Hidup remaja malang berubah drastis setelah ayahnya kabur akibat utang judi yang menumpuk. Terusir dari rumah, Nanami Momozono yang tak punya tempat tinggal mendadak bertemu orang asing yang menawarinya rumah tepat saat nasibnya berada di titik terendah.
Ternyata rumah itu adalah kuil tua yang dihuni roh pelindung kasar bernama Tomoe. Karena tipu muslihat sang pria asing, Nanami kini mewarisi peran sebagai dewa kuil yang baru, sebuah tanggung jawab supranatural yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.
Hubungan keduanya pun dimulai dengan penuh ketegangan dan benci, karena sang rubah iblis enggan melayani dewi manusia yang dianggap lemah. Meski sering berselisih, mereka terikat dalam kontrak takdir yang memaksa mereka saling bergantung demi menjaga kuil tetap utuh.
Masalah kian rumit ketika sosok seperti Mizuki, seekor ular setia, muncul dan menambah dinamika hubungan mereka. Nanami harus berjuang menyeimbangkan kehidupan sekolahnya dengan tugas dewa, sambil berusaha menaklukkan hati pelindungnya yang sangat keras kepala itu.
Kehidupan di kuil membawa mereka menghadapi berbagai makhluk gaib dan ujian emosional yang mendalam. Akankah Nanami mampu membuktikan kemampuannya sebagai dewa sejati, sekaligus mencairkan hati dingin sang rubah sebelum takdir memisahkan mereka selamanya di dunia ini?
Sebuah kisah menyentuh tentang perjuangan seorang ibu yang membesarkan dua anak istimewa di tengah dunia yang tak terduga. Perpaduan genre drama dan fantasi ini membawa penonton pada perjalanan emosional yang menguji arti kasih sayang dan pengorbanan.
Semua bermula saat Hana jatuh cinta pada sosok pria misterius yang ternyata adalah manusia serigala terakhir. Mereka menjalani kehidupan tenang sampai takdir berkata lain, memaksanya untuk menjadi orang tua tunggal bagi dua balita yang unik.
Si lincah Yuki tumbuh dengan energi besar dan semangat, sementara adiknya yang pendiam, Ame, lebih memilih ketenangan alam. Menyeimbangkan kebutuhan mereka sebagai manusia sekaligus serigala menjadi tantangan berat bagi ibu yang gigih.
Keputusan pindah ke pedesaan terpencil diambil demi menjaga identitas rahasia mereka dari dunia luar. Di sana, mereka mencoba berbaur dengan masyarakat, namun tekanan batin mulai muncul saat anak-anak harus memilih jalan hidup mereka sendiri di masa depan.
Konflik batin antara naluri hewani dan jati diri manusia mulai menguji ikatan keluarga ini. Apakah mereka bisa menemukan tempat di dunia ini tanpa kehilangan jati diri? Sebuah potret kehidupan tentang melepaskan dan mendukung pilihan orang yang dicintai.
Berlatar di Nagasaki tahun 1966, kehidupan sekolah yang membosankan berubah drastis saat musik jazz mulai berdentum. Drama musikal penuh nostalgia ini mengeksplorasi gejolak masa remaja, persahabatan tak terduga, dan pencarian jati diri di balik denting piano.
Siswa pindahan yang kutu buku, Kaoru Nishimi, merasa terasing di lingkungan baru. Namun, pertemuannya dengan sosok berandal yang ditakuti, Sentaro Kawabuchi, mengubah perspektifnya. Mereka menemukan kesamaan lewat melodi yang menyatukan jiwa.
Keduanya kemudian bertemu dengan Ritsuko Mukae, gadis ceria yang menjadi jembatan bagi mereka berdua. Hubungan segitiga yang rumit pun perlahan muncul, menguji kesetiaan serta perasaan terpendam di antara ketiganya di tengah riuhnya suasana masa muda.
Konflik batin semakin memuncak ketika masa lalu dan tanggung jawab keluarga mulai membayangi ambisi pribadi mereka. Musik jazz bukan lagi sekadar hobi, melainkan pelarian emosional yang menyakitkan sekaligus membebaskan bagi mereka saat menghadapi kerasnya kenyataan hidup.
Seiring irama drum dan piano yang saling bersahutan, mereka belajar tentang arti kedewasaan. Melalui nada-nada emosional, persahabatan mereka diuji oleh waktu, cinta, dan impian, membentuk melodi indah yang akan terus membekas dalam ingatan selamanya di sekolah.