London era Victoria adalah tempat yang penuh dengan ketimpangan sosial yang brutal. Sistem kelas yang kaku membuat kaum bangsawan berkuasa, sementara rakyat kecil menderita. Di balik kemegahan kota, benih kebencian tumbuh subur menanti momen ledakan.
Sosok jenius bernama William James Moriarty hadir sebagai pemecah kebuntuan. Ia bersama dua saudaranya, Albert dan Louis, menyusun rencana besar untuk meruntuhkan tatanan korup demi menciptakan dunia yang adil dan benar-benar ideal.
Di sisi lain, detektif legendaris Sherlock Holmes mulai mencium aroma kejahatan yang tidak biasa. Pertemuan keduanya memicu persaingan intelektual yang sengit, di mana satu pihak bertindak sebagai arsitek kriminal, sementara lainnya mengejar kebenaran.
Keduanya terjebak dalam permainan kucing dan tikus yang mematikan. Moriarty menggunakan cara kejam untuk membersihkan dunia dari sampah masyarakat, sementara sang detektif berusaha keras mengungkap identitas asli dalang di balik semua kekacauan ini.
Konflik moral akan terus diuji dalam drama kelam yang penuh intrik ini. Apakah keadilan bisa dicapai melalui tangan berdarah, ataukah hukum harus ditegakkan meski sistem itu sendiri busuk? Pertarungan antara logika dan prinsip pun akhirnya akan dimulai.
Dunia fantasi abad pertengahan yang keras bukanlah tempat bagi pecinta buku. Setelah bereinkarnasi sebagai gadis kecil yang lemah, perjuangan untuk membaca kembali dimulai. Kini, misi mulia untuk mencetak buku sendiri harus menghadapi tantangan sistem kasta yang sangat kaku dan berbahaya.
Myne adalah gadis jenius dengan ingatan masa lalu yang ambisius. Tekadnya yang keras kepala sering kali bertabrakan dengan realitas kejam di sekitarnya. Tanpa dukungan orang yang tepat, impian sederhananya untuk sekadar membaca justru membawanya ke dalam konflik politik.
Kehadiran Ferdinand, seorang pendeta tinggi yang dingin dan penuh curiga, menjadi titik balik krusial. Ia harus menyeimbangkan antara mengungkap rahasia sihir gadis itu dan menjaganya agar tetap aman dari intrik gereja yang gelap serta haus akan kekuasaan kaum ningrat.
Sementara itu, Tuuli tetap menjadi pendukung emosional yang tulus bagi kakaknya. Di tengah kemiskinan dan keterbatasan fisik, ikatan keluarga ini menjadi jangkar bagi sang protagonis untuk bertahan hidup sembari terus bereksperimen dengan inovasi teknologi sederhana.
Mampukah ambisi besar ini terwujud di tengah dunia yang membenci perubahan? Puncak konflik semakin memanas saat kekuatan misterius mulai mengincar potensi unik sang gadis. Inilah kisah perjuangan literasi yang mempertaruhkan nyawa demi secercah pengetahuan berharga.
Dunia fantasi abad pertengahan yang kejam menanti seorang kutu buku yang tiba-tiba bereinkarnasi. Hidup di tubuh gadis kecil yang lemah membuat akses terhadap literatur menjadi kemewahan langka yang nyaris mustahil digapai di era kelangkaan kertas ini.
Sosok Myne adalah gadis cerdas yang terobsesi dengan buku namun terjebak dalam kemiskinan. Kondisi fisik yang rapuh justru memicu tekad baja dirinya untuk merombak tatanan sosial demi memuaskan dahaga intelektual yang tak pernah bisa padam itu.
Demi mewujudkan mimpinya, ia menjalin hubungan dengan Lutz, seorang teman masa kecil yang setia membantu proses pembuatan kertas. Persahabatan mereka diuji saat ambisi besar gadis ini mulai berbenturan dengan kenyataan pahit kehidupan rakyat jelata.
Konflik memuncak ketika Ferdinand, seorang bangsawan berpengaruh, mulai mencium potensi bahaya di balik ide-ide revolusioner gadis kecil tersebut. Pertemuan mereka menciptakan dinamika rumit antara rasa curiga, tuntutan politik, hingga sebuah ikatan mentor.
Perjuangan menjadi pustakawan di dunia yang tak mengenal literasi menuntut pengorbanan besar. Dengan segala rintangan yang ada, ia terus melangkah meski harus mempertaruhkan nyawanya sendiri, demi sebuah buku yang menjadi tujuan utama hidupnya yang baru ini.
Di tengah hiruk pikuk kota Kyoto yang ajaib, kehidupan kaum tanuki, tengu, dan manusia saling berjalin dalam harmoni yang rapuh. Kehidupan kembali berlanjut dengan penuh warna, namun bayang-bayang masa lalu yang kelam tetap menghantui keseimbangan kota ini.
Yasaburo Shimogamo kini harus menghadapi tanggung jawab baru sembari tetap menjalani hari-harinya yang konyol. Ia berusaha menjaga martabat keluarganya yang eksentrik di tengah tekanan dari pihak-pihak yang ingin mengguncang tatanan dunia supranatural.
Kehadiran sosok legendaris, Nidaime, membawa angin perubahan yang tidak terduga bagi para tengu di Kyoto. Kembalinya sang putra dari Inggris ini memicu tensi tinggi, terutama bagi Benten yang selama ini hidup dalam misteri dan ambiguitas emosional.
Hubungan rumit antara Yaichiro sebagai kakak sulung yang kaku dan adik-adiknya kembali diuji oleh berbagai intrik politik. Mereka harus berhadapan dengan musuh lama yang licik serta rahasia keluarga yang mulai terkuak perlahan demi menjaga kehormatan tanuki.
Konflik memuncak saat garis batas antara dunia manusia dan makhluk magis mulai memudar, mengancam kedamaian yang sudah lama dijaga. Di sini, arti sebenarnya dari kebodohan dan kearifan dipertaruhkan demi melindungi satu-satunya rumah yang mereka miliki bersama.