Sejak detik pertama si cowok kuper nan suram bernama Okuto Nakamura ngelihat Aiki Hirose di upacara penerimaan siswa baru, dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama! Bukannya muluk-muluk pengen langsung pacaran, impian terbesar Nakamura sebenarnya super simpel: dia cuma pengen bisa kenalan dan jadi sahabat deketnya Hirose. Sialnya, Nakamura ini pemalu banget, walhasil setiap kali dia nyoba buat ngajak ngobrol si cowok populer itu, ujung-ujungnya selalu berakhir jadi bencana total yang bikin malu setengah mati.
Tapi perjuangan Nakamura nggak sia-sia amat. Setelah lewat berbagai aksi kocak, dia akhirnya berhasil juga menarik perhatian Hirose dan bikin cowok itu "terkesan"—meskipun kesannya agak salah kaprah dan nggak sesuai sama yang Nakamura mau. Untungnya, karena tahun ajaran baru aja dimulai, Nakamura ngerasa masih punya banyak waktu buat memperbaiki keadaan dan bikin strategi PDKT yang lebih mulus.
Masalah utamanya sekarang bukan ada di Hirose yang susah dideketin, melainkan ada di dalam otak Nakamura sendiri! Yup, musuh terbesar cowok malang ini adalah sifatnya yang kagetan dan hobi berdelusi tingkat tinggi yang sering bikin situasi normal malah ngerembet jadi makin semrawut. Yuk, temenin Nakamura berjuang ngelawan delusinya sendiri demi bisa makin deket sama pujaan hatinya!
Dunia penuh gairah dan kegilaan kreatif terpancar dalam antologi pendek yang mengisahkan masa muda seorang jenius eksentrik. Lewat gaya narasi yang brutal namun penuh emosi, penonton akan diajak menyelami suka duka perjuangan mencapai mimpi di industri komik.
Sosok Tatsuki hadir sebagai pemuda dengan imajinasi liar yang tidak terkendali. Ia terjebak dalam dilema antara realitas hidup yang membosankan dan dunia fantasi yang ia ciptakan sendiri, memaksa dirinya untuk terus berpacu melawan rasa takut gagal.
Hubungan intens terjalin saat ia bertemu Nagayama, seorang teman yang menjadi jangkar di tengah badai ambisinya. Konflik batin sering kali memuncak ketika visi artistik mereka berbenturan, menantang kedewasaan serta ego masing-masing dalam mengejar sebuah karya.
Setiap cerita pendek mengungkapkan sisi rapuh sang seniman saat menghadapi tekanan ekspektasi. Kegelisahan mendalam terhadap masa depan menjadi bensin bagi kreativitasnya, mengubah setiap trauma masa lalu menjadi elemen cerita yang mampu menggetarkan hati pembaca.
Puncak dari perjalanan ini adalah penemuan jati diri di balik goresan tinta yang kasar namun jujur. Apakah ambisi besar mampu mengalahkan rasa sepi, atau justru menghancurkan jiwa sang kreator yang kini berdiri di persimpangan jalan menuju takdir yang tak pasti?