Dunia supernatural yang kelam kembali bergejolak saat Kyoto menjadi medan tempur para iblis. Ancaman kuno bangkit dari kegelapan kota, memicu pertempuran epik antara klan yokai yang haus kekuasaan. Suasana mencekam menyelimuti setiap sudut jalanan demi takhta tertinggi.
Rikuo Nura terjebak dalam dilema identitas yang rumit. Sebagai pewaris klan, ia harus memimpin pasukannya sementara separuh darah manusianya terus menolak takdir tersebut. Beban tanggung jawab sebagai calon pemimpin agung kini terasa semakin sangat berat.
Yura Keikain kini berdiri di garis depan sebagai pengusir setan yang tangguh. Hubungan rumitnya dengan sang pemimpin klan menciptakan dinamika emosional yang intens, memaksa mereka menentukan batas antara persahabatan dan tugas suci demi kedamaian.
Sosok legendaris Hagoromo Gitsune hadir membawa teror nyata yang mampu mengguncang tatanan dunia. Kehadirannya memicu kembalinya memori kelam masa lalu yang melibatkan kakek sang tokoh utama, menciptakan konflik keluarga lintas generasi yang sangat fatal sekali.
Kini sang pewaris muda harus bangkit mengerahkan seluruh potensi kekuatannya yang terpendam. Pertarungan ini bukan sekadar adu kekuatan fisik, melainkan ujian untuk melindungi ikatan persaudaraan serta membuktikan kelayakan diri dalam memimpin klan yang legendaris.
Dunia percintaan di kantor editorial Marukawa Shoten kembali memanas dengan segala drama yang menguji kesabaran. Atmosfer komedi romantis yang kental berpadu dengan ketegangan emosional, memberikan gambaran nyata tentang beratnya tanggung jawab di dunia penerbitan.
Ritsu Onodera adalah editor yang terjebak dalam masa lalu saat ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Sifatnya yang keras kepala serta perfeksionis kini diuji oleh kehadiran sang atasan yang menuntut lebih dari sekadar pekerjaan profesional.
Sementara itu, Masamune Takano terus menunjukkan obsesinya dengan cara yang intens dan seringkali membuat situasi menjadi canggung. Ketegasan serta sikap dominan sang pemimpin redaksi ini selalu berhasil meruntuhkan tembok pertahanan hati sang bawahan.
Ketidakpastian perasaan mereka pun diperumit oleh dinamika rekan kerja lainnya yang sibuk dengan urusan hati sendiri. Konflik batin yang bergejolak membuat setiap interaksi di ruang redaksi terasa penuh dengan ketegangan serta percikan asmara yang mendalam.
Apakah mereka mampu memisahkan urusan pekerjaan dengan gejolak cinta yang terus membayangi setiap sudut meja kantor? Pertanyaan klasik tentang takdir dan kesempatan kedua pun menjadi inti dari narasi emosional yang siap menguras emosi para penonton setianya.