Abis baikan sama Dr. Xeno, impian lama Senkuu Ishigami buat bikin misi luar angkasa ke Bulan akhirnya selangkah lagi beneran terwujud! Sementara Dr. Xeno mulai sibuk ngerancang dan ngebangun mesin roketnya, tim Senkuu terus gas pol keliling berbagai benua dan samudra demi nyari sumber daya penting. Nggak cuma nyari bahan baku, mereka juga sekalian ngebangun infrastruktur rahasia dan membangkitkan seluruh populasi manusia yang masih membatu.
Di sisi lain, sosok misterius "Whyman" masih setia menebar teror dan mengawasi bumi dari kegelapan Bulan. Tapi dengan bersatunya kekuatan dan kejeniusan umat manusia saat ini, tinggal nunggu waktu aja sampai roket mereka kelar buat nyamperin si bos misterius itu.
Senkuu dan kawan-kawan udah siap buat baku hantam langsung sama Whyman demi nyari tahu jawaban dari semua misteri pembatuan yang udah bikin manusia pusing selama berabad-abad. Perjalanan menuju luar angkasa pun dimulai, ini bakal jadi misi paling ber-sains dalam sejarah!
Di zaman koboi Amerika, ada balapan paling gokil sedunia bernama Steel Ball Run. Ribuan peserta ngumpul di San Diego buat nempuh jarak 6.000 kilometer lebih lewat padang tandus ekstrem demi hadiah 50 juta dolar. Karena era kuda udah mau habis, peserta dibebasin pakai kendaraan apa aja buat bertahan hidup nembus rute yang belum dipetakan ini.
Di tengah keramaian, Johnny Joestar—mantan joki kuda yang sekarang lumpuh—datang cuma buat nonton. Tapi, pandangannya berubah pas ketemu peserta unik bernama Gyro Zeppeli yang bawa dua bola besi misterius. Johnny ngeliat Gyro pakai bola itu buat ngeluarin kekuatan aneh saat duel, dan pas Johnny nggak sengaja nyentuh bola besinya, kakinya mendadak bisa gerak lagi setelah dua tahun lumpuh.
Demi nyari tahu rahasia di balik bola besi yang bisa bikin dia jalan lagi, Johnny akhirnya nekat ikut mendaftar jadi peserta balapan. Dari sinilah petualangan aneh bin ajaib Johnny dan Gyro mengarungi daratan Amerika dimulai!
Dunia fantasi pasca-petualangan epik kembali membuka tirai misterinya. Perjalanan panjang melintasi waktu terus berlanjut, membawa penonton dalam balutan emosi yang mendalam, nostalgia, dan keajaiban sihir dalam petualangan tenang namun penuh dengan makna hidup.
Frieren kini melanjutkan langkahnya menuju Ende. Sosok elf abadi ini harus menghadapi sisa-sisa kenangan pahit dari sahabat lamanya. Ia belajar memahami arti ikatan manusia yang fana melalui setiap jejak perjalanan yang ia lalui bersama rekan barunya.
Kehadiran Fern sebagai murid yang sabar memberikan warna baru bagi sang elf yang dingin. Dinamika mereka menguji kesabaran dan pertumbuhan emosional, di mana sang murid mulai melampaui gurunya dalam memahami detak jantung kehidupan serta arti kehilangan.
Sementara itu, Stark terus berjuang menghadapi rasa takut dalam dirinya sendiri. Hubungan canggung namun hangat di antara mereka bertiga menjadi jangkar emosional yang kuat, membuktikan bahwa keberanian bukan sekadar otot, tapi juga soal kepedulian tulus.
Tantangan baru menanti di ufuk utara, menguji tekad mereka dalam menghadapi bayang-bayang masa lalu yang belum usai. Tema tentang waktu dan warisan hati menjadi inti perjuangan mereka dalam mencari jawaban atas pertanyaan eksistensial tentang sebuah perpisahan.
Pulau Shinsenkyo yang penuh kutukan masih menyimpan misteri kelam bagi para penyintas. Pertarungan berdarah demi ramuan keabadian kini berubah menjadi perjuangan hidup mati melawan entitas suci yang mengerikan. Ketegangan meningkat saat realitas dan halusinasi mulai melebur.
Gabimaru sang ninja legendaris harus berjuang menekan sisi kemanusiaannya agar tetap waras. Hubungan emosionalnya dengan Sagiri yang merupakan eksekutor dari klan Yamada Asaemon kini diuji, memaksa mereka saling percaya di tengah hutan penuh jebakan mematikan.
Di sisi lain, Yuzuriha dan Chobei terus bergerak secara licik demi ambisi pribadi mereka. Aliansi yang terbentuk sangat rapuh, dipenuhi oleh pengkhianatan yang tak terduga serta rahasia kelam di balik asal-usul para penguasa pulau yang sangat kejam tersebut.
Intensitas konflik memuncak ketika Mei mengungkap kebenaran tentang kekuatan Tao yang sebenarnya. Para tahanan dan eksekutor kini terjebak dalam dilema moral yang berat, di mana setiap keputusan bisa berujung pada kehancuran jiwa maupun tubuh yang semakin melemah.
Tema keabadian dan penebusan dosa menjadi sorotan utama dalam babak baru ini. Mampukah mereka meloloskan diri dari neraka dunia ini sebelum terenggut oleh takdir? Jawaban atas keselamatan mereka terletak pada kesiapan untuk berkorban di balik topeng iblis yang menyiksa.