Legend of the Galactic Heroes: My Conquest is the Sea of Stars
1
Sinopsis
Dunia opera luar angkasa yang megah kini membentang luas dalam konflik epik antara Kekaisaran Galaksi dan Aliansi Planet Bebas. Dua kekuatan besar ini terus bertempur tanpa henti demi dominasi bintang, menciptakan panggung bagi intrik politik serta strategi militer yang sangat mematikan bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya.
Di sinilah kita bertemu dengan sang jenius muda, Reinhard von Lohengramm, seorang bangsawan ambisius yang haus akan kejayaan. Ia memimpin armada kekaisaran dengan taktik yang tajam, berupaya mengubah nasib kekaisaran yang korup di bawah naungan ideologi yang ia pegang teguh demi masa depan galaksi.
Di sisi lain, muncul seorang komandan tenang bernama Yang Wen-li dari pihak Aliansi yang memiliki pemikiran unik. Meski ia lebih suka kedamaian, kemampuannya dalam memprediksi langkah musuh menjadikannya lawan yang paling sepadan dan dihormati oleh banyak pihak di medan tempur.
Keduanya terjebak dalam pusaran rivalitas tak terelakkan saat strategi brilian mereka saling beradu di ruang hampa yang sunyi. Hubungan unik ini bukan sekadar persaingan biasa, melainkan sebuah permainan catur antarbintang yang menguji batas kecerdasan, loyalitas, dan ambisi mereka.
Ketika armada raksasa bergerak maju, mereka harus menghadapi konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil di tengah badai laser dan kehancuran kapal perang. Tema tentang harga dari sebuah kemenangan dan keadilan di tengah kerasnya perang antarbintang menjadi inti konflik yang mendalam.
Kebuntuan selama 150 tahun antara dua kekuatan besar antariksa, Kekaisaran Galaksi dan Aliansi Planet Bebas, akhirnya pecah saat muncul pemimpin generasi baru: si jenius militer yang idealis, Reinhard von Lohengramm, dan sejarawan pendiam dari pihak Aliansi, Yang Wenli.
Sambil merintis karier di Kekaisaran bareng sahabat masa kecilnya, Siegfried Kircheis, Reinhard nggak cuma harus perang, tapi juga mesti ngelawan sisa-sisa Dinasti Goldenbaum yang bobrok demi bebasin kakaknya dari cengkeraman Kaiser dan menyatukan umat manusia di bawah satu pemimpin yang tulus.
Di sisi lain galaksi, Yang—yang teguh banget sama nilai demokrasi—harus tetap konsisten sama prinsipnya meski Aliansi lagi terpuruk, sambil nunjukin ke muridnya, Julian Mintz, kalau otokrasi itu bukan jalan keluarnya. Saat ideologi mereka bentrok di tengah banyaknya korban perang, dua ahli strategi ini harus mikir lagi, sebenarnya apa sih alasan di balik pertarungan mereka?