Jauh sebelum perjalanan ke barat dimulai, kisah ini membawa kita ke surga yang megah namun dingin. Sebuah prekuel yang sarat akan fantasi gelap dan tragedi, mengeksplorasi asal-usul kelam serta ikatan takdir yang mengikat empat jiwa dalam sebuah rantai nasib yang penuh derita.
Sang protagonis, Konzen Douji, adalah keponakan Dewi Kanzeon yang hidup penuh rasa bosan hingga seorang anak monyet misterius hadir dalam kehidupannya. Kehadiran makhluk kecil ini mengubah dunianya yang kaku, memaksa ia untuk merasakan hangatnya kasih sayang.
Di sisi lain, terdapat Goku, bocah murni yang terjebak dalam kesepian surga, serta Tenpou Gensui yang cerdas dan Kenren Taishou yang tangguh. Persahabatan mereka di antara aturan ketat kahyangan menjadi secercah harapan di tengah badai konspirasi.
Namun, kedamaian semu ini terusik oleh intrik para dewa yang haus kekuasaan. Ketiganya harus berjuang melindungi Goku dari ancaman kehancuran yang dirancang oleh mereka yang duduk di singgasana tinggi, mempertaruhkan segalanya demi menjaga kebebasan sang anak monyet.
Apakah ikatan suci di antara mereka cukup kuat melawan kehendak takdir yang kejam? Menghadapi pengkhianatan dan kehancuran, mereka memilih untuk melawan surga demi melindungi sesuatu yang berharga, mengubah garis waktu menjadi legenda yang penuh air mata dan luka.
Perang suci kembali berkobar di abad ke-18, membawa kehancuran di antara para dewa dan umat manusia. Athena turun ke bumi untuk menghadapi ancaman Hades yang berniat melukis seluruh dunia menjadi kanvas kematiannya yang suram dan penuh dengan keputusasaan.
Tenma, seorang pemuda berjiwa api dengan kekuatan kosmos yang meledak-ledak, terjebak dalam takdir tragis. Ia harus mengangkat senjata melawan sahabat karibnya sendiri, Alone, yang kini kerasukan jiwa sang penguasa dunia bawah yang sangat kejam.
Di sisi lain, Sasha berjuang keras memimpin para Saint demi menjaga kedamaian dunia. Hubungan rumit antara tiga sosok masa kecil ini menciptakan konflik batin yang menyayat hati di tengah medan pertempuran yang dipenuhi darah dan pengorbanan suci yang agung.
Para Gold Saint yang legendaris pun bangkit untuk melindungi keadilan dengan sisa tenaga mereka. Mereka bertaruh nyawa menghadapi para Spectre yang sadis demi menghalangi rencana jahat Hades yang ingin menghapus eksistensi manusia dari muka bumi selamanya secara brutal.
Pertempuran demi kehormatan dan persahabatan mencapai titik didih yang memicu ketegangan luar biasa. Tema pengorbanan menjadi inti perjalanan mereka saat mengungkap rahasia takdir yang terjalin erat, menantang kekuasaan dewa demi secercah harapan bagi seluruh umat manusia.