Menapaki tahun ketiga di sekolah menengah pertama, kehidupan remaja terasa penuh dengan gejolak emosi dan kecanggungan. Di tengah hiruk-pikuk masa sekolah, sebuah kisah romansa polos bersemi perlahan, menangkap dinamika perasaan yang sulit untuk diucapkan.
Kotarou Azumi adalah siswa pendiam yang gemar menulis novel dan sering menyendiri. Dunianya berubah total saat ia mulai memperhatikan seorang gadis atletis di kelasnya, memicu benih-benih perasaan yang selama ini belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Gadis itu adalah Akane Mizuno, anggota klub lari yang ceria namun menyimpan kecemasan tersendiri. Keduanya terhubung lewat interaksi canggung dan pesan teks yang manis, membangun ikatan emosional di tengah tekanan tugas sekolah serta ekspektasi keluarga.
Namun, cinta remaja tidaklah semudah yang dibayangkan. Kehadiran teman-teman di sekitar mereka yang juga tengah mencari jati diri membuat hubungan ini semakin rumit, menuntut keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan menghadapi ketakutan akan sebuah penolakan.
Di bawah sinar rembulan yang syahdu, mereka berdua berusaha mengartikan debar jantung yang kian tak menentu. Inilah kisah tentang proses pendewasaan, keraguan, dan bagaimana sebuah ketulusan sederhana mampu mengubah segalanya menjadi memori yang sangat berarti.
Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans 2nd Season
25 Episode 3
Sinopsis
Dunia pasca-perang Mars kini dipenuhi ketegangan politik yang mencekam. Tekkadan, organisasi tentara bayaran muda, perlahan naik daun setelah mengawal Kudelia Aina Bernstein. Namun, kekuasaan yang mereka genggam justru memicu konflik baru dari pihak luar.
Mikazuki Augus tetap menjadi ujung tombak tempur yang dingin namun mematikan. Bersama Orga Itsuka yang ambisius, mereka berusaha menjaga martabat keluarga meski harus menghadapi konspirasi dari Gjallarhorn yang kini mulai retak dari dalam.
Hubungan persaudaraan mereka diuji saat musuh-musuh baru yang licik mulai bergerak di balik bayang-bayang. Tekkadan dipaksa memilih antara mempertahankan idealisme atau tunduk pada arus politik yang kotor demi kelangsungan hidup anggota keluarga mereka sendiri.
Di sisi lain, McGillis Fareed mencoba melakukan manuver rahasia untuk merombak tatanan sosial dunia. Langkahnya ini menciptakan ketidakpastian bagi nasib anak-anak tentara bayaran yang tidak punya tempat untuk pulang selain di bawah naungan bendera Tekkadan.
Kini mereka harus menghadapi pertempuran brutal di mana teknologi Gundam kuno menjadi tumpuan harapan. Pertanyaan besar muncul tentang harga sebuah kebebasan dan pengorbanan yang harus dibayar saat ambisi mulai membutakan arah tujuan serta kesetiaan yang tulus.