An Observation Log of My Fiancée Who Calls Herself a Villainess
12 Episode 26
Sinopsis
Dunia fantasi kerajaan yang penuh intrik politik dan drama romansa ini mendadak kacau ketika sang tunangan pangeran, Bertia Il Belgon, tiba-tiba mengaku dirinya sebagai seorang penjahat. Keadaan menjadi unik karena dia bertindak sangat konyol dan aneh.
Pangeran tampan bernama Cecil Grasse merasa bingung dengan tingkah tunangannya. Alih-alih merasa terancam oleh perilaku sang gadis, ia justru tertarik untuk mengamati setiap langkah yang diambil oleh Bertia yang sangat gigih demi perannya itu.
Tugas observasi ini berubah menjadi hiburan harian bagi Cecil yang bosan dengan hidupnya. Meski sang gadis berjuang keras untuk menjadi penjahat yang ditakuti, tindakannya justru sering kali membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar dan malah jadi lucu.
Konflik batin mulai dirasakan oleh keduanya saat garis antara skenario permainan dan realitas dunia nyata perlahan memudar. Apakah peran penjahat ini hanyalah delusi belaka, atau ada takdir besar yang tersembunyi di balik pengakuan ganjil dari sang tunangan?
Ikuti perjalanan seru penuh komedi manis dan romansa unik di istana yang megah ini. Akankah Bertia berhasil mencapai tujuannya sebagai antagonis, atau justru Cecil akan jatuh hati sepenuhnya pada tunangannya yang selalu bertingkah di luar nalar ini?
Dua tahun setelah kehancuran Meteor, dunia mencoba bangkit dari luka mendalam. Namun, kedamaian hanyalah ilusi saat penyakit misterius bernama Geostigma mulai merenggut nyawa penduduk. Kota Edge kini menjadi medan pertempuran baru yang penuh ketidakpastian.
Cloud Strife hidup dalam isolasi, berjuang melawan rasa bersalah atas masa lalu yang menghantui. Mantan prajurit ini kini lebih memilih menyendiri, menjauh dari teman-temannya demi menanggung beban traumanya sendiri di tengah situasi kota yang genting.
Tiba-tiba, muncul trio misterius yang dipimpin oleh Kadaj. Mereka berniat membangkitkan entitas legendaris untuk membalaskan dendam sang idola. Kehadiran mereka memaksa sang protagonis untuk kembali mengangkat pedang besarnya demi melindungi masa depan.
Tifa Lockhart terus berusaha menyadarkan sahabatnya tersebut agar kembali ke sisi mereka. Dengan keteguhan hati, ia menjadi jangkar emosional yang penting di tengah kekacauan, mencoba menyatukan kembali kawan lama menghadapi ancaman yang tak kasat mata.
Pertarungan epik pun tak terelakkan saat takdir mulai beradu. Di tengah kepulan debu dan denting baja, keberanian diuji. Akankah pahlawan kita menemukan makna hidup kembali, atau justru masa lalu akan menelan habis segalanya dalam pusaran kehancuran total?