Di sebuah dunia futuristik yang sunyi, kehidupan manusia telah punah. Sebagai gantinya, lahir makhluk abadi berwujud batu permata yang rapuh. Mereka harus berjuang melindungi diri dari serangan penghuni bulan yang ingin memanen tubuh mereka sebagai perhiasan.
Phosphophyllite adalah permata termuda yang sangat lemah dan tidak berguna dalam pertempuran. Dengan tubuh yang mudah retak, ia merasa putus asa karena tidak memiliki peran berarti selain hanya menjadi beban bagi rekan-rekannya yang lain di pulau itu.
Ia mendambakan sosok kuat seperti Cinnabar, permata kesepian yang terasing karena racun tubuhnya. Meskipun berbeda nasib, mereka berbagi kesedihan mendalam atas keterbatasan fisik yang membuat mereka sering merasa terbuang dan tidak berharga di mata kelompok.
Seiring waktu, berbagai kehilangan mengubah kepribadian mereka secara drastis. Pertemuan dengan mentor bijak bernama Adamantine justru memicu banyak pertanyaan tak terjawab tentang eksistensi, pengorbanan, dan rahasia kelam di balik sejarah dunia mereka.
Evolusi emosional ini perlahan mengungkap sisi kelam dari keabadian. Saat konflik dengan musuh kian intens, mereka dipaksa menghadapi trauma serta perubahan jati diri yang menyakitkan, mempertanyakan arti hidup bagi mahluk yang sejatinya tak bisa mati.
Hidup Satoru Fujinuma terasa membosankan hingga ia mengalami fenomena aneh bernama Revival. Kemampuan ini memaksanya kembali ke masa lalu tepat sebelum peristiwa tragis terjadi. Ia terjebak dalam pusaran waktu yang menuntutnya mengubah masa depan yang kelam.
Sebagai mangaka gagal, Satoru Fujinuma merasa tak punya tujuan hidup yang jelas. Namun, ketika sebuah tragedi menimpa orang terdekatnya, ia terlempar kembali ke masa sekolah dasar. Kini, ia harus memutar otak demi memperbaiki kesalahan fatal masa lalu.
Di sekolah, ia bertemu dengan Kayo Hinazuki, gadis penyendiri yang menjadi target utama penculikan berantai. Satoru menyadari bahwa nasib gadis itu adalah kunci dari seluruh misteri besar yang selama ini menghantui hidupnya di masa depan yang suram.
Demi melindungi temannya, Satoru harus mendekati Airi Katagiri dan Kenya Kobayashi untuk mencari petunjuk. Setiap langkahnya penuh tekanan karena ia tidak hanya berjuang melawan waktu, tapi juga harus menghadapi teror pelaku misterius yang licik.
Apakah tekad kuat bisa mengubah takdir yang sudah tertulis? Melintasi dua dimensi waktu, Satoru mempertaruhkan nyawanya demi kebenaran. Teka-teki ini akan menguji batas moral dan keberaniannya dalam menyelamatkan orang-orang berharga sebelum semuanya terlambat.
Kousei Arima itu dulunya jago banget main piano sampai dijuluki 'Metronom Manusia' karena saking presisi dan sempurnanya. Gara-gara didikan keras ibunya yang disiplin abis, Kousei selalu menang di setiap kompetisi sampai bikin semua orang kagum sama bakatnya.
Tapi semuanya berubah pas ibunya meninggal dunia. Kousei jadi trauma berat sampai dia nggak bisa lagi dengar suara piano, yang akhirnya bikin dia berhenti total dari dunia musik. Sekarang, dia cuma jadi anak SMP biasa yang hidup tenang bareng dua sahabatnya, Tsubaki dan Ryouta, sambil berusaha buat berdamai sama masa lalunya.
Hidupnya yang tadinya hambar mendadak jadi ramai lagi pas dia ketemu Kaori Miyazono, pemain biola yang nyentrik. Kaori maksa Kousei buat balik lagi ke panggung sebagai pengiringnya. Lewat sebuah kebohongan kecil, hubungan mereka makin dekat dan Kaori pelan-pelan mulai mewarnai lagi dunia Kousei yang sempat kelabu.
Kota Tokyo mendadak lumpuh total setelah sebuah serangan teroris yang mengerikan meluluhlantakkan pusat kota. Tanpa peringatan, video misterius yang diunggah pelaku menantang pihak kepolisian, memicu ketakutan luar biasa di tengah masyarakat yang panik.
Dua pemuda jenius bernama Nine dan Twelve menjadi dalang di balik kekacauan tersebut. Mereka beroperasi dalam bayang-bayang, merancang teka-teki rumit yang memaksa para detektif untuk bermain dalam permainan kucing dan tikus yang mematikan.
Kehidupan mereka berubah drastis saat bertemu dengan Lisa, seorang gadis kesepian yang tidak sengaja terlibat dalam rencana mereka. Keberadaan gadis ini menciptakan dinamika baru yang menguji sisi manusiawi sekaligus kesiapan mereka dalam beraksi.
Di sisi lain, detektif hebat bernama Shibazaki mencoba menyingkap motif tersembunyi di balik teror ini. Ia harus mengerahkan seluruh kecerdasannya untuk memecahkan sandi-sandi sulit yang ditinggalkan oleh pelaku sebelum kehancuran semakin meluas.
Ketegangan memuncak saat masa lalu kelam para protagonis perlahan mulai terungkap ke permukaan. Mereka harus menghadapi konsekuensi dari pilihan ekstrem yang diambil, sembari mempertanyakan arti keadilan di dunia yang telah membuang mereka begitu saja.
Dunia tenis meja SMA yang penuh adrenalin menjadi panggung utama dalam kisah yang memacu detak jantung ini. Setiap ayunan raket bukan sekadar olahraga, melainkan pertarungan ego dan ambisi yang menguji batas kemampuan fisik serta mental para atlet muda.
Dua sahabat sejak kecil, Peco yang ceria dan sombong, serta Smile yang pendiam namun berbakat, harus menghadapi kenyataan keras. Hubungan mereka diuji saat mereka mulai melangkah di jalur kompetisi yang berbeda demi membuktikan harga diri.
Munculnya Dragon, seorang juara bertahan yang haus kemenangan, menjadi tantangan terbesar bagi mereka. Kehadiran sosok dingin ini memaksa para pemain untuk merenungkan kembali alasan mereka terjun ke lapangan hijau yang penuh dengan tekanan mental berat.
Di sisi lain, ada China yang datang dari luar negeri dengan dendam pribadi serta Akuma yang berjuang keras meski sadar akan keterbatasan bakatnya. Konflik emosional pun pecah saat hasrat untuk menang mulai mengikis persahabatan mereka di meja.
Ketegangan memuncak saat mereka menyadari bahwa ping pong bukan hanya soal teknik, melainkan tentang jiwa yang dipertaruhkan. Apakah mereka sanggup bertahan di bawah bayang-bayang ekspektasi, atau justru menyerah pada takdir yang telah ditentukan oleh rival?
Musim kedua ini kembali membawa kita ke kehidupan SMA Pertanian Ooezo yang penuh warna dan tantangan. Setelah melewati masa orientasi yang melelahkan, siswa-siswi kini dihadapkan pada realitas keras dunia agrikultur yang menuntut dedikasi fisik serta mental kuat.
Yugo Hachiken terus berjuang mencari jati diri di tengah lingkungan yang jauh dari kenyamanan kota. Ia kini mulai memahami bahwa kerja keras di peternakan bukan sekadar tentang nilai akademik, melainkan tentang menghargai nyawa dan sumber makanan.
Kedekatannya dengan Aki Mikage semakin berkembang seiring dengan tanggung jawab mereka di klub berkuda. Namun, tekanan dari keluarga dan ekspektasi masa depan mulai menghantui pikiran mereka, membuat hubungan keduanya menjadi canggung sekaligus manis.
Munculnya berbagai masalah tak terduga di peternakan memaksa Hachiken untuk lebih berani dalam mengambil keputusan krusial. Ia harus belajar bekerja sama dengan rekan-rekannya seperti Ichiro Komaba, yang juga tengah menghadapi cobaan besar dalam hidupnya.
Konflik batin dan tanggung jawab yang semakin berat menjadi inti perjalanan mereka musim ini. Akankah Hachiken menemukan impian sebenarnya di antara tumpukan jerami, atau justru ia akan kembali terjebak dalam keraguan tentang masa depan yang belum pasti?
Kehidupan sekolah menengah yang ideal mendadak berubah drastis bagi seorang remaja ambisius yang jenuh dengan tekanan akademik. Ia memutuskan kabur dari ekspektasi keluarga demi mencari ketenangan di sekolah agrikultur terpencil di Hokkaido yang sangat jauh.
Di sana, Yugo Hachiken harus beradaptasi dengan rutinitas peternakan yang jauh dari kata mewah. Ia sering merasa kewalahan menghadapi kerasnya dunia pertanian, terutama saat harus bersentuhan langsung dengan hewan ternak yang sebelumnya ia takuti.
Pertemuan dengan Aki Mikage yang ceria memberikan perspektif baru tentang hidup. Gadis ini menjadi sosok penyemangat yang membantunya memahami arti kerja keras dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup di tengah lingkungan sekolah yang sangat disiplin.
Konflik batin terus menghantuinya saat ia mulai membandingkan prestasinya dengan teman-teman yang sudah memiliki mimpi jelas. Hubungannya dengan rekan-rekan unik lainnya menciptakan dinamika emosional yang hangat, penuh tawa, sekaligus sangat menyentuh hati.
Kini ia belajar bahwa nilai diri bukan hanya ditentukan oleh angka di atas kertas. Melalui keringat, kegagalan, dan ketulusan, ia berusaha menemukan jati dirinya sendiri sambil menghadapi realitas pahit di balik industri pangan yang selama ini ia abaikan.