Meskipun statusnya sekarang udah jadi mahasiswa dengan masa depan yang cerah dan terjamin, Natsuki Haibara masih sering banget galau nyeselin masa-masa SMA-nya dulu. Pas SMA, Haibara ini adalah cowok yang kuper, insekyur, punya kecemasan sosial, plus berbadan gemuk. Semua usahanya buat sok asik dan nyari temen pas zaman itu berakhir gagal total dan zonk. Sampai suatu malam, Haibara berdoa khusyuk banget pengen dapet kesempatan buat ngulang masa remajanya—dan ajaibnya, pas bangun besok pagi, dia beneran time travel balik ke masa lalu sebelum hari pertama masuk SMA!
Gak mau nyia-nyiain kesempatan emas ini, Haibara langsung gerak cepat memanfaatkan waktu satu bulan sebelum masuk sekolah buat diet ketat dan olahraga biar badannya jadi proporsional. Pas hari pertama sekolah tiba, transformasi fisiknya sukses bikin impresi pertama yang bagus banget, sampai-sampai dia bisa langsung temenan sama sirkel anak-anak populer, termasuk Hikari Hoshimiya—cewek yang jadi cinta monyetnya dulu. Pas ketemu lagi, Haibara sadar kalau perasaannya ke Hoshimiya ternyata gak berubah sama sekali, makanya dia langsung pasang target baru di kehidupan keduanya ini: harus bisa jadian sama Hoshimiya!
Sambil asyik menikmati waktu main bareng Hoshimiya dan temen-temen barunya, Haibara juga mulai ngebakar lagi semangat masa mudanya dengan ikutan klub basket dan bahkan dapet kerjaan sampingan di kafe lokal. Tapi, punya sirkel pertemanan baru ternyata juga bawa drama dan masalah baru yang belum pernah dia hadapi di lini masa sebelumnya. Haibara pun harus putar otak buat nyelesaiin segala rintangan itu demi bisa menikmati masa remaja indahnya secara maksimal!
Setelah ayahnya meninggal dan desanya hancur diserang pasukan Inggris, Einar cuma pengin hidup tenang bareng keluarganya di ladang yang baru mereka bangun lagi. Tapi nasib berkata lain, desanya diserang lagi. Einar cuma bisa pasrah ngelihat desa dan keluarganya dibantai sama tentara Denmark. Akhirnya, dia ditangkap dan dibawa ke Denmark buat jadi budak.
Einar terus megang teguh pesan terakhir ibunya supaya bisa bertahan hidup. Dia akhirnya dibeli sama Ketil, seorang juragan tanah sekaligus pemilik budak yang baik hati. Ketil janjiin Einar bisa bebas asal dia mau kerja keras di ladang. Di sana, Einar ketemu teman kerjanya, Thorfinn, seorang budak yang kelihatan murung dan depresi banget.
Sambil berjuang bareng demi kebebasan, mereka berdua terus dihantui sama dosa masa lalu dan berbagai siasat licik di sekitar mereka. Meski begitu, mereka tetap lanjutin hidup, nyoba ngejar secercah harapan, pengampunan, dan kedamaian di tengah dunia yang kejam dan nggak adil ini.
Eropa abad ke-11 diguncang oleh invasi brutal kaum Viking yang haus akan kekuasaan. Di tengah kekacauan perang yang kejam ini, legenda para prajurit tangguh diangkat melalui kisah pedang, darah, dan ambisi untuk menguasai tanah baru yang penuh janji.
Thorfinn adalah seorang pemuda yang hidup di tengah medan tempur, didorong oleh kebencian mendalam setelah keluarganya hancur. Ia terpaksa bergabung dengan kelompok tentara bayaran demi membalaskan dendam kesumat kepada sosok pemimpin yang dibencinya.
Hubungan antara Thorfinn dan Askeladd menjadi inti konflik yang mendebarkan. Sebagai sosok yang membunuh ayahnya, Askeladd justru menjadi mentor licik yang mengajarkan arti bertahan hidup di dunia keras yang tak kenal ampun.
Sementara itu, Canute muncul sebagai pangeran yang tampak lemah namun memendam tekad besar untuk mengubah dunia. Pertemuan tak terduga dengan Thorfinn memicu perubahan drastis dalam hidup mereka, memicu persaingan sekaligus aliansi yang rumit.
Ketegangan memuncak saat mereka terjebak dalam politik kejam dan perebutan takhta yang berdarah. Tema tentang makna kekuatan sejati, pengampunan, dan pencarian jati diri di tanah Vinland yang legendaris menjadi ujian berat bagi moralitas setiap karakternya.
Dunia panahan Kyudo kembali memanggil dengan segala ketegangan dan keindahan gerakannya. Dalam musim ini, fokus cerita meluas ke level kompetisi nasional yang lebih sengit, di mana setiap embusan napas dan getaran anak panah menjadi penentu nasib tim sekolah mereka.
Minato Narumiya kini harus menghadapi tekanan mental yang lebih berat. Rasa traumanya perlahan memudar, namun kini ia dituntut untuk menyelaraskan ritme hatinya dengan rekan satu tim agar suara tsurune yang sempurna bisa tercipta saat busur dilepaskan.
Hubungan persahabatan antara Minato dan Seiya Takehaya kembali diuji oleh ambisi besar. Seiya yang protektif merasa cemas akan kondisi Minato, sementara perbedaan pandangan mengenai tujuan utama dalam memanah mulai menciptakan celah kecil di antara mereka.
Kehadiran Masaki Takigawa sebagai pelatih menjadi sauh yang menjaga fokus mereka tetap tajam. Ia tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga filosofi mendalam tentang ketenangan diri yang diperlukan setiap pemanah saat menghadapi lawan tangguh di lapangan.
Saat babak penyisihan nasional semakin dekat, ikatan setiap anggota tim dipaksa untuk semakin kuat. Mereka berjuang bukan hanya untuk kemenangan, tetapi demi menemukan jati diri yang sebenarnya di balik setiap lemparan anak panah yang meluncur indah di udara.