Keseruan berlanjut di SMP Nanamori saat Klub Hiburan kembali dengan tingkah konyol mereka. Genre komedi kehidupan sekolah ini terus menyajikan tawa melalui keseharian santai para gadis yang menghabiskan waktu luang dengan penuh canda tawa dan drama ringan yang sangat menghibur di setiap sudut sekolah.
Akari Akaza yang malang masih terus berjuang mencari perhatian karena kehadirannya sering dianggap tidak kasatmata oleh teman-temannya. Meski ia adalah tokoh utama, energinya justru sering kalah saing dengan kepribadian teman-temannya yang dominan dalam segala situasi.
Kyoko Toshino tetap menjadi pemicu kekacauan dengan obsesinya terhadap manga dan rasa sayangnya yang berlebihan pada Yui Funami. Sementara itu, Yui berusaha tetap tenang menghadapi energi Kyoko, menjaga dinamika kelompok agar tidak benar-benar hancur.
Di sisi lain, Chinatsu Yoshikawa terus berusaha memikat perhatian Yui dengan cara yang cukup agresif namun menggemaskan. Persaingan kasih sayang ini sering kali menciptakan gesekan komedi yang memicu kesalahpahaman lucu di antara anggota klub yang sangat ceria.
Ketegangan antara Klub Hiburan dan OSIS yang dipimpin Ayano Sugiura menambah bumbu intrik tersendiri. Konflik kecil dan perasaan terpendam yang mulai tumbuh menjadi inti dari petualangan manis yang membuktikan bahwa persahabatan adalah harta paling berharga.
Berlatar di Nagasaki tahun 1966, kehidupan sekolah yang membosankan berubah drastis saat musik jazz mulai berdentum. Drama musikal penuh nostalgia ini mengeksplorasi gejolak masa remaja, persahabatan tak terduga, dan pencarian jati diri di balik denting piano.
Siswa pindahan yang kutu buku, Kaoru Nishimi, merasa terasing di lingkungan baru. Namun, pertemuannya dengan sosok berandal yang ditakuti, Sentaro Kawabuchi, mengubah perspektifnya. Mereka menemukan kesamaan lewat melodi yang menyatukan jiwa.
Keduanya kemudian bertemu dengan Ritsuko Mukae, gadis ceria yang menjadi jembatan bagi mereka berdua. Hubungan segitiga yang rumit pun perlahan muncul, menguji kesetiaan serta perasaan terpendam di antara ketiganya di tengah riuhnya suasana masa muda.
Konflik batin semakin memuncak ketika masa lalu dan tanggung jawab keluarga mulai membayangi ambisi pribadi mereka. Musik jazz bukan lagi sekadar hobi, melainkan pelarian emosional yang menyakitkan sekaligus membebaskan bagi mereka saat menghadapi kerasnya kenyataan hidup.
Seiring irama drum dan piano yang saling bersahutan, mereka belajar tentang arti kedewasaan. Melalui nada-nada emosional, persahabatan mereka diuji oleh waktu, cinta, dan impian, membentuk melodi indah yang akan terus membekas dalam ingatan selamanya di sekolah.
Pas liburan musim panas di rumah kakeknya, Hotaru Takegawa yang masih enam tahun malah nyasar di hutan yang katanya dihuni sama roh-roh. Pas lagi nangis kebingungan, dia ketemu Gin, cowok misterius yang pakai topeng dan nawarin bantuan. Karena senang banget akhirnya ketemu orang, Hotaru langsung lari mau meluk Gin, tapi malah didorong kasar sama dia.
Ternyata, ada alasan serius kenapa Gin kayak gitu: dia kena kutukan ngeri. Kalau sampai dia tersentuh sama manusia, dia bakal hilang selamanya. Meskipun Gin sempat minta Hotaru buat jangan balik lagi, Hotaru malah nekat terus datang nemuin dia. Akhirnya, mereka pun jadi makin akrab meski situasinya serba susah karena batasan itu.
Seiring berjalannya waktu, perasaan di antara mereka mulai tumbuh makin dalam. Masalahnya, mereka jadi makin ngerasa tersiksa dengan batasan takdir yang bikin mereka nggak bisa bersentuhan, padahal rasa sayang di hati udah nggak bisa dibendung lagi.