu benang takdir yang tak terduga. Genre slice of life ini menyajikan romansa yang berkembang pelan di lorong sekolah, penuh dengan momen manis dan kecanggungan remaja yang bikin gemas.
Miyano adalah seorang kutu buku yang pemalu dan sangat terobsesi dengan manga bertema boys love. Ia merasa rendah diri karena memiliki wajah yang terlalu feminin, sebuah rahasia yang membuatnya sering merasa canggung saat berada di tengah keramaian.
Hidupnya berubah drastis setelah bertemu dengan Sasaki, seorang senior nakal yang punya reputasi suka membuat onar. Anehnya, sang senior justru menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap hobi bacaan sang junior, meski awalnya ia hanya berniat untuk mendekat saja.
Hubungan mereka berkembang lewat sesi berbagi manga dan diskusi seru di perpustakaan. Sang senior mulai merasakan perasaan yang lebih dalam, namun sang junior yang lugu justru terjebak dalam delusi romantis di kepalanya sendiri, membuat komunikasi menjadi cukup rumit.
Konflik batin mulai muncul saat perasaan mereka perlahan tumbuh melampaui batas pertemanan biasa. Di antara tumpukan buku dan tatapan malu-malu, keduanya harus memberanikan diri menghadapi kenyataan bahwa cinta terkadang tumbuh di tempat yang tak diduga.
Dunia musik yang penuh melodi emosional kembali memanggil lewat perspektif yang belum terjamah. Melalui sisi lain perjalanan grup band Given, kisah ini menggali lebih dalam sisi personal para anggotanya saat mereka berjuang menyeimbangkan mimpi dan kenyataan.
Sorotan tertuju pada Ritsuka Uenoyama, gitaris jenius yang kini harus menghadapi kebimbangan batin. Meski bakatnya diakui banyak orang, tekanan untuk terus berkarya di bawah bayang-bayang ekspektasi masa depan mulai menguji semangat membara dirinya.
Di sampingnya, Mafuyu Sato hadir sebagai pusat dari segala kegelisahan yang ada. Hubungan mereka yang unik dan penuh kata-kata yang tak terucap menjadi benang merah yang mengikat emosi setiap karakter dalam narasi penuh dengan melodi melankolis ini.
Tidak ketinggalan, Haruki Nakayama dan Akihiko Kaji turut memainkan peran vital dalam menjaga harmoni tim. Mereka harus menghadapi gejolak perasaan pribadi yang rumit, sembari berusaha memastikan keutuhan band di tengah badai pendewasaan diri.
Ketika melodi mulai tercipta dari kejujuran rasa, batasan antara panggung dan kehidupan nyata perlahan memudar. Akankah ikatan yang mereka bangun mampu bertahan saat ambisi pribadi dan ketakutan akan kehilangan mulai membayangi setiap nada yang mereka mainkan?