Bayangin sebuah dunia di mana gelar "Pahlawan" itu bukan sebuah kehormatan, melainkan hukuman mati yang paling kejam. Di sini, para penjahat kelas kakap nggak dipenjara, tapi malah divonis buat jadi tameng di barisan terdepan dalam perang abadi melawan Raja Iblis. Kasihannya lagi, dicap sebagai Pahlawan berarti mereka nggak diizinkan mati dengan tenang; setiap kali tewas di medan perang, mereka bakal langsung dihidupin lagi secara paksa buat dikirim balik ke pembantaian selamanya.
Salah satu korbannya adalah Xylo Forbartz, mantan komandan Ksatria Suci yang terhormat yang sekarang apes harus jadi ketua "Unit Pahlawan Terpidana 9004". Tugas dia adalah memimpin sekelompok narapidana yang dianggap sebagai aset sekali pakai oleh negara yang mereka bela. Tapi di tengah misi yang kacau balau, Xylo gak sengaja ketemu sama Teoritta, sesosok senjata hidup yang dikenal sebagai "Dewi", yang kehadirannya berpotensi ngubah arah perang sekaligus nasib Xylo sendiri.
Ketika unitnya terus-terusan dikasih misi bunuh diri yang makin gak ngotak bahayanya, Xylo harus putar otak buat menjaga anak buahnya tetap hidup. Sembari bertahan di tengah gempuran monster, dia juga mulai bergerak di balik layar demi ngebongkar konspirasi busuk di balik alasan kenapa dia sampai difitnah dan dihukum jadi pahlawan palsu ini!
Dunia Terra perlahan hancur dilahap bencana alam dahsyat dan wabah Oripathy yang mengerikan. Di tengah kekacauan, faksi-faksi saling berebut kendali atas sumber daya medis langka. Ketegangan politik ini memicu perang dingin yang bisa menghancurkan sisa-sisa peradaban.
Amiya, pemimpin muda Rhodes Island, berusaha mencari kedamaian di tengah dunia yang kejam. Meski dihantui beban masa depan organisasinya, ia tidak gentar. Dirinya adalah simbol harapan bagi mereka yang tertindas oleh sistem dan penyakit yang menggerogoti nyawa.
Bersama sang ahli taktik misterius, Doctor, mereka menempuh jalan penuh darah. Ikatan keduanya diuji oleh rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Sang komandan kini harus bangkit dari trauma untuk membimbing rekan-rekannya melewati badai kehancuran yang nyata.
Musuh lama, Talulah, bangkit dengan ambisi membakar tatanan dunia. Ia menggunakan kekuatan besar untuk menantang moralitas Rhodes Island secara frontal. Konflik ideologi ini memaksa setiap karakter mempertanyakan arti pengorbanan demi mencapai masa depan yang ideal.
Saat api kebencian berkobar, batas antara kawan dan lawan menjadi sangat kabur. Keteguhan hati akan menjadi senjata utama untuk bertahan hidup. Mampukah mereka memadamkan bara konflik sebelum semuanya berubah menjadi abu dan melenyapkan harapan terakhir umat manusia?
Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? V
15 Episode 3
Sinopsis
Dunia Orario kembali bergejolak dalam babak baru yang penuh misteri. Ancaman yang selama ini tersembunyi di balik bayang-bayang dungeon kini mulai menampakkan taringnya. Kehidupan para petualang di kota labirin tidak akan pernah sama lagi setelah insiden besar.
Bell Cranel kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kekuatannya belum cukup untuk melindungi orang tersayang. Pertumbuhan pemuda ini diuji saat ia terseret ke dalam pusaran takdir yang melibatkan para dewa dan rencana busuk yang sangat berbahaya.
Hestia tetap setia menjadi pendamping utama, namun beban sebagai dewi keluarga terasa kian menyesakkan. Hubungan emosional di antara anggota familia dipertaruhkan ketika rahasia dari masa lalu sang dewi cinta mulai mengusik ketenangan mereka semua.
Kehadiran sosok misterius seperti Syr Flover membawa dinamika tak terduga yang menguji keteguhan hati sang protagonis. Konflik batin mendalam mewarnai setiap langkah mereka dalam labirin gelap, memicu keraguan sekaligus keberanian yang sangat luar biasa.
Puncak badai segera datang membawa ujian bagi setiap petualang di Orario. Akankah ikatan persahabatan mampu menembus takdir kejam yang tertulis? Keberanian sejati akan segera terbukti saat mereka semua dipaksa memilih antara kenyataan pahit atau harapan baru.