Dunia supernatural kembali bergejolak saat bayang-bayang masa lalu mulai menghantui markas True Cross. Ketegangan meningkat seiring munculnya ancaman dari dimensi Gehenna yang mengincar keseimbangan dunia. Pertarungan antara takdir dan kehendak bebas pun dimulai.
Rin Okumura harus berjuang keras menekan api biru di dalam dirinya agar tidak lepas kendali. Sebagai putra iblis, ia sering diragukan oleh rekan-rekannya, namun ia tetap teguh ingin menjadi eksorsis hebat demi melindungi semua orang dari kehancuran total.
Hubungan dengan saudaranya, Yukio Okumura, kini semakin renggang karena perbedaan prinsip yang tajam. Sang adik merasa terbebani oleh rahasia gelap keluarga, sementara keraguan mulai menyusup ke hatinya, menciptakan jarak dingin di antara mereka berdua di medan laga.
Shiemi Moriyama berusaha menjadi penengah yang tulus di tengah konflik panas tersebut. Kehadirannya memberikan secercah harapan dan ketenangan di tengah kekacauan, namun ia juga mulai menyadari bahwa musuh kali ini jauh lebih licik dan sulit untuk dihadapi bersama.
Konfrontasi besar tak terelakkan saat rahasia lama terungkap ke permukaan. Loyalitas diuji, pengorbanan menjadi harga mutlak, dan kekuatan persaudaraan mereka akan menjadi penentu apakah umat manusia bisa bertahan dari teror yang siap melahap segalanya malam ini.
Kenalin sang tokoh utama kita, seorang cowok super ansos dan pencinta buku yang hidupnya bener-bener datar nan membosankan. Dia gak punya ketertarikan sama sekali buat berinteraksi sama orang lain, dan dia juga yakin banget kalau kagak bakal ada satu orang pun di dunia ini yang peduli sama dia. Tapi, hidup garingnya itu mendadak berubah total pas dia gak sengaja nemu sebuah buku catatan harian tulisan tangan berjudul "Living with Dying" (Hidup Bersama Kematian) yang tergeletak di rumah sakit.
Ternyata, buku itu adalah diari rahasia milik Sakura Yamauchi, cewek paling populer dan ceria di kelasnya. Sakura pun akhirnya blak-blakan ngaku ke si cowok kalau dia lagi mengidap penyakit pankreas parah dan umurnya udah gak lama lagi. Rahasia vonis mati ini bener-bener dijaga ketat, sampai-sampai sahabat deket Sakura pun gak ada yang tahu selain keluarganya sendiri. Anehnya, pas denger berita se-sedih itu, si cowok ansos ini malah masang tampang lempeng dan gak nunjukin rasa simpati sedikit pun.
Meskipun direspon dingin, Sakura yang dasarnya emang berkepribadian ajaib dan kelewat ceria malah makin gencar buat nempel dan ngajakin si cowok jalan-jalan. Mau gak mau, si cowok akhirnya pasrah dan setuju buat nemenin hari-hari terakhir Sakura di dunia. Dari setiap keputusan random yang mereka ambil tiap harinya, sirkel pertemanan dua kutub yang bertolak belakang ini pelan-pelan makin kuat. Sifat Sakura yang gak bisa ditebak sukses ngacak-ngacak hidup datar si cowok, sekaligus pelan-pelan ngebuka hatinya buat memahami apa arti sesungguhnya dari kata "hidup". Siap-siap banjir air mata!
Pertempuran epik melawan kegelapan kembali memanas saat ancaman kuno mulai bangkit mengusik ketenangan dunia. Musim kedua ini menyajikan aksi supranatural yang lebih intens, di mana takdir manusia dan yokai kini berada di ambang kehancuran total.
Ushio Aotsuki kini harus menghadapi tanggung jawab besar sebagai pemegang Tombak Binatang. Sifatnya yang keras kepala namun memiliki rasa peduli tinggi diuji saat ia berusaha melindungi orang-orang yang dicintainya dari kehancuran yang misterius.
Di sisi lain, Tora terus menunjukkan dinamika hubungan yang unik bersama sang protagonis. Meskipun mereka sering bertengkar layaknya kucing dan anjing, ikatan batin di antara keduanya semakin dalam dan menjadi tumpuan utama dalam menghadapi musuh.
Konflik internal semakin rumit dengan kemunculan berbagai rahasia masa lalu yang mulai terungkap perlahan. Kekuatan jahat yang terpendam selama ribuan tahun kini menuntut pengorbanan besar, membuat setiap langkah mereka menjadi taruhan nyawa yang sangat menegangkan.
Apakah mereka mampu menyatukan kekuatan demi menghentikan malapetaka yang mengintai ini? Perjuangan penuh dramatis ini tidak hanya menguji keberanian fisik, tetapi juga keteguhan hati mereka untuk tetap menjadi pahlawan di tengah dunia yang mulai dikuasai rasa takut.