Drama emosional ini menelusuri luka masa lalu yang belum sembuh. Sekelompok sahabat masa kecil yang terpecah karena trauma mendalam harus kembali bertemu. Atmosfer nostalgia berubah mencekam saat bayang-bayang masa lalu muncul kembali secara nyata di depan mata.
Jinta Yadomi kini hidup sebagai penyendiri yang menarik diri dari pergaulan sosial. Ia tidak menyangka akan melihat sosok Meiko Honma, gadis ceria yang telah lama pergi, tiba-tiba muncul di hadapannya dengan wujud fisik yang tetap seperti dulu.
Kehadiran gadis itu memaksa Jinta mengumpulkan kembali teman-temannya, yakni Naruko Anjo, Atsumu Matsuyuki, Chiriko Tsurumi, dan Tetsudo Hisakawa. Namun, masing-masing dari mereka kini menyimpan beban emosional yang amat berat.
Perbedaan kepribadian dan rahasia yang selama ini tertutup rapat menjadi pemicu konflik internal. Mereka harus saling menghadapi ego masing-masing demi mengabulkan satu permohonan yang tertunda, yang menjadi kunci bagi perdamaian jiwa mereka yang sangat tersiksa.
Perjalanan ini bukan sekadar reuni biasa, melainkan sebuah pencarian jati diri yang menyakitkan. Melalui air mata dan kenangan, mereka berusaha merajut kembali persahabatan yang retak untuk menemukan jawaban atas janji yang belum sempat terpenuhi waktu itu.
Musim panas yang membara kembali memanggil para atlet bisbol SMA Nishiura untuk unjuk gigi di turnamen prefektur. Intensitas pertandingan semakin meningkat, menuntut ketahanan fisik dan mental yang lebih kuat guna menghadapi rival tangguh demi mencapai impian nasional.
Sang pitcher utama yang pemalu, Ren Mihashi, harus mengatasi trauma masa lalunya. Meskipun rasa percaya dirinya masih rapuh, ia terus berlatih keras untuk membuktikan bahwa dirinya pantas berdiri di atas gundukan sebagai jantung dari pertahanan tim.
Hubungan batin yang kuat dengan sang catcher cerdas, Takaya Abe, menjadi kunci utama. Mereka harus menyeimbangkan ego dan pola komunikasi yang rumit, karena sinergi antara strategi dingin dan lemparan tulus adalah senjata terkuat untuk menundukkan lawan.
Tekanan semakin terasa saat pelatih Maria Momoe menuntut strategi yang lebih kompleks. Setiap anggota tim dipaksa keluar dari zona nyaman mereka, menghadapi batasan pribadi serta konflik internal demi menyatukan visi dalam meraih kemenangan yang prestisius.
Saat laga penentuan dimulai, ego dan ambisi beradu di lapangan hijau. Pertarungan ini bukan sekadar tentang skor akhir, melainkan tentang perjalanan pendewasaan para remaja yang berjuang melawan rasa takut demi menggapai kejayaan di balik bola bisbol.