Pas tahun ajaran udah mau kelar, ujian akhir pun tiba di Akademi Sihir Rigarden. Biarpun dia satu-satunya murid yang kagak punya bakat sihir sama sekali, Will Serfort tetep ambis buat dapet nilai sempurna di semua mata pelajaran. Target dia cuma satu: biar bisa naik ke Menara Penyihir dan kumpul lagi sama teman masa kecilnya yang udah jadi penyihir elite, Elfaria Albis Serfort. Sialnya, kerja keras Will langsung hancur berantakan gara-gara dia sengaja digagalin di ujian paling terakhir yang penilaiannya super tidak adil, bikin dia otomatis diskualifikasi buat masuk ke Menara.
Di waktu yang bersamaan, Elfaria dan para Magia Vander—lima penyihir paling OP di dunia—lagi sibuk ngelakuin ritual tahunan buat ngelindungin dunia dari ancaman makhluk langit (Celestial Hosts). Masalahnya, ritual ini bikin energi sihir para Magia Vander terkuras habis buat sementara waktu. Di momen kritis itulah, segerombolan besar pasukan monster mendadak muncul dan ngebantai para penyihir serta warga sipil secara brutal.
Parahnya lagi, para penyihir di akademi sama sekali gak bisa berkutik karena monster-monster itu bawa senjata khusus yang bisa nge-batalin segala jenis sihir (magic nullification). Pas semua orang udah pasrah dan putus asa, Will bareng keahlian pedangnya yang udah level dewa langsung maju ke garis depan. Tanpa modal sihir sedikit pun, Will justru jadi satu-satunya kunci dan harapan terakhir buat nge-carry umat manusia dan menghentikan invasi tersebut!
Kelas Misfit (Kelas Abnormal) kembali menghadapi cobaan paling berat sepanjang sejarah mereka di sekolah iblis Babyls. Biar posisi mereka nggak ditendang dan bisa tetep mempertahankan ruang kelas eksklusif "Royal One", semua murid di kelas ini wajib banget naik ke Peringkat 4 (Dalet). Kesempatan terakhir mereka buat ngebuktiin diri cuma ada di Festival Musik, sebuah kompetisi bergengsi nan ekstrem di mana Iruma dan kawan-kawan berencana buat nampilin sebuah pertunjukan epik berjudul "Lilith's Carpet".
Festival Musik ini sendiri bukan sekadar pentas seni biasa, melainkan medan pertempuran sengit antar 6 kelas yang bakal saling adu mekanik lewat suara, nyanyian, dan tarian buat memamerkan kekuatan iblis sekaligus bakat musikalitas mereka. Demi bisa menang, Kelas Misfit harus ngelewatin sesi latihan yang super kacau dan melelahkan. Mereka bahkan sampai nekat minta bantuan dan bimbingan langsung dari mantan hakim agung yang terkenal killer dan menakutkan, Amduscias Poro!
Kunci kemenangan mereka kali ini ada pada kekompakan. Makanya, Iruma berusaha keras buat menyatukan seluruh 13 anggota Kelas Misfit tanpa terkecuali—termasuk ngajak Purson Soi, si murid pendiam yang saking tipis hawa keberadaannya sampai sering banget dilupain sama orang-orang. Dengan formasi lengkap, trio Iruma, asistennya yang setia, dan seluruh anak kelas Abnormal siap nge-goncang panggung festival musik iblis ini!
Yoshiwara, distrik lampu merah yang terisolasi dari dunia luar, menyimpan rahasia kelam di balik gemerlap lampunya. Kota ini dikuasai oleh penguasa kejam yang menindas penduduknya. Keadaan memanas ketika seorang bocah misterius mencari bantuan untuk membebaskan sang ibu.
Gintoki, samurai berjiwa bebas yang malas, akhirnya terseret dalam pusaran konflik ini setelah bertemu dengan Seita. Bersama rekan-rekannya di Yorozuya, dia harus berhadapan dengan bahaya mematikan di bawah tanah Yoshiwara yang penuh dengan intrik kekuasaan.
Di sana, mereka bertemu dengan Hinowa, wanita tegar yang menjadi simbol harapan bagi para penghuni distrik. Namun, kehadirannya menarik perhatian Housen, raja malam yang haus darah dan memiliki kekuatan fisik luar biasa untuk menghentikan setiap perlawanan.
Konflik memuncak saat Tsukuyo, pelindung Yoshiwara yang loyal, terjebak dalam dilema antara tugas dan nurani. Dia harus memilih antara menjaga ketertiban yang menindas atau membantu sekutu baru demi masa depan yang lebih cerah bagi warga kota yang menderita.
Pertarungan epik pun tak terelakkan di balik tirai malam yang gelap. Dengan pedang dan tekad yang kuat, mereka mencoba meruntuhkan tatanan kejam Yoshiwara. Persahabatan diuji saat mereka berjuang demi kebebasan dan harga diri di tengah dunia yang tak mengenal ampun.
Dunia akademi elit yang penuh dengan aturan ketat dan etiket kelas atas tiba-tiba terguncang oleh dentuman musik rock yang liar. Genre musik yang dianggap tabu bagi para bangsawan ini menjadi pusat perhatian saat semangat pemberontakan mulai membara.
Suzuran Ririsa adalah gadis kaya dengan reputasi sempurna yang menyembunyikan sisi liarnya. Ia terobsesi dengan gitar listrik, sebuah hobi yang sangat kontras dengan statusnya sebagai calon pemimpin keluarga terpandang yang harus tampil anggun.
Kehidupan gandanya terancam ketika ia bertemu Hibiki, seorang gadis berbakat yang membawa jiwa rock sejati ke lingkungan sekolah. Mereka pun membentuk band rahasia, mencoba menyeimbangkan kewajiban aristokrat dengan hasrat musik yang begitu menggebu.
Konflik muncul saat tekanan sosial dari rekan sesama bangsawan mulai mencium gelagat aneh mereka. Keduanya harus berjuang keras mempertahankan integritas diri di tengah ekspektasi tinggi yang mencekik, sambil memastikan aksi panggung mereka tetap tak terdeteksi.
Akankah mereka mampu mendobrak batasan kaku kaum elit demi menyuarakan jati diri melalui distorsi gitar yang memekakkan telinga? Pertarungan antara tradisi kuno dan kebebasan musik pun dimulai, menguji sejauh mana mereka berani melanggar norma demi sebuah mimpi.
Dunia sihir yang megah menuntut penguasaan elemen tingkat tinggi bagi siapa pun yang ingin mencapai puncak menara langit. Di sini, kekuatan magis adalah segalanya, menentukan status sosial dan masa depan. Namun, realita kejam menanti mereka yang lahir tanpa bakat alami.
Pemuda ambisius bernama Will Serfort terperangkap dalam sistem ini. Meski tak bisa merapalkan mantra sihir sedikit pun, ia bertekad meniti jalan terjal sebagai penyihir hebat demi memenuhi janji masa kecilnya dengan seseorang yang sangat ia hargai dan cintai.
Hubungannya dengan Elfaria Albis Serfort menjadi kompas kehidupan Will. Sang gadis jenius telah melesat jauh menjadi penyihir elit, sementara Will harus berjuang dengan pedang di tangan, menghadapi monster mematikan demi mengumpulkan poin prestasi yang krusial.
Tekanan dari lingkungan akademis yang diskriminatif membuat perjalanan Will penuh penghinaan. Rekan-rekan sezamannya memandang rendah gaya bertarungnya yang unik, namun dia tetap teguh membuktikan bahwa ketangkasan fisik mampu menandingi keanggunan sihir kuno.
Pertarungan melawan monster dungeon raksasa memaksa Will melampaui batas fisiknya. Mampukah ia membuktikan bahwa tekad baja lebih berharga daripada bakat bawaan? Inilah kisah epik perjuangan seorang pendekar pedang yang menantang kemustahilan demi mimpi besar.
Dunia idol kembali bersinar cerah saat kelulusan Starlight Academy semakin dekat. Para siswi tingkat akhir harus menentukan jalan masa depan mereka. Di balik gemerlap lampu panggung, tersimpan kegelisahan akan perpisahan yang tak terelakkan di depan mata.
Ichigo Hoshimiya kini menghadapi tantangan terbesarnya sebagai idol papan atas. Bersama sahabat sejatinya, Aoi Kiriya dan Ran Shibuki, ia merenungkan arti persahabatan yang telah ditempa selama bertahun-tahun penuh tawa serta air mata.
Ketegangan muncul saat pilihan hidup mulai menuntut keputusan tegas. Otome Arisugawa dan Sakura Kitaoji mencoba tetap tegar, meski ketakutan akan langkah kaki yang akan terpisah ke jalan berbeda mulai menghantui benak mereka setiap harinya.
Yurika Todo dan Kaede Ichinose pun turut merasakan gejolak batin yang sama. Mereka sadar bahwa masa depan bukan sekadar panggung konser, melainkan perjalanan mendewasakan diri agar bisa terus bersinar meski tidak lagi bersama dalam satu atap sekolah.
Menjelang hari kelulusan, mereka berjanji memberikan penampilan paling ikonik. Musik akan menjadi saksi bagaimana ikatan kuat melampaui batas waktu, membuktikan bahwa meskipun jalan bercabang, cahaya bintang mereka akan tetap bersatu di langit yang sama.