Dunia sekolah yang tenang tiba-tiba berubah saat sebuah insiden kecil memicu benang takdir yang tak terduga. Genre slice of life ini menyajikan romansa yang berkembang pelan di lorong sekolah, penuh dengan momen manis dan kecanggungan remaja yang bikin gemas.
Miyano adalah seorang kutu buku yang pemalu dan sangat terobsesi dengan manga bertema boys love. Ia merasa rendah diri karena memiliki wajah yang terlalu feminin, sebuah rahasia yang membuatnya sering merasa canggung saat berada di tengah keramaian.
Hidupnya berubah drastis setelah bertemu dengan Sasaki, seorang senior nakal yang punya reputasi suka membuat onar. Anehnya, sang senior justru menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap hobi bacaan sang junior, meski awalnya ia hanya berniat untuk mendekat saja.
Hubungan mereka berkembang lewat sesi berbagi manga dan diskusi seru di perpustakaan. Sang senior mulai merasakan perasaan yang lebih dalam, namun sang junior yang lugu justru terjebak dalam delusi romantis di kepalanya sendiri, membuat komunikasi menjadi cukup rumit.
Konflik batin mulai muncul saat perasaan mereka perlahan tumbuh melampaui batas pertemanan biasa. Di antara tumpukan buku dan tatapan malu-malu, keduanya harus memberanikan diri menghadapi kenyataan bahwa cinta terkadang tumbuh di tempat yang tak diduga.
Dunia fantasi abad pertengahan yang keras bukanlah tempat bagi pecinta buku. Setelah bereinkarnasi sebagai gadis kecil yang lemah, perjuangan untuk membaca kembali dimulai. Kini, misi mulia untuk mencetak buku sendiri harus menghadapi tantangan sistem kasta yang sangat kaku dan berbahaya.
Myne adalah gadis jenius dengan ingatan masa lalu yang ambisius. Tekadnya yang keras kepala sering kali bertabrakan dengan realitas kejam di sekitarnya. Tanpa dukungan orang yang tepat, impian sederhananya untuk sekadar membaca justru membawanya ke dalam konflik politik.
Kehadiran Ferdinand, seorang pendeta tinggi yang dingin dan penuh curiga, menjadi titik balik krusial. Ia harus menyeimbangkan antara mengungkap rahasia sihir gadis itu dan menjaganya agar tetap aman dari intrik gereja yang gelap serta haus akan kekuasaan kaum ningrat.
Sementara itu, Tuuli tetap menjadi pendukung emosional yang tulus bagi kakaknya. Di tengah kemiskinan dan keterbatasan fisik, ikatan keluarga ini menjadi jangkar bagi sang protagonis untuk bertahan hidup sembari terus bereksperimen dengan inovasi teknologi sederhana.
Mampukah ambisi besar ini terwujud di tengah dunia yang membenci perubahan? Puncak konflik semakin memanas saat kekuatan misterius mulai mengincar potensi unik sang gadis. Inilah kisah perjuangan literasi yang mempertaruhkan nyawa demi secercah pengetahuan berharga.
Dunia fantasi abad pertengahan yang kejam menanti seorang kutu buku yang tiba-tiba bereinkarnasi. Hidup di tubuh gadis kecil yang lemah membuat akses terhadap literatur menjadi kemewahan langka yang nyaris mustahil digapai di era kelangkaan kertas ini.
Sosok Myne adalah gadis cerdas yang terobsesi dengan buku namun terjebak dalam kemiskinan. Kondisi fisik yang rapuh justru memicu tekad baja dirinya untuk merombak tatanan sosial demi memuaskan dahaga intelektual yang tak pernah bisa padam itu.
Demi mewujudkan mimpinya, ia menjalin hubungan dengan Lutz, seorang teman masa kecil yang setia membantu proses pembuatan kertas. Persahabatan mereka diuji saat ambisi besar gadis ini mulai berbenturan dengan kenyataan pahit kehidupan rakyat jelata.
Konflik memuncak ketika Ferdinand, seorang bangsawan berpengaruh, mulai mencium potensi bahaya di balik ide-ide revolusioner gadis kecil tersebut. Pertemuan mereka menciptakan dinamika rumit antara rasa curiga, tuntutan politik, hingga sebuah ikatan mentor.
Perjuangan menjadi pustakawan di dunia yang tak mengenal literasi menuntut pengorbanan besar. Dengan segala rintangan yang ada, ia terus melangkah meski harus mempertaruhkan nyawanya sendiri, demi sebuah buku yang menjadi tujuan utama hidupnya yang baru ini.