Taiki Inomata adalah seorang siswa SMP yang menjadi anggota tim bulu tangkis putra di SMA Eimei, sebuah sekolah olahraga terkemuka. Setiap pagi, Taiki selalu datang paling awal ke laboratorium/Gedung Olahraga (GOR) sekolah demi bisa berlatih lebih keras dari yang lain. Namun, ada alasan manis di balik kedatangannya yang selalu terlalu pagi itu: ia ingin melihat Chinatsu Kano, kawan satu sekolahnya sekaligus siswi tingkat atas (senpai) yang merupakan bintang tim basket putri yang super berbakat dan pekerja keras.
Perasaan kagum Taiki terhadap Chinatsu perlahan berubah menjadi rasa suka yang mendalam seiring berjalannya waktu. Sayangnya, Taiki merasa perbedaan jarak dan popularitas di antara mereka terlalu jauh, mengingat Chinatsu adalah atlet idola sekolah sedangkan ia sendiri masih berjuang untuk bisa menembus turnamen tingkat nasional. Meski begitu, dedikasi Chinatsu yang tak pernah lelah berlatih menjadi sumber motivasi terbesar bagi Taiki untuk terus berkembang di cabang olahraga bulu tangkis.
Takdir mendadak berubah drastis dan mengejutkan ketika orang tua Chinatsu harus pindah ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Alih-alih ikut pindah, Chinatsu memilih tetap tinggal di Jepang demi mengejar impian basketnya, dan keluarganya memutuskan untuk menitipkannya di rumah keluarga Taiki. Tanpa diduga-duga, Taiki dan senpai impiannya itu kini harus tinggal di bawah satu atap yang sama selama masa sekolah mereka!
Ao no Hako (Blue Box) berhasil memadukan dinamika romansa manis anak muda dengan semangat juang dunia olahraga secara seimbang. Ditemani oleh teman dekatnya, Hina Ch蝶 (Hina Chiba) yang merupakan atlet senam indah, kisah ini menyajikan cinta segitiga, ambisi meraih impian di tingkat nasional, serta kepolosan masa muda. Dengan visual yang menakjubkan dan atmosfer yang segar, anime ini dijamin bakal bikin kamu ikut tersenyum dan baper di setiap episodenya!
Dunia pencurian modern kini berubah drastis karena teknologi digital yang semakin canggih. Lupin III terjebak dalam permainan kucing dan tikus di Prancis, di mana setiap langkahnya diawasi ketat oleh sistem keamanan siber yang sangat mengerikan.
Sang pencuri legendaris ini harus berhadapan dengan organisasi misterius bernama Shake Hands. Di sini, Jigen Daisuke sang penembak jitu andalan, turut mendampingi dalam upaya menembus benteng digital yang seolah tak mungkin bisa ditembus oleh siapa pun.
Goemon Ishikawa pun ikut beraksi dengan pedang tajamnya, sementara Fujiko Mine kembali hadir dengan agenda pribadinya yang penuh tipu daya. Dinamika mereka yang kocak sekaligus berbahaya selalu menjadi bumbu utama di setiap misi pencurian besar.
Inspektur Zenigata tidak tinggal diam melihat kekacauan ini. Ia terus memburu Lupin dengan kegigihan luar biasa, meski sering kali tertipu oleh taktik cerdas yang dirancang khusus untuk mempermalukannya di depan publik dan pihak kepolisian internasional.
Konflik memuncak saat rahasia kelam masa lalu mulai terungkap melalui sebuah gim daring yang mematikan. Lupin harus berpacu melawan waktu, membuktikan bahwa insting pencuri klasik masih jauh lebih hebat dibandingkan algoritma buatan mesin yang dingin.
Dunia bawah yang kelam kembali bergejolak dalam aksi laga yang penuh dengan pertumpahan darah. Sebuah ledakan misterius di atas kapal judi mewah memicu rangkaian peristiwa mencekam, memaksa para buronan legendaris ini terjerumus ke dalam konspirasi besar yang menguji nyali mereka.
Sang ahli pedang Goemon Ishikawa terjebak dalam rasa bersalah mendalam saat gagal menjaga keamanan bos yakuza yang ia lindungi. Dihantui oleh kehormatan yang tercoreng, ia memutuskan untuk mencari penebusan dengan menantang musuh tangguh yang telah menghancurkan reputasinya.
Di sisi lain, pencuri ulung Lupin III mencoba mengungkap kebenaran di balik kekacauan ini bersama rekan setianya, Daisuke Jigen. Mereka berusaha mengendalikan situasi, namun ancaman nyata seorang pembunuh bayaran keji bernama Hawk membuat misi mereka kian sulit.
Sementara itu, sosok femme fatale Fujiko Mine terus bermain di balik bayang-bayang, memanfaatkan setiap kekacauan demi keuntungan pribadinya. Dinamika antara komplotan ini diuji saat mereka harus menghadapi musuh yang tidak hanya kuat, tetapi juga tak kenal belas kasih.
Ketegangan memuncak ketika pedang legendaris beradu dengan senjata api modern di tengah badai dendam yang tak terelakkan. Pertarungan ini bukan sekadar soal bertahan hidup, melainkan pembuktian jati diri seorang pendekar di tengah dunia kriminal yang sangat dingin dan mematikan.