Dunia hiburan dikejutkan kembali oleh aksi grup idol legendaris Franchouchou yang kini merambah ke layar lebar. Saga yang tenang kini berubah menjadi panggung megah, di mana para mayat hidup ini berusaha menaklukan panggung musik nasional lewat kekuatan magis zombi yang unik.
Sakura Minamoto sang penggerak utama harus memimpin rekan-rekannya melewati tantangan emosional yang belum pernah ada sebelumnya. Bersama Kotaro Tatsumi yang ambisius, mereka mencoba menggabungkan ambisi pribadi dengan tanggung jawab sebagai ikon kebangkitan daerah.
Ketegangan meningkat saat Saki Nikaido merasa posisinya terancam oleh kemunculan rival dari masa lalu yang misterius. Persaingan ini memicu perdebatan internal yang mengguncang kekompakan grup, terutama bagi Ai Mizuno yang mulai meragukan masa depan karier mereka yang tidak biasa.
Junko Konno berusaha menengahi konflik dengan ketenangan khasnya, sementara Yugiri memberikan kebijaksanaan tajam di tengah kekacauan. Hubungan persaudaraan mereka diuji saat tekanan publik mulai menuntut kualitas lebih dari sekadar pertunjukan mayat hidup yang menghibur.
Di balik gemerlap lampu panggung, Lily Hoshikawa dan Tae Yamada menyimpan rahasia besar yang bisa mengubah takdir selamanya. Mereka harus berpacu dengan waktu sebelum identitas asli mereka terbongkar dan impian besar Franchouchou hancur lebur oleh kenyataan yang pahit.
Beda dari sekolah lain, Akademi Swasta Hyakkaou itu nyiapin siswanya buat terjun langsung ke dunia nyata. Karena kebanyakan muridnya adalah anak orang-orang terkaya di dunia, sekolah ini punya keunikan tersendiri. Siang hari, tempat ini jadi sekolah biasa yang ngajarin sejarah, bahasa, dan pelajaran umum lainnya. Tapi pas malam tiba, sekolah berubah jadi tempat judi yang ngajarin mereka soal cara ngatur duit dan ngebaca orang. Di sini, uang adalah segalanya; siapa pun yang menang judi bakal jadi penguasa di sekolah.
Yumeko Jabami, murid pindahan yang kelihatan polos dan cantik, udah siap banget nih buat nyobain kurikulum 'spesial' di Hyakkaou. Beda sama yang lain, dia nggak main buat menang, tapi cuma demi keseruan pas bertaruh. Cara main judinya yang gila dan nekat itu mungkin bakal bikin situasi di sekolah jadi makin kacau dan nggak terduga.
Kehadiran Yumeko bener-bener jadi ancaman sekaligus kejutan buat hierarki yang udah terbentuk di sekolah itu. Dengan gaya taruhannya yang nekat, dia bakal ngadepin para penguasa sekolah satu per satu, sambil ngebawa atmosfer permainan yang lebih berbahaya dari yang pernah ada sebelumnya.
Semester kedua dimulai dengan ketegangan yang meningkat di SMP Kunugigaoka. Para murid Kelas 3-E kini harus menghadapi tantangan akademis sekaligus tekanan misi pembunuhan yang kian berat. Waktu terus berjalan, sementara ancaman penghancuran bumi oleh Koro-sensei kian nyata.
Sebagai guru sekaligus target, sang makhluk tentakel itu terus membimbing Nagisa Shiota dan kawan-kawan dengan cara unik. Hubungan mereka bukan sekadar pembunuh dan target, melainkan ikatan murid dengan mentor yang tulus mengajarkan nilai kehidupan di tengah tekanan.
Karma Akabane yang cerdas dan penuh ambisi terus memicu persaingan sengit, sementara Kayano Kaede mulai menyimpan rahasia kelam di balik senyum cerianya. Mereka berusaha menyeimbangkan ambisi membunuh dengan perjuangan meraih masa depan di sekolah yang kejam.
Konflik internal pun pecah saat sosok dari masa lalu mulai muncul, menguji kesetiaan dan mentalitas para murid. Ketegangan psikologis ini memaksa mereka menentukan pilihan sulit: apakah harus menuntaskan tugas negara atau mengikuti kata hati yang telah terikat kuat.
Puncak ujian datang saat batas waktu kian sempit, memicu konfrontasi besar yang mengubah cara pandang mereka tentang keadilan. Di kelas ini, pelajaran paling berharga bukanlah tentang teori buku, melainkan tentang bagaimana cara berdiri tegak menghadapi takdir.
Dunia terancam hancur saat sesosok makhluk gurita berkekuatan super menghancurkan sebagian bulan. Kini, ia menuntut untuk mengajar di kelas buangan SMP Kunugigaoka. Pemerintah terpaksa setuju, memberikan kesempatan pada murid-muridnya untuk membunuh sang guru demi keselamatan bumi.
Di kelas 3-E, para siswa yang dianggap gagal justru menemukan sosok pendidik luar biasa dalam diri Koro-sensei. Ia adalah target pembunuhan yang sangat cepat, namun di saat bersamaan, ia justru menjadi guru paling suportif yang pernah mereka miliki di sekolah.
Salah satu murid berbakat, Nagisa Shiota, terus mengamati kelemahan gurunya dengan cermat. Meski tampak pendiam dan lembut, ia memiliki insting pembunuh alami yang membuat sang guru waspada. Hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan yang sangat unik serta emosional.
Konflik batin terus menghantui kelas tersebut karena mereka harus memilih antara membunuh sosok pembimbing yang peduli atau membiarkan dunia hancur. Karma Akabane pun ikut tertantang, menggunakan kecerdasannya untuk menyusun rencana serangan yang jauh lebih taktis.
Ketegangan antara misi mematikan dan pelajaran sekolah menciptakan dinamika yang tak terduga. Mereka harus mengasah kemampuan untuk melenyapkan target, sambil belajar tentang jati diri dan masa depan. Apakah mereka mampu menamatkan nyawa gurunya sebelum waktu habis?