Sebuah legenda urban tentang terowongan misterius yang konon mampu mengabulkan keinginan apa pun dengan bayaran umur penggunanya, menjadi pusat perhatian. Di pedesaan yang tenang, terowongan ini menyimpan rahasia kelam di balik pemandangan musim panas yang abadi.
Kaoru Tono adalah seorang remaja penyendiri yang masih memendam penyesalan mendalam atas kehilangan adiknya di masa lalu. Ia menemukan terowongan ajaib tersebut secara tidak sengaja dan berniat menggunakannya untuk mengubah nasib tragis keluarganya.
Di sana, ia bertemu dengan Anzu Hanashiro, seorang siswi pindahan yang cerdas namun keras kepala. Mereka menyadari bahwa mereka memiliki tujuan serupa, sehingga keduanya memutuskan untuk bekerja sama meneliti kekuatan supranatural terowongan tersebut.
Hubungan mereka mulai berkembang dari sekadar rekan eksperimen menjadi ikatan emosional yang rumit. Namun, setiap kali mereka masuk ke dalam terowongan, waktu di dunia luar berlalu jauh lebih cepat, membuat mereka terjepit di antara impian dan realita.
Apakah mereka akan berhasil mencapai keinginan terdalam atau justru terjebak selamanya di dalam lorong waktu yang mematikan? Drama ini mengeksplorasi arti kehilangan, pertumbuhan dewasa, dan keberanian untuk menghadapi masa depan yang sangat tidak pasti.
Dunia film yang gemerlap menyimpan sisi gelap dan keras bagi siapa saja yang ingin mencetak karya agung. Di Nyallywood, sebuah pusat industri perfilman, impian sering kali hancur sebelum sempat bersinar di layar lebar karena tuntutan pasar yang sangat kejam dan kompetitif.
Pompo adalah produser jenius yang sangat lihai dalam meracik film kelas B penuh aksi. Ia memiliki insting tajam untuk memuaskan penonton, namun kini ia merasa jenuh dan ingin menantang dirinya sendiri dengan menggarap proyek film yang benar-benar berbeda.
Gene Fini, asisten produser yang pendiam dan kutu buku, tiba-tiba diberi tanggung jawab besar oleh bosnya untuk menyutradarai naskah berjudul Meister. Ini adalah ujian berat bagi cowok yang lebih suka bersembunyi di balik bayang-bayang kantor.
Bekerja sama dengan Natalie Woodward, seorang aktris baru yang penuh ambisi namun sempat gagal dalam berbagai audisi, mereka berdua harus berjuang menghadapi tekanan produksi yang gila. Hubungan kreatif mereka menjadi kunci dalam mewujudkan visi artistik tersebut.
Proses kreatif yang melelahkan ini memaksa mereka berhadapan dengan ego serta batasan kemampuan masing-masing. Apakah mereka mampu mengorbankan segalanya demi satu mahakarya sinematik yang akan mengubah hidup mereka selamanya di industri film yang begitu dingin ini?