Tsukasa Mizugaki, seorang cowok umur 18 tahun, lagi apes karena gagal total pas ujian masuk kuliah. Tapi berkat bantuan orang dalam, dia akhirnya berhasil keterima kerja di SAI Corporation, sebuah perusahaan teknologi rahasia yang memproduksi "Giftia"—android super canggih yang fisik, sifat, dan emosinya udah mirip banget sama manusia biasa. Masalahnya, para Giftia ini punya masa kedaluwarsa; umur maksimal mereka cuma bisa bertahan selama 81.920 jam, atau sekitar 9 tahun 4 bulan aja.
Tsukasa sendiri ditempatin di divisi Terminal Service One, sebuah unit kerja yang punya tugas ngenes: menjemput dan menarik kembali para Giftia yang masa hidupnya udah mau habis. Tugas ini wajib dilakuin sebelum ingatan para android itu rusak dan mereka berubah jadi agresif alias ngamuk. Pas baru masuk kerja, Tsukasa langsung dipasangkan sama Giftia cantik berbadan mungil bernama Isla. Biarpun pembawaannya kalem dan super pendiam, Isla ini ternyata adalah veteran senior yang dianggap paling jago dalam urusan penjemputan Giftia di divisinya.
Seiring berjalannya waktu, Tsukasa yang sering nge-grup dan menghabiskan waktu bareng Isla malah pelan-pelan mulai jatuh cinta sama partner robotnya itu. Tapi, takdir berkata lain karena Tsukasa harus berpacaran dengan waktu; dia dipaksa buat berdamai dengan perasaannya sendiri sebelum sisa waktu Isla di dunia ini bener-bener habis. Dari setiap momen kebersamaan mereka yang manis, Tsukasa pelan-pelan belajar sebuah kenyataan pahit bahwa di dunia ini gak ada satu pun hal indah yang bakal bertahan selamanya!
Dunia pasca kekacauan garis waktu menyisakan trauma mendalam bagi mereka yang terlibat. Setelah petualangan melintasi dimensi, realitas kini tampak stabil, namun beban kenangan dari dunia lain terus menghantui ingatan para anggotanya, menciptakan residu emosi yang sangat tak terduga.
Okabe Rintarou, pria yang memikul beban ingatan lintas waktu, mulai merasakan ketidakstabilan eksistensinya sendiri. Di tengah ketenangan palsu ini, sebuah ancaman yang tak kasatmata perlahan mulai mengancam kewarasan jiwanya dan stabilitas realitas yang ada.
Makise Kurisu kembali ke Akihabara dan segera menyadari ada sesuatu yang sangat janggal pada diri rekannya tersebut. Sebagai ilmuwan jenius, ia berusaha keras memahami fenomena psikologis ini, meski hatinya terikat oleh perasaan mendalam terhadap pria yang amat ia pedulikan.
Konflik batin memuncak saat realitas mulai tumpang tindih dengan ingatan masa lalu yang seharusnya telah terkubur. Shiina Mayuri dan anggota laboratorium lainnya terpaksa harus berhadapan dengan konsekuensi pahit dari mesin waktu yang dulu mereka banggakan secara gegabah.
Apakah cinta sanggup melampaui batas dimensi yang telah rusak? Menjelang titik balik yang krusial, mereka harus membuat pilihan sulit demi mempertahankan seseorang yang keberadaannya mulai menghilang secara perlahan dari ingatan kolektif dunia di sekitar mereka.
Sebuah narasi fiksi ilmiah tentang perjalanan waktu yang memacu adrenalin dimulai saat konspirasi besar mengancam tatanan dunia. Berbalut misteri thriller yang kelam, eksperimen berbahaya mengubah garis waktu dan menciptakan konsekuensi fatal bagi mereka yang terlibat.
Okabe Rintarou, ilmuwan gila yang eksentrik, tidak sengaja menemukan cara mengirim pesan ke masa lalu melalui ponsel. Bersama rekannya, ia terjebak dalam pusaran kekacauan ruang-waktu yang mulai merobek realitas dan menguji kewarasan mentalnya sendiri.
Makise Kurisu, seorang jenius muda yang skeptis, menjadi sekutu vital dalam memecahkan teka-teki rumit ini. Ketegangan muncul saat mereka berhadapan dengan organisasi rahasia SERN, sementara hubungan keduanya berkembang dari rivalitas menjadi ikatan emosional.
Shiina Mayuri, teman masa kecil yang ceria, mendapati dirinya berada dalam bahaya yang tidak ia sadari. Okabe berjuang keras melindungi orang terdekatnya di tengah ancaman masa depan yang hancur, menghadapi dilema moral berat yang meruntuhkan prinsip hidupnya.
Konflik memuncak saat takdir mulai bermain kejam dengan nyawa manusia sebagai taruhannya. Setiap langkah yang diambil untuk memperbaiki kesalahan justru memperburuk keadaan, menggali tema tentang obsesi manusia yang ingin menantang waktu demi menyelamatkan dunia.