Dunia telah hancur oleh penyesalan yang mendalam bagi mereka yang terjebak dalam garis waktu kelam. Sci-fi psikologis ini mengeksplorasi trauma pasca-perjalanan waktu, di mana setiap detak jam terasa seperti siksaan bagi jiwa yang lelah akan tragedi masa lalu.
Okabe Rintarou kini hidup dalam bayang-bayang kegagalan, mencoba melupakan sosok gadis yang hilang dari ingatannya. Ia berjuang keras mempertahankan sisa kewarasannya sambil berhadapan dengan dunia yang perlahan mulai kehilangan harapan akan masa depan.
Kehadiran Makise Kurisu dalam bentuk kecerdasan buatan, Amadeus, mengguncang batin sang ilmuwan gila itu. Pertemuan tak terduga ini memaksanya berinteraksi dengan Hiyajo Maho, rekan peneliti yang menyimpan rahasia besar di balik teknologi simulasi memori.
Di tengah ketegangan geopolitik global, konspirasi besar mulai mengintai identitas para ilmuwan. Hubungan yang rumit antara kesetiaan dan ambisi membuat setiap keputusan terasa mematikan, sementara sosok Shiina Mayuri tetap menjadi jangkar emosinya.
Konflik batin dan konsekuensi waktu kini membentur dinding realitas yang semakin tipis. Apakah keberanian untuk mengubah takdir masih tersisa, ataukah umat manusia memang ditakdirkan untuk jatuh ke jurang kehancuran yang tak bisa dihindari oleh siapa pun?
Semester kedua dimulai dengan ketegangan yang meningkat di SMP Kunugigaoka. Para murid Kelas 3-E kini harus menghadapi tantangan akademis sekaligus tekanan misi pembunuhan yang kian berat. Waktu terus berjalan, sementara ancaman penghancuran bumi oleh Koro-sensei kian nyata.
Sebagai guru sekaligus target, sang makhluk tentakel itu terus membimbing Nagisa Shiota dan kawan-kawan dengan cara unik. Hubungan mereka bukan sekadar pembunuh dan target, melainkan ikatan murid dengan mentor yang tulus mengajarkan nilai kehidupan di tengah tekanan.
Karma Akabane yang cerdas dan penuh ambisi terus memicu persaingan sengit, sementara Kayano Kaede mulai menyimpan rahasia kelam di balik senyum cerianya. Mereka berusaha menyeimbangkan ambisi membunuh dengan perjuangan meraih masa depan di sekolah yang kejam.
Konflik internal pun pecah saat sosok dari masa lalu mulai muncul, menguji kesetiaan dan mentalitas para murid. Ketegangan psikologis ini memaksa mereka menentukan pilihan sulit: apakah harus menuntaskan tugas negara atau mengikuti kata hati yang telah terikat kuat.
Puncak ujian datang saat batas waktu kian sempit, memicu konfrontasi besar yang mengubah cara pandang mereka tentang keadilan. Di kelas ini, pelajaran paling berharga bukanlah tentang teori buku, melainkan tentang bagaimana cara berdiri tegak menghadapi takdir.
Perjalanan emosional tim pengembang game indie Blessing Software kini mencapai titik penentuan. Setelah melewati berbagai rintangan kreatif, mereka harus berjuang menyelesaikan proyek impian demi meraih ambisi besar di dunia visual novel yang penuh tantangan sengit.
Tomoya Aki sebagai produser ambisius berusaha menjaga ritme tim agar tetap solid. Namun, tekanan dari tenggat waktu dan ambisi pribadi mulai memicu keretakan halus di antara para anggotanya, memaksa mereka menghadapi kenyataan pahit tentang masa depan.
Hubungan antara Tomoya dan Megumi Kato mengalami fase canggung yang cukup dalam. Sebagai sosok gadis biasa yang bertransformasi menjadi muse, Megumi kini menuntut kejelasan perasaan sekaligus komitmen profesional yang selama ini mereka bina dengan penuh kerja keras.
Di sisi lain, kehadiran Utaha Kasumigaoka dan Eriri Spencer Sawamura menambah tensi batin yang rumit. Konflik antara ego artistik dan cinta tak terbalas menguji ketahanan mental mereka di tengah kompetisi yang semakin menuntut dedikasi total setiap harinya.
Kini tiba saatnya bagi mereka semua untuk membuat pilihan krusial yang akan menentukan arah hidup serta hubungan personal mereka. Akankah karya agung ini menjadi saksi bisu perpisahan, atau justru menjadi titik awal bagi kedewasaan hubungan yang sempat tertahan lama?
Dunia terancam hancur saat sesosok makhluk gurita berkekuatan super menghancurkan sebagian bulan. Kini, ia menuntut untuk mengajar di kelas buangan SMP Kunugigaoka. Pemerintah terpaksa setuju, memberikan kesempatan pada murid-muridnya untuk membunuh sang guru demi keselamatan bumi.
Di kelas 3-E, para siswa yang dianggap gagal justru menemukan sosok pendidik luar biasa dalam diri Koro-sensei. Ia adalah target pembunuhan yang sangat cepat, namun di saat bersamaan, ia justru menjadi guru paling suportif yang pernah mereka miliki di sekolah.
Salah satu murid berbakat, Nagisa Shiota, terus mengamati kelemahan gurunya dengan cermat. Meski tampak pendiam dan lembut, ia memiliki insting pembunuh alami yang membuat sang guru waspada. Hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan yang sangat unik serta emosional.
Konflik batin terus menghantui kelas tersebut karena mereka harus memilih antara membunuh sosok pembimbing yang peduli atau membiarkan dunia hancur. Karma Akabane pun ikut tertantang, menggunakan kecerdasannya untuk menyusun rencana serangan yang jauh lebih taktis.
Ketegangan antara misi mematikan dan pelajaran sekolah menciptakan dinamika yang tak terduga. Mereka harus mengasah kemampuan untuk melenyapkan target, sambil belajar tentang jati diri dan masa depan. Apakah mereka mampu menamatkan nyawa gurunya sebelum waktu habis?
Menyelami komedi dewasa yang penuh dengan lelucon tak terduga, OVA ini kembali membawa kekacauan di SMA Ousai. Suasana sekolah yang dulunya konservatif kini berubah total setelah aturan baru diberlakukan, memicu serangkaian momen konyol bagi para siswa.
Takatoshi Tsuda mendapati dirinya terjebak di antara anggota OSIS yang memiliki pemikiran sangat nyeleneh. Sebagai satu-satunya laki-laki yang waras, dia harus menahan diri saat dikelilingi oleh percakapan seksual yang sangat vulgar dan tidak terduga.
Ketua OSIS Shino Amakusa selalu memimpin dengan ide-ide mesumnya yang membuat suasana jadi canggung. Di sisi lain, Aria Shichijou kerap menimpali dengan komentar blak-blakan yang semakin memperkeruh situasi di ruang OSIS yang sangat kacau.
Kehadiran Suzu Hagimura memberikan sedikit keseimbangan lewat tingkahnya yang kritis dan mudah terpicu amarah. Namun, dinamika mereka tetap berputar pada candaan nakal yang menguji kesabaran sang ketua OSIS yang seringkali salah paham dalam berbagai hal.
Ketegangan meningkat saat mereka menghadapi serangkaian acara sekolah yang menuntut kerja sama tim yang solid. Apakah mereka bisa menyelesaikan tugas tanpa terbawa arus percakapan kotor? Inilah kisah perjuangan bertahan hidup di tengah badai humor dewasa.