Dunia panggung Rakugo yang klasik dan penuh tradisi perlahan memudar di tengah gemerlap era modern Jepang. Seni bercerita tunggal ini menuntut ketulusan emosi dan dedikasi tinggi, namun ironisnya, hanya sedikit yang tersisa untuk mempertahankan napas warisan budaya tersebut.
Seorang mantan narapidana bernama Yotaro mencoba mencari jalan hidup baru dengan berguru pada sang maestro. Pria muda ini penuh semangat, namun ia harus menghadapi kerasnya disiplin dan dinginnya sikap guru yang selama ini menutup diri dari dunia luar.
Di balik sosok sang guru, Yakumo, tersimpan kisah kelam yang tersembunyi selama puluhan tahun. Hubungannya dengan rival masa lalunya, Sukeroku, bukan sekadar kompetisi, melainkan ikatan persahabatan rumit yang dibalut oleh rahasia masa lalu yang menyakitkan.
Kehadiran Konatsu, sosok wanita tangguh yang menaruh dendam sekaligus rasa hormat, semakin memperkeruh dinamika di antara mereka. Konflik pribadi pun meledak tatkala ambisi masa muda harus berbenturan dengan beban sejarah yang enggan untuk segera dilupakan begitu saja.
Drama ini menggali jauh ke dalam jiwa seniman yang terperangkap dalam ekspektasi serta keabadian seni. Saat tirai panggung dibuka, setiap kata yang diucapkan bukan sekadar lelucon, melainkan cerminan hati yang retak dan pencarian makna hidup yang paling mendalam.
Hidup Satoru Fujinuma terasa membosankan hingga ia mengalami fenomena aneh bernama Revival. Kemampuan ini memaksanya kembali ke masa lalu tepat sebelum peristiwa tragis terjadi. Ia terjebak dalam pusaran waktu yang menuntutnya mengubah masa depan yang kelam.
Sebagai mangaka gagal, Satoru Fujinuma merasa tak punya tujuan hidup yang jelas. Namun, ketika sebuah tragedi menimpa orang terdekatnya, ia terlempar kembali ke masa sekolah dasar. Kini, ia harus memutar otak demi memperbaiki kesalahan fatal masa lalu.
Di sekolah, ia bertemu dengan Kayo Hinazuki, gadis penyendiri yang menjadi target utama penculikan berantai. Satoru menyadari bahwa nasib gadis itu adalah kunci dari seluruh misteri besar yang selama ini menghantui hidupnya di masa depan yang suram.
Demi melindungi temannya, Satoru harus mendekati Airi Katagiri dan Kenya Kobayashi untuk mencari petunjuk. Setiap langkahnya penuh tekanan karena ia tidak hanya berjuang melawan waktu, tapi juga harus menghadapi teror pelaku misterius yang licik.
Apakah tekad kuat bisa mengubah takdir yang sudah tertulis? Melintasi dua dimensi waktu, Satoru mempertaruhkan nyawanya demi kebenaran. Teka-teki ini akan menguji batas moral dan keberaniannya dalam menyelamatkan orang-orang berharga sebelum semuanya terlambat.
Semester kedua dimulai dengan ketegangan yang meningkat di SMP Kunugigaoka. Para murid Kelas 3-E kini harus menghadapi tantangan akademis sekaligus tekanan misi pembunuhan yang kian berat. Waktu terus berjalan, sementara ancaman penghancuran bumi oleh Koro-sensei kian nyata.
Sebagai guru sekaligus target, sang makhluk tentakel itu terus membimbing Nagisa Shiota dan kawan-kawan dengan cara unik. Hubungan mereka bukan sekadar pembunuh dan target, melainkan ikatan murid dengan mentor yang tulus mengajarkan nilai kehidupan di tengah tekanan.
Karma Akabane yang cerdas dan penuh ambisi terus memicu persaingan sengit, sementara Kayano Kaede mulai menyimpan rahasia kelam di balik senyum cerianya. Mereka berusaha menyeimbangkan ambisi membunuh dengan perjuangan meraih masa depan di sekolah yang kejam.
Konflik internal pun pecah saat sosok dari masa lalu mulai muncul, menguji kesetiaan dan mentalitas para murid. Ketegangan psikologis ini memaksa mereka menentukan pilihan sulit: apakah harus menuntaskan tugas negara atau mengikuti kata hati yang telah terikat kuat.
Puncak ujian datang saat batas waktu kian sempit, memicu konfrontasi besar yang mengubah cara pandang mereka tentang keadilan. Di kelas ini, pelajaran paling berharga bukanlah tentang teori buku, melainkan tentang bagaimana cara berdiri tegak menghadapi takdir.