Dunia percintaan virtual dan realitas kembali beradu dalam komedi romantis yang unik. Kehidupan sekolah yang tenang kini terusik oleh misi supernatural yang menuntut penguasaan emosi hati perempuan guna menangkap roh jahat yang bersembunyi di jiwa manusia.
Sang penakluk ulung, Keima Katsuragi, harus kembali terjun ke dunia nyata yang baginya tidak lebih menarik dari gim kencan. Dengan kecerdasan tinggi, ia memandang setiap interaksi sebagai teka-teki logika yang harus dipecahkan secara efisien.
Kehadiran Elsie sebagai pendamping dari neraka menjadi bumbu kacau di keseharian sang tokoh utama. Keduanya dipaksa bekerja sama mengumpulkan roh pelarian, meski perbedaan sifat di antara mereka sering kali memicu situasi konyol yang tak terduga.
Interaksi dengan target baru membawa konflik batin bagi para gadis yang menjadi incaran. Mereka harus menghadapi trauma masa lalu serta perasaan yang membingungkan, sementara sang protagonis tetap berusaha dingin untuk menjaga fokus demi misi yang berat itu.
Apakah cinta sejati dapat tumbuh dari skenario yang dirancang seketat mungkin? Pertarungan emosional mencapai puncak saat realitas mulai meruntuhkan tembok pertahanan hati sang gamer yang selama ini terkunci rapat di balik layar komputer dan konsol gimnya.
SMA Seika yang dulunya sekolah khusus pria kini berubah menjadi sekolah campuran, namun situasinya masih kacau. Kehadiran siswi baru membuat suasana sekolah jadi penuh dengan kenakalan, menuntut seseorang yang tegas untuk bisa mengubah citra sekolah ini dengan disiplin ketat.
Sosok Misaki Ayuzawa muncul sebagai ketua OSIS wanita pertama yang bertekad menegakkan keadilan. Ia sangat galak dan membenci perilaku laki-laki sembarangan, berusaha keras agar para siswi merasa aman dan nyaman belajar di lingkungan yang maskulin itu.
Rahasia besar disimpan rapat olehnya karena ia bekerja paruh waktu di sebuah kafe pelayan demi membantu ekonomi keluarga. Namun, hidupnya berubah drastis saat cowok paling populer di sekolah, Takumi Usui, tidak sengaja memergokinya tengah memakai seragam maid.
Mulai saat itu, hubungan mereka berubah menjadi permainan kucing dan tikus yang menegangkan. Sang ketua OSIS yang perfeksionis harus menjaga gengsinya agar tidak hancur, sementara si cowok jenius itu justru memanfaatkan situasi untuk terus menggoda dan mendekatinya.
Konflik batin dan komedi romantis pun tak terelakkan di antara keduanya. Apakah ia mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin yang disegani, atau justru kepribadian aslinya yang lembut akan luluh oleh perhatian tak terduga dari si cowok misterius itu?