Kelas Misfit (Kelas Abnormal) kembali menghadapi cobaan paling berat sepanjang sejarah mereka di sekolah iblis Babyls. Biar posisi mereka nggak ditendang dan bisa tetep mempertahankan ruang kelas eksklusif "Royal One", semua murid di kelas ini wajib banget naik ke Peringkat 4 (Dalet). Kesempatan terakhir mereka buat ngebuktiin diri cuma ada di Festival Musik, sebuah kompetisi bergengsi nan ekstrem di mana Iruma dan kawan-kawan berencana buat nampilin sebuah pertunjukan epik berjudul "Lilith's Carpet".
Festival Musik ini sendiri bukan sekadar pentas seni biasa, melainkan medan pertempuran sengit antar 6 kelas yang bakal saling adu mekanik lewat suara, nyanyian, dan tarian buat memamerkan kekuatan iblis sekaligus bakat musikalitas mereka. Demi bisa menang, Kelas Misfit harus ngelewatin sesi latihan yang super kacau dan melelahkan. Mereka bahkan sampai nekat minta bantuan dan bimbingan langsung dari mantan hakim agung yang terkenal killer dan menakutkan, Amduscias Poro!
Kunci kemenangan mereka kali ini ada pada kekompakan. Makanya, Iruma berusaha keras buat menyatukan seluruh 13 anggota Kelas Misfit tanpa terkecuali—termasuk ngajak Purson Soi, si murid pendiam yang saking tipis hawa keberadaannya sampai sering banget dilupain sama orang-orang. Dengan formasi lengkap, trio Iruma, asistennya yang setia, dan seluruh anak kelas Abnormal siap nge-goncang panggung festival musik iblis ini!
Dunia komedi absurd yang kacau menanti di balik setiap sudut cerita pendek penuh keanehan. Tanpa struktur plot yang berat, anime ini menawarkan tawa tak terkendali melalui gaya penceritaan cepat, slapstick yang brutal, dan logika dunia yang sungguh tidak masuk akal.
Sosok ikonik seperti Usami, sang detektif kelinci yang obsesif, kerap terjebak dalam investigasi konyol yang justru memperkeruh situasi. Kehadirannya selalu menjadi pemicu keributan, menarik orang-orang di sekitarnya ke dalam pusaran kekacauan tanpa henti.
Di sisi lain, terdapat Matsuo Basho yang harus berurusan dengan muridnya yang menyebalkan, Kawai Sora. Hubungan guru dan murid ini berubah menjadi ajang ejekan yang tajam, di mana ego mereka sering kali bertabrakan dalam dialog yang sangat kocak.
Karakter lain seperti Prince Shotoku menambah warna lewat perilakunya yang nyeleneh dan jauh dari sosok agung. Perselisihan kecil dengan rekan-rekannya selalu berujung pada komedi situasi yang sangat absurd, menuntut penonton untuk selalu tetap waspada.
Setiap episode adalah eksperimen kegilaan yang membedah kebodohan manusia dengan cara satire paling tajam. Tanpa ada batasan moralitas, semua tokoh terjerat dalam siklus humor yang terus berulang, menjadikan kekacauan sebagai satu-satunya aturan yang absolut.
Aksi fiksi ilmiah kembali memanas saat ancaman intergalaksi mengintai Bumi. Fokus cerita bergeser pada masa lalu kelam yang menghantui semesta, membawa konspirasi besar yang mengancam keseimbangan perdamaian antarplanet melalui kehadiran entitas misterius yang berbahaya.
Birdy Cephon Altera, seorang agen federasi luar angkasa yang tangguh, kini harus berhadapan dengan musuh dari masa lalunya sendiri. Tugasnya kali ini lebih berat karena melibatkan integritas pribadinya serta masa depan galaksi yang kian terancam.
Sementara itu, Tsutomu Senkawa terjebak dalam dilema antara kehidupan sekolahnya yang normal dan tanggung jawabnya berbagi tubuh dengan sang agen. Hubungan unik mereka diuji saat rahasia kelam mulai terungkap dan mengguncang kepercayaan satu sama lain.
Munculnya Nataru membawa dinamika emosional baru yang memicu konflik batin mendalam bagi Birdy. Kedekatan mereka memicu kecurigaan sekaligus kerentanan, memaksa sang agen untuk memilih antara loyalitas pada tugas atau ikatan emosional yang tulus.
Pertarungan epik pun tak terelakkan saat ancaman yang lebih besar mulai bergerak dari bayang-bayang. Mereka harus bersatu menghadapi takdir yang kejam, mengeksplorasi arti pengorbanan, identitas, dan konsekuensi berat dari sebuah kebenaran yang pahit.