Musim ketiga ini membawa Liella! ke babak baru yang lebih menantang di sekolah musik Yuigaoka. Dengan kedatangan anggota baru, dinamika grup idol sekolah ini pun berubah drastis. Mereka kini harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan impian besar mereka.
Kanon Shibuya memimpin rekan-rekannya dengan penuh dedikasi meski tekanan kompetisi semakin berat. Hubungannya dengan Keke Tang menjadi poros kekuatan emosional, di mana mereka berusaha menyatukan visi di tengah ambisi yang terkadang berbeda.
Kehadiran Chisato Arashi memberikan keseimbangan yang sangat dibutuhkan dalam grup. Dia terus menjadi penyemangat saat Sumire Heanna merasa tertekan oleh ekspektasi publik yang kian tinggi, menciptakan bumbu persaingan sehat di antara para anggota grup.
Ren Hazuki kini lebih terbuka, memimpin pengembangan musikalitas mereka dengan gaya yang anggun. Namun, tantangan muncul saat Kinako Sakurakoji dan anggota junior lainnya mulai menuntut ruang untuk menunjukkan potensi unik mereka di atas panggung.
Konflik batin dan ego mulai mewarnai perjalanan mereka menuju kompetisi puncak Love Live. Akankah mereka mampu mengatasi keraguan diri dan tetap bersatu sebagai satu harmoni indah saat menghadapi panggung terbesar yang pernah ada dalam karier bermusik mereka?
Dunia sihir yang megah menuntut penguasaan elemen tingkat tinggi bagi siapa pun yang ingin mencapai puncak menara langit. Di sini, kekuatan magis adalah segalanya, menentukan status sosial dan masa depan. Namun, realita kejam menanti mereka yang lahir tanpa bakat alami.
Pemuda ambisius bernama Will Serfort terperangkap dalam sistem ini. Meski tak bisa merapalkan mantra sihir sedikit pun, ia bertekad meniti jalan terjal sebagai penyihir hebat demi memenuhi janji masa kecilnya dengan seseorang yang sangat ia hargai dan cintai.
Hubungannya dengan Elfaria Albis Serfort menjadi kompas kehidupan Will. Sang gadis jenius telah melesat jauh menjadi penyihir elit, sementara Will harus berjuang dengan pedang di tangan, menghadapi monster mematikan demi mengumpulkan poin prestasi yang krusial.
Tekanan dari lingkungan akademis yang diskriminatif membuat perjalanan Will penuh penghinaan. Rekan-rekan sezamannya memandang rendah gaya bertarungnya yang unik, namun dia tetap teguh membuktikan bahwa ketangkasan fisik mampu menandingi keanggunan sihir kuno.
Pertarungan melawan monster dungeon raksasa memaksa Will melampaui batas fisiknya. Mampukah ia membuktikan bahwa tekad baja lebih berharga daripada bakat bawaan? Inilah kisah epik perjuangan seorang pendekar pedang yang menantang kemustahilan demi mimpi besar.